TAHTA

TAHTA
Episode 1


__ADS_3

#Belveder#


Raja Javar Aldrich dari negara Belveder sedang berdiskusi dengan para anggota Kerajaan tentang perjodohan Pangeran ke-3 yang harus menikah tahun ini karena usianya yang sudah menginjak 27th.


Pangeran ke-2 Razi Aldrich yang mendengar bahwa adiknya akan di jodohkan dengan orang yang ia cintai membuat ia marah dan segera menuju kamar Pangeran ke-3 Haidar Aldrich.


Brak . . Razi membuka pintu dengan kasar


"Kau puas sekarang?" ucap Razi di depan Haidar yang tak mengerti


"Apa yang kau bicarakan?" tanya Haidar tenang membuat rahang Razi mengeras


"Masih belum puas kau merebut semua yang ku miliki hah ? teriak Razi nyalang namun tak membuat Haidar gentar


"Kau merebut kasih sayang Ayah, kau juga mendapatkan dukungan anggota kerajaan dan sekarang kau merebut orang yang aku cintai" jelas Razi membuat Haidar paham apa yang di maksud sang Kakak


"Aku tidak pernah merebut apapun darimu" jelas Haidar


"Omong kosong, buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya, dulu Ibumu merebut kasih sayang Ayah dari Ibuku dan sejak kau lahir, kau merebut semuanya dariku," seru Razi marah. " Dasar anak selir" sambung Razi membuat Haidar menatap Razi dengan tajam


"Jangan pernah membawa Ibuku dalam hal ini" ucap Haidar tegas. " Apa kau lupa, jika Ibumu juga merebut Ayah dari Ratu Sarah, kau juga lahir dari rahim seorang selir Pangeran Razi" ucap Haidar penuh penekanan


"Asal kau tahu, aku tidak berniat untuk menerima perjodohan ini" ucap Haidar meninggalkan Pangeran Razi


Pangeran Haidar menghampiri Raja Javar di ruang kerja beliau.


"Apa yang ingin kau bicarakan Haidar ?" tanya Raja Javar


"Ayah aku menolak perjodohan itu" ucap Haidar tegas membuat Raja Javar heran


"Kenapa ?" ucap Raja Javar


"Aku tidak mencintainya Ayah" ucap Haidar


"Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu Haidar" ucap Raja Javar tegas


"Aku tetap tidak akan menikah tanpa cinta Ayah" Ucap Haidar


"Kau ingin membantah Ayahmu Haidar Aldrich" seru Raja Javar membuat Haidar menatap Ayahnya


"Aku tidak ingin membantah Ayah tapi aku juga tidak ingin menyakiti hati perempuan seperti Ayah menyakiti ketiga hati istri Ayah termasuk ibuku" ucap Haidar membuat Raja Javar tertegun di tempatnya


"Itu adalah resiko seorang Raja Haidar" ucap Raja Javar


"Tapi aku tidak ingin menjadi Raja" ucap Haidar membuat Javar menatap Putra kesayangannya dari wanita yang sangat ia cintai dengan tatapan terluka


"Kau tahu, kau sangat mirip dengan Ibumu" ucap Raja Javar sedih


"Maka dari itu tolong hentikan perjodohan ini, agar Ibuku bisa tenang di sana" ucap Haidar


"Perjodohan mungkin bisa di hentikan tapi pernikahan harus tetap berlangsung karena usiamu yang sudah 27th" ucap Raja Javar membuat Haidar tak percaya


"Tapi Pangeran Razi belum menikah di usianya yang ke 28th Ayah" seru Haidar tak terima


"Karena dia harus menyelesaika pendidikannya terlebih dahulu, salahkan dirimu yang sudah menyelesaikan semua pendidikanmu dengan cepat" gurau sang Raja membuat Haidar jengah


"Carilah perempuan yang kau cintai, jika dalam dua minggu kau tidak mendapatkannya maka kau harus mau menikah dengan gadis pilihan Ayah" ujar sang Ayah membuat Haidar membisu

__ADS_1


"Tapi Ayah" keluh Haidar membuat Raja Javar jengah


"Jadilah Pangeran yang bijak" sela Raja Javar


"Besok kita akan melakukan kunjungan ke Negara Helver persiapkan dirimu karena besok Ayah akan meperkenalkanmu sebagai Pangeran ke-3" ucap Raja Javar


"Ayah tahu aku tidak suka kehidupanku terusik, aku suka hidupku yang sekarang" tolak Haidar


"Apa pantas seorang Pangeran tidak pernah menampakkan dirinya bahkan sebagian rakyat Belveder tidak tahu wajahmu" ucap Raja Javar tegas. "Bahkan mereka kira kau ini buruk rupa" lanjut Raja Javar


"Terserah Ayah" ucap Haidar dan keluar dari ruang kerja Raja


"Lihatlah Jasmin, Putra kita sangat mirip denganmu, aku mencintaimu Jasmin" ucap Raja Javar dalam hati mengingat mendiang istrinya yang ia cintai.


#Negara Helver#


Rombongan Kerajaan Belveder sampai di Negara Helver, kunjungan kali ini Raja Javar di dampingi Pangeran Razi dan Pangeran Haidar.


Namun saat di Bandara Pangeran Haidar melarikan diri dan memberi pesan pada salah satu pengawal jika ia akan kembali tepat waktu.


"Kemana anak itu ?" tanya Raja Javar membuat sang pengawal kebingungan, "Maaf Tuan, Pangeran Haidar melarikan diri lagi" sesal sang pengawal.


