TAHTA

TAHTA
Episode 2


__ADS_3

#Helver#


Kediaman Hadi Pratama


"Yasmin, apa kau sudah menyiapkan semua berkas yang Paman minta ?" tanya Hadi


"Paman tidak perlu cemas, semua berkas yang Paman minta sudah ada di meja Paman" ucap Yasmin menatap Hadi


"Bagus, istirahatlah besok kita berangkat ke Belveder" ucap Hadi


"Semoga mereka mau menjadi investor untuk Helver" sambung Hadi


"Kita pasti mendapatkannya" yakin Yasmin membuat senyum Hadi mengembang


#Belveder#


Yasmin dan rombongan sudah memasuki istana Raja Javar Aldrich, mereka di sambut dengan baik di istana dan di ajak untuk berkeliling istana, Yasmin yang sedang mengagumi indahnya air terjun buatan tidak sadar bahwa rombongannya mulai menjauh.


"Mereka kemana ?" tanya Yasmin pada diri sendiri, Yasmin berjalan ke sana ke mari mencari rombongannya


"Ya ampun kenapa istana ini sangat luas" keluh Yasmin lelah, ia duduk bersandar di taman namun tak jauh dari taman ada beberapa mobil yang datang dan seseorang yang baru turun dari mobil membuat Yasmin menajamkan penglihatannya


"Dia" gumam Yasmin berjalan mendekati orang tersebut namun orang tersebut mulai menjauh bersama beberapa orang berseragam hitam


"Hei" teriak Yasmin mengejar orang itu yang terus berjalan penuh wibawa


"Haduh aku lupa namanya, Dar, Dar, Dadar ?" batin Yasmin yang terus berlari mengejar orang itu


"Dadar!!!" teriak Yasmin sekuat tenaga membuat rombongan itu berhenti dan menoleh ke arah Yasmin


"Dadar" teriak Yasmin berlari memeluk orang itu membuat orang-orang sigap namun orang yang di peluk memberi kode untuk diam di tempat


"Kau ini, aku sudah teriak memanggilmu tadi tapi kau terus saja berjalan, hah aku benar-benar lelah" keluh Yasmin setelah melepas pelukannya


"Kau tidak mengenaliku ?" tanya Yasmin karena orang itu hanya diam tak merespon


"Kau Dadarkan" ucap Yasmin


"Dadar ?" ucap orang itu


"Aku Yasmin, kau ingat ? satu minggu yang lalu ? Helver ? dompet ?" ucap Yasmin


"Oh, Jadi ?" ucap Haidar menjeda kalimatnya "Kau mengantarkan dirimu ke sini untuk menjadi istriku" ucap Haidar membuat Yasmin tertawa


"Tentu saja, bukankah kau Pangeran ke-3 dari Belveder" canda Yasmin membuat Haidar tersenyum tipis hingga para pengawalnya menatap tak percaya Pangeran ke-3 yang terkenal tak pernah tersenyum bisa tersenyum karena gadis aneh yang entah datang dari planet mana


"Tentu, kita akan menikah secepatnya" ucap Haidar mantap membuat Yasmin tertawa terbahak-bahak


"Kau ini masih saja bercanda, membuat perutku sakit" ucap Yasmin


"Apa kau menjadi sopir di kerajaan ini ?" tanya Yasmin membuat para pengawal menatap tak percaya Pangeran yang tampan rupawan dan berwibawa di kira seorang sopir ? sungguh wanita ini benar-benar harus di hukum mati


"Begitulah" jawab Haidar


"Jadi mereka semua temanmu, halo aku Yasmin teman Dadar dari Helver" ucap Yasmin mengulurkan tangannya pada salah satu pengawal membuat pengawal tersebut bingung dan segera mendapat tatapan tajam dari Haidar


"Halo, saya Dutra" jawab Dutra


"Lalu apa yang kau lakukan di sini ?" tanya Haidar membuat Yasmin menepuk jidatnya ia baru ingat kalau dia sedang ada misi khusus di sini


"Sial, aku lupa" umpat Yasmin membuat mereka kaget


"Aku harus pergi sekarang, Dadar, Dudut aku duluan" ucap Yasmin berlari cepat sampai hampir terjatuh


"What ? Dadar ? Dudut ? siapa mereka" tanya Dutra pada Haidar yang di balas senyum tipisnya


"Dadar" panggil Yasmin yang berlari mendekatinya membuat mereka heran


"Bisa kau tunjukakan aku arah ke ruang rapat, aku sudah lelah kesana kesini tapi nihil" ucap Yasmin yang terlihat lelah


"Terkutuklah orang yang membangun istana seluas ini" umpat Yasmin membuat orang yang mendengarnya menahan tawa

