TAHTA

TAHTA
Episode 9


__ADS_3

Yasmin berjalan ke Istana Selatan mencari Haidar namun nihil.


"Mayo apa kau tahu di mana Dadar" tanya Yasmin yang berjalan mencari Haidar


"Dadar" ucap Mayo


"Maksudku Haidar, apa kau melihatnya ?" tanya Yasmin lagi


"Yang saya tahu Tuan Muda Haidar pergi dengan Tuan Dutra Nona" jawab Yasmin


"Dia pasti marah" gumam Yasmin sedih


"Maaf Nona tapi sekarang waktunya Anda belajar" ucap Mayo mengingatkan


"Ah, sial aku hampir melupakannya" ucap Yasmin kesal


Ruang belajar


Yasmin masuk dengan berlahan di ikuti Mayo di belakang.


"Anda terlambat 10 menit Putri Yasmin" ucap seseorang dengan tegas dan menggelegar membuat Yasmin dan Mayo berhenti dan melihat ke sumber suara


"Siapa kau ?" tanya Yasmin pada perempuan gendut paruh baya yang duduk dengan arogan


"Perkenalkan saya Cruella, mulai sekarang saya yang akan mendidik Anda" ucap Cruella tegas


"Jadi, apa aku tidak boleh masuk karena sudah terlambat" ucap Yasmin berharap


"Waktu adalah hal terpenting bagi anggota kerajaan karena itu menunjukkan sikap seseorang, karena Anda terlambat tentu Anda harus mendapatkan hukuman" ucap Cruella sinis


"Menghukum" ucap Yasmin memandang Cruella. " Benar-benar lucu" lanjut Yasmin meremehkan


Cruella melempar satu buku yang sangat tebal ke arah Yasmin. Mayo yang sigap segera menangkap buku itu.


"Salin hal 110 - 225 sekarang" ucap Cruella memberi perintah


"Apa kau gila !!!" seru Yasmin tak terima dengan hukuman yang di berikan. " Aku tidak akan melakukannya" tolak Yasmin tegas


"Mudah saja, aku hanya perlu mengadu pada Nyonya Vion" ucap Cruella


"Kalau si gendut ini mengadu ke Nenek Lampir, dia pasti akan semakin mempersulitku" batin Yasmin


"Mayo siapkan alat tulisku" ucap Yasmin dan Mayo segera memberikan Yasmin alat tulis


"Mayo" panggil Cruella


"Jangan pernah memanggilnya dengan sebutan itu" ucap Yasmi menatap ke arah Cruella marah. "Namanya Masya, panggil dia Masya" sambung Yasmin tegas


"Siapapun kamu terserah, ambilkan aku minuman coklat dan cemilan" Cruella memberi perintah


"Dasar gendut berani sekali dia menyuruh Mayoku" batin Yasmin kesal


"Baik, cemilan apa yang Anda inginkan Nyonya ?" tanya Masya


"Apapun yang berbau coklat karena aku sangat menyukai manis" ucap Cruella membuat Yasmin mempunyai ide


"Mayo ambilkan juga coklat batangku di tas beruang" ucap Yasmin


"Baik" ucap Masya dan segera pergi


"Kenapa masih bengong, cepat salin semakin lama Anda menunda semakin lama juga kita selesai" ucap Cruella membuat Yasmin jengah




"Ada apa lagi, setelah menikah kau seperti mempunyai banyak beban hidup yang cukup berat" ucap Dutra yang melihat Haidar hanya menatap berkas-berkasnya tanpa berniat untuk membacanya

__ADS_1


"Dia setuju melakukan konfrensi pers" ucap Haidar memandang ke depan


"Justru itu bagus" ucap Dutra membuat ia mendapatkan lemparan beberapa berkas


"Entahlah, kau tahu aku sejak kecil" ucap Haidar


"Yasmin, dia perempuan yang berbeda, dia pasti bisa melewatinya" ucap Dutra serius


"Bagaimana perkembangan kasusnya ?" tanya Haidar


"Mereka masih menyerang Yasmin di sosial media dan beritanya juga semakin menjadi-jadi lebih baik kau setuju tentang konfrensi pers demi kebaikan Yasmin" ucap Dutra


"Persiapkan semuanya besok dan pastikan tidak ada pertanyaan yang semakin menyudutkan Yasmin" ucap Haidar


"Baik" ucap Dutra


"Apa jadwalnya saat ini ?" tanya Haidar


"Saat ini dia sedang belajar dengan Nyonya Cruella sampai siang nanti" jawab Dutra


"Ibu benar-benar bekerja keras" ucap Haidar karena ia tahu bagaimana sikap dan perilaku buruk seorang Cruella


"Kita pulang sekarang" lanjut Haidar




"Awas saja aku pasti akan membalasmu" batin Yasmin kesal karena ia sudah menulis berlembar-lembar dan si Gendut dengan santainya membaca majalah sambil makan cemilan