"Dasar anak itu" gerutu Raja Javar


Di sisi lain seorang Kakek tiba-tiba menyenggol bahu Haidar dan mengambil dompet Haidar, Haidar yang sadar segera mencekal tangan sang Kakek dan berusaha merebut dompetnya lagi namun karena sang Kakek yang ingin menyerang Haidar membuat Haidar terpaksa harus memukulnya, belum sempat tangannya mendarat di pipi sang Kakek seseorang tiba-tiba saja memukul Haidar dari belakang.


"Akh" jerit Haidar yang reflek melepaskan sang Kakek dan kesempatan itu di gunakan sang Kakek kabur, Saat Haidar ingin mengejarnya orang itu lagi-lagi menendang kaki Haidar membuat Haidar jatuh terduduk.


"Apa yang kau lakukan ?" Haidar bangun dan menatap sang pelaku yang ternyata seorang perempuan


"Lawan aku kalau kau memang seorang pria" tantang perempuan itu


"Aku tidak memukul perempuan" ucap Haidar menatap gadis itu datar.


"Tidak memukul perempuan tapi memukul orang tua" ejek perempuan itu


"Karena dia mencuri dompetku" ucap Haidar, membuat perempuan itu kaget


"Apa ? mencuri dompet" tanya perempuan itu dan di jawab anggukan oleh Haidar


"Jadi, di-dia pencuri" ucap perempuan itu tak percaya


"Dan sekarang kau membuatku menjadi gelandangan" ucap Haidar membuat perempuan itu merasa bersalah


"Maaf, maafkan aku" ucap perempuan itu


"Kau pikir dengan kata maaf, uangku bisa kembali, perutku yang lapar bisa kenyang" ucap Haidar malas


"Aku memang tidak bisa mengembalikan uangmu karena aku juga tidak punya uang tapi mungkin aku bisa mentraktirmu makan sebagai permintaan maafku" ucap perempuan itu memelas


"Kalau begitu ayo" seru Haidar


"Kemana ?" tanya perempuan itu membuat Haidar berdecak kesal


"Bukankah kau ingin mentraktirku makan" ucap Haidar


"Oh, ayo" ajak perempuan itu berjalan mendahului Haidar

__ADS_1


"Maaf, aku hanya bisa mentraktirmu di tempat seperti ini" ucap perempuan itu yang di jawab deheman Haidar


Mendadak suasana menjadi canggung karena makanan yang mereka pesan tak kunjung datang


"Wah lihat Pangeran ke-2 benar-benar tampan" seru salah seorang pengunjung restoran membuat semua yang mendengar memandang ke arah televisi dimana rombongan Kerajaan Belveder mengunjungi Presiden Helver


"Pangeran ke-2 tak kalah tampan dari Pangeran pertama, andai aku bisa jadi istrinya" seru pengunjung yang lain


"Tampan, Kaya, Sukses .. benar-benar pria idaman" ucap perempuan yang duduk di depan Haidar


"Jadi kau juga sama seperti mereka ingin jadi istri pangeran dan hidup mewah di Kerajaan" ucap Haidar


"Tentu saja, hanya perempuan bodoh yang menolak menjadi istri Pangeran dan hidup mewah" ucap perempuan itu sarkas


"Tapi, kalau di lihat-lihat wajahmu mirip dengan Raja Javar" ucap perempuan itu melihat ke arah televisi dan Haidar secara bergantian


"Mungkin karena aku anaknya" jawab Haidar membuat perempuan itu tertawa terbahak


"Kalau begitu aku bisa jadi Princes Eleanor" ejek perempuan itu


"Sepertinya kau cukup tahu banyak tentang Kerajaan Belveder" ucap Haidar


"Princes Eleanor itu sangat cantik dan anggun, aku sangat menyukainya" seru perempuan itu


"Tapi yang ku dengar adik Princes Eleanor, Pangeran ke-3 itu buruk rupa bahkan rakyat Belveder tidak pernah bertemu dengannya karena dia hanya bersembunyi di istana" bisik perempuan itu dan Haidar hanya diam menyimak


"Hah, hidup ini benar-benar adil" ucap perempuan itu dengan riang


"Oh iya kita sudah lama berbincang tapi kita belum berkenalan, perkenalkan namaku Yasmin" ucap perempuan itu membuat Haidar tertegun karena nama itu mirip dengan nama sang ibunda


"Haidar, Haidar Aldrich" jawab Haidar


"Wow . . bahkan namamu mirip dengan Pangeran ke-3" ucap Yasmin menatap Haidar dengan seksama "Tapi mana mungkin seorang Pangeran memakai baju gembel sepertimu" ucap Yasmin yang melihat celana Haidar sobek-sobek


"Karena aku memang Pangeran ke-3" ucap Haidar


"Kalau benar, perempuan bodoh ini akan segera menikahimu" ucap Yasmin sambil tertawa


"Gadis ini benar-benar bodoh" batin Haidar sambil melihat ke jam tangannya


"Yasmin, aku harus kembali bekerja jadi aku duluan" ucap Haidar


"Tentu, kalau boleh tahu kau bekerja di mana ?" tanya Yasmin


"Aku hanya seorang sopir" jawab Haidar membuat Yasmin diam tak percaya


"Dunia ini benar-benar tak adil, orang yang buruk rupa menjadi Pangeran sedangkan kau yang tampan malah menjadi sopir" ucap Yasmin iba


"Kenapa ? kau lebih memilih menjadi istri Pangeran buruk rupa dari pada orang tampan sepertiku hah" ejek Haidar


"Aku duluan, sampai jumpa lagi" sambung Haidar


"Kita tidak akan bertemu lagi" ucap Yasmin


"Kupastikan kita akan bertemu lagi, dan saat kita bertemu kau harus menjadi istriku" ucap Haidar


"Dan aku pasti menjadi orang yang sangat bodoh jika mau menjadi istrimu" seru Yasmin yang di balas lambaian tangan Haidar

__ADS_1


__ADS_2