__ADS_1


"Biar saya antar Nona" ucap Dutra membuat Yasmin tersenyum


"Kau kembalilah, biar aku yang mengantarnya" ucap Haidar


"Ayo" ajak Haidar mendahului Yasmin


"Apa benar kalau Helver ada di bawah Pimpinan Pangeran ke-3 ? tanya Yasmin yang terus mengikuti Haidar


"Tentu kau tau setiap Pangeran mendapatkan beberapa bagian Negara untuk di tangani dan kebetulan Helver termasuk wilayah Pangeran ke-3" jelas Haidar


"Jadi, aku harus bertemu Pangeran buruk rupa" canda Yasmin


"Mungkin kau juga harus menjadi istrinya" balas Haidar


"Kau ini" ucap Yasmin sambil meninju pelan lengan Haidar. " Doakan aku, supaya aku bisa mendapatkan investasi darinya" ucap Yasmin


"Kau harus bekerja keras, karena itu akan sangat sulit" ucap Haidar


"Jangan panggil aku Yasmin kalau aku tidak bisa mendapatkan investasi darinya" ucap Yasmin mantap


"Tapi aku yakin kau tidak akan mendapatkannya" ucap Haidar


"Lihat saja aku akan menghajarnya kalau dia tidak mau investasi kalau perlu aku akan mencincang tubuhnya dan akan ku buat menjadi perkedel dan juga sup" ucap Yasmin


"Kau belum tahu siapa Pangeran ke-3, dia benar-benar menakutkan bahkan kau tidak akan bisa bernafas dengan baik kalau berhadapan dengannya" ucap Haidar


"Begitukah, lalu apa yang harus kulakukan kalau dia tidak mau kerja sama" ucap Yasmin sedih


"Apa aku harus menikahinya" ucap Yasmin membuat Haidar tak habis pikir


"Mungkin itu pilihan yang baik" ucap Haidar


"Benar tidak buruk bukan menjadi Putri di Belveder yang bergelimangan harta" ucap Yasmin


"Oke kita sampai" ucap Haidar di depan pintu rapat


"Sebentar aku harus mengambil nafas sebanyak-banyaknya" ucap Yasmin menarik nafas dan mengeluarkannya berkali-kali membuat Haidar lagi-lagi tersenyum


"Apa kau baik-baik saja ?" tanya Haidar namun tiba-tiba Yasmin menatap Haidar dan langsung memeluknya dengan erat membuat Haidar diam mematung bahkan para pelayan yang tak sengaja melihat hal itu di buat diam tak bergerak membuat mereka bertanya-tanya siapa gadis itu yang berani memeluk Pangeran ke-3 seenaknya bahkan Pangeran selalu menolak jika sang Kakak ingin memeluknya


"Ya, kau benar, mari kita hadapi si Pangeran buruk rupa itu sampai ia bertekuk lutut" ucap Yasmin dengan semangat yang membara


"Pergilah" ucap Haidar namun Yasmin malah memeluk Haidar lagi "Doakan aku" ucap Yasmin yang memeluk Haidar erat


"Aku pergi" ucap Yasmin masuk ke ruang rapat


"Tiga kali, berani sekali dia memelukku tiga kali, awas saja kau" batin Haidar tersenyum membut para pelayan heran. Haidar yang sadar sedang di perhatikan segera mengubah ekspresinya dan pergi


"Kemana saja kau ini ? membuat Paman khawatir saja" ucap Paman Hadi


"Maafkan aku Paman, aku tersesat" ucap Yasmi duduk di sebelah Hadi


"Minumlah dulu sebentar lagi Raja dan Pangeran akan datang, presentasikan dengan baik agar mereka tertarik karena hidup dan mati Negara kita ada di tanganmu , mengerti" ucap Hadi


"Aku mengerti Paman" balas Yasmin


Ruang kerja Raja Javar


"Darimana kau Haidar ?" tanya Javar


"Tadi ada sedikit masalah Ayah" jawab Haidar


"Bersiaplah utusan dari Helver sudah menunggu" ucap Javar


"Ayah kali ini biar aku yang ambil alih" ucap Haidar membuat Raja Javar heran karena biasanya Putra ke-3 nya sangat sulit untuk membahas masalah Negara


"Tentu, karena itu Wilayahmu" ucap Raja Javar


"Haidar waktumu tersisa lima hari, apa kau sudah menemukan gadis itu" ucap Raja Javar yang di balas senyum lebar dari sang Putra tentu saja hal itu membuat Raja Javar heran karena sejak sang ibunda pergi ia jarang sekali tersenyum


"Ayo Ayah mereka sudah menunggu" ucap Haidar

__ADS_1


Raja Javar dan Pangeran Haidar memasuki ruangan, Raja Javar memperkenalkan Haidar secara resmi namun Haidar heran karena ia tak melihat wanita bar-bar itu.