"Aku ingin istirahat sebentar" ucap Yasmin tiba-tiba


"Lima menit" ucap Cruella


"Mayo mana coklat batangku" ucap Yasmin


"Ini Nona" Mayo menyerahkan 4 coklat batang dengan warna bungkus yang berbeda coklat dan ungu


"Benarkah Nona" ucap Mayo


"Tentu bahkan kalau kau mau membeli coklat ini kau harus order terlebih dahulu karena coklat ini adalah coklat yang sangat spesial dan memiliki beberapa varian rasa" ucap Yasmin yang membuat Cruella mulai tertarik dengan topik yang mereka bicarakan


"Kalau kau mau mencobanya kau boleh ambil satu Mayo, karena aku masih punya stok banyak" ucap Yasmin membuat Cruella juga ingin mencobanya


"Tidak usah Nona" tolak Mayo sungkan


"Ambillah dan aku jamin kau pasti akan ketagihan dan meminta lagi padaku" ucap Yasmin sambil memberi kode agar Mayo mengambilnya.


"Baik Nona, saya ambil satu" ucap Mayo mengambil yang berwarna coklat sesuai perintah Yasmin


"Kau juga boleh mengambilnya kalau kau mau Nyonya Cruella" ucap Yasmin


"Bolehkah ?" tanya Cruella


"Tentu, itu hanya coklat dan aku masih punya banyak" ucap Yasmin


"Kalau begitu aku ambil satu" ucap Cruella mengambil warna yang tersisa ungu


"Kau bisa ambil semua, kalau kau mau" ucap Yasmin


"Apa kau serius ?" tanya Cruella


"Tenanglah aku masih punya banyak" ucap Yasmin


"Baiklah, karena kau cukup baik kelas kita cukup sampai di sini, kita bertemu lagi besok siang setelah acara konfrensi pers" ucap Cruella


__ADS_1



"Dasar gendut" umpat Yasmin di sepanjang jalan menuju Istana Selatan


"Mayo kau boleh pergi, aku mau istirahat" ucap Yasmin sampai di pintu Istana Selatan


"Baik Nona" ucap Mayo


Begitu masuk Yasmin segera melompat ke ranjang tangannya benar-benar terasa kebas.




Haidar yang baru saja sampai di istana tidak sengaja berpapasan dengan Masya.


"Dimana Yasmin ?" tanya Haidar


"Nona sedang istirahat di kamar Tuan Muda" jawab Masya


"Kau boleh pergi" ucap Haidar


Saat Haidar membuka pintu kamar hal yang ia lihat adalah Yasmin yang sudah tertidur.



Haidar merasa kasihan melihat Yasmin yang terlihat sangat lelah.


Haidar memutuskan untuk membersihkan dirinya dan berganti pakain terlebih dulu.


Setelah selesai Haidar mendekati Yasmin dan berbaring di sampingnya.


"Maaf telah menyeretmu ke sangkar emas ini" ucap Haidar lirih sambil membelai pipi Yasmin pelan namun hal iti justru membuat Yasmin terganggu


"Dadar" ucap Yasmin dengan suara khas orang bangun tidur


"Maaf membangunkanmu" ucap Haidar membuat Yasmin menatap Haidar


"Apa kau masih marah ?" tanya Yasmin


"Menurutmu ?" tanya Haidar membuat Yasmin bangun dari tidurmya dan duduk di sebelah Haidar


"Kau sudah tidak marah" ucap Yasmin lugu


"Kau ini" ucap Haidar menarik hidung Yasmin pelan


"Sakit" ucap Yasmin memegang hidungnya


"Ayo kita tidur lagi" ucap Haidar menarik Yasmin untuk berbaring lagi


"Tapi aku bari saja bangun" protes Yasmin ingin bangun namun langsung di cegah Haidar dengan memeluk Yasmin dari belakang dengan erat


"Kita perlu banyak tenaga untuk konfrensi pers besok jadi tidurlah lagi" ucap Haidar menyembunyikan wajahnya di leher Yasmin.


Yasmin yang mendengar hal itu segera berbalik dan menatap Haidar dengan intens.


"Jadi kau setuju kita melakukan konfrensi pers ?" tanya Yasmin yang di bahas anggukan oleh Haidar


"Kau yang terbaik" ucap Yasmin senang dan memeluk Haidar erat membuat Haidar tersenyum tanpa sepengetahuan Yasmin


"Bagaimana hari pertamamu belajar ?" tanya Haidar


"Luar biasa, gara-gara si Gendut itu tanganku hampir mati rasa" jawab Yasmin kesal membuat Haidar heran


"Apa Nyonya Cruella memperlakukanmu dengan buruk" ucap Haidar


"Kau tidak perlu khawatir aku sudah memberinya pelajaran" ucap Yasmin senang

__ADS_1


"Kau apakan dia?"tanya Haidar menatap Yasmin


"Kita lihat saja besok" ucap Yasmin tersenyum jahat di dekapan Haidar


__ADS_2