"Silahkan di mulai" ucap Haidar penuh wibawa


"Maaf Pangeran anak buah saya sedang mengambil berkas yang tertinggal" ucap Hadi penuh sesal namun Haidar hanya diam


"Nah itu dia" ucap salah satu rekan Yasmin


"Maaf saya terlambat" ucap Yasmin yang tak menyadari keberadaan Haidar


"Silahkan Yasmin" ucap Hadi mempersilahkan Yasmin untuk maju ke depan


Yasmin segera maju dan mempresentasikan tentang Negara Helver dengan percaya diri membuat Haidar terus menatapnya tanpa menyimak apa yang di sampaikan Yasmin di depan, Raja Javar yang sadar kelakuan Haidar berdehem membuat Haidar sadar dan segera menormalkan ekspresinya.


Semua orang bertepuk tangan setelah Yasmin selesai, mereka cukup kagum dengan apa yang di sampaikan oleh Yasmin.


"Presentasi yang baik Nona Yasmin" puji Raja Javar


"Terima kasih" ucap Yasmin sopan namun tiba-tiba cacing di perut Yasmin bersuara cukup nyaring membuat Hadi menepuk jidatnya malu


"Maaf" lirih Yasmin memelas


"Tidak masalah Nona Yasmin, mungkin karena kalian menunggu kami terlalu lama, mari kita ke ruang perjamuan terlebih dahulu supaya cacing di perut anda tidak berdemo" canda Raja Javar


Mereka semua segera menuju ruang perjamuan


"Perempuan itu, selalu saja" batin Haidar tak habis pikir dan mengikuti mereka


Haidar yang datang terakhir segera mengambil tempat duduk di sebelah Raja Javar membuat Yasmin menatapnya dengan tatapan yang kaget


"Silahkan di nikmati dan jangan sungkan" ucap Raja Javar memulai duluan


"Makan yang banyak Nona Yasmin" ucap Raja Javar membuat Yasmin merasa malu


Yasmin curi-curi pandang ke Haidar yang makan dengan tenang bahkan ia bicara tanpa suara seolah bertanya "apa yang kau lakukan di sini" namun Haidar tak menghiraukannya.


Selesai makan merekapun di sajikan hidangan penutup.


Raja Javar yang melihat gelagat Haidar dan Yasmin yang selalu curi-curi pandang dan berkomunikasi menggunakan isyarat mulai paham dengan Putranya yang tadi memberinya senyum yang lebar.


"Menurutmu bagaimana Negara Belveder, Nona Yasmin ?" tanya Raja Javar namun Yasmin tak merespon karena ia sedang berbicara lewat kode dengan Haidar


"Kenapa Paman ?" tanya Yasmin karena sang Paman menyenggol kakinya


"Raja Javar bertanya padamu" ucap Hadi


"Hah . . Apa" ucap Yasmin tak mengerti membuat Haidar menahan senyumnya


"Apa kau menyuakai Negara Belveder ?" tanya Raja Javar


"Tentu saja Tuan, selain terkenal dengan kekayaan yang melimpah Belveder juga terkenal dengan keindahan alamnya juga memiliki Pangeran-Pangeran yang tampan" jawab Yasmin jujur membuat Raja Javar tertawa namun tidak dengan Hadi yang mengelus dada sabar


"Jadi, apa Pangeran Haidar juga tampan ?" pancing Raja Javar


"Tentu saja Haidar sangat tampan" ucap Yasmin meminum minumannya


"Kau dengar Pangeran Haidar" ucap Raja Javar menekan setiap kata dan berbicara sedikit keras membuat Yasmin tiba-tiba menyemburkan minumannya


"Maaf, maafkan aku" ucap Yasmin mengambil tisu dan mengelap bagian yang basah


"Maksud Anda, dia" ucap Yasmin menunjuk Haidar " Adalah Pangeran ke-3 ?" tanya Yasmin di angguki Raja Javar " Dia . . Pangeran Haidar Aldrich" tanya Yasmin lagi dan lagi-lagi di benarkan oleh Raja Javar


"Bukankah dia sopir pribadi Anda Tuan" tanya Yasmin yang masih belum percaya


"Apa yang kau bicarakan" tegur Hadi


"Selain Putraku dia juga Sopir pribadiku saat naik pesawat" jawab Raja Javar


"Senang bertemu dengan Anda Nona Yasmin" ucap Haidar tersenyum mengejek


"Mati aku, tamat riwayatku" batin Yasmin malang

__ADS_1


"Bagaimana ini, bahkan aku sudah memeluknya tiga kali, kau benar-benar bodoh" batin Yasmin sambil menjitak kepalanya sendiri


"Paman" lirih Yasmin memelas dan membuat mereka semua tertawa dengan tingkah Yasmin yang lucu


__ADS_2