
"Masya in the bear kalian boleh istirahat, aku juga mau istirahat dan terima kasih untuk hari ini" ucap Yasmin pada Mayo dan Beni
"Baik Non" ucap mereka
Setelah mandi Yasmin duduk santai di sofa, ia terkejut saat melihat ponselnya yang ada banyak notif di ig miliknya.
"Apa-apaan mereka" ucap Yasmin terkejut dan terus membaca komen-komen yang ada di story terakhirnya. " Sial, mereka sudah tahu aku menikah dengan Haidar" gumam Yasmin yang mendapat banyak hujatan dan cibiran dari orang-orang bahkan mereka juga membandingkan Putri Ana yang cantik dan elegan dengan Yasmin yang terlihat bar-bar.
Yasmin yang kelelahan membaca semua hujatan akhirnya tertidur dengan tangan masih memegang ponsel.
"Dimana perempuan itu ?" tanya Vion yang duduk di meja makan
"Nona Yasmin mungkin masih di kamar Nyonya" jawab sang asisten Mia
"Benar-benar tidak tahu etika" ucap Vion
"Apa saya perlu memanggil Masya agar memanggil Nona Yasmin" ucap Mia
"Tidak perlu, mungkin saat ini dia sedang tertekan atau menangis karena ia menjadi bahan olok-olok semua orang" ucap Vion senang
"Nyonya benar, bahkan beritanya sudah masuk televisi, saya juga melihat Nona Yasmin mendapat hujatan dari orang-orang di media sosial miliknya, mereka bilang Putri Yasmin kalah jauh dengan Putri Ana" ucap Mia memberi info
"Yasmin pasti akan mulai membenci Ana, ini semakin menarik" ucap Vion dengan senyum jahatnya.
#Negara Balsoom#
"Ayah dengar berita tentang pernikahanmu dan Yasmin sudah tersebar di semua media ucap Raja Javar menatap sang Putra. "Mereka juga membandingkan Yasmin dengan Ana" sambung Raja Javar
"Ya" jawab Haidar
"Jadi karena itu, kau mau membuka identitasmu untuk mengalihkan mereka tentang Yasmin" ucap Raja Javar
"Benar" ucap Haidar
"Kalau kau khawatir dengan istrimu, pulanglah terlebih dulu" ucap Raja Javar memberi saran
"Tidak Ayah, bagaimanapun aku ini adalah seorang Pangeran yang harus mendahulukan kepentingan Negara" ucap Haidar
"Lagipula kalau hanya hal sepele seperti ini dia tidak bisa melewatinya, bukankah ia tidak layak menjadi istri seorang Haidar Aldrich" ucap Haidar yakin meski hatinya cemas
"Kau memang anakku" ucap Raja Javar bangga
☀️☀️☀️
"Ternyata aku ketiduran" gumam Yasmin yang bangun dari tidurnya
"Gara-gara ketiduran aku sampai melupakan makan malamku" ucap Yasmin yang merasa lapar
Yasmin segera bergegas mandi dan hal yang membuat ia kesal semenjak di Belveder ialah ia harus mengenakan dress atau baju semi formal setiap makan bersama keluarga kerajaan.
"Selamat pagi Ibu" sapa Yasmin pada Vion yang sudah duduk di meja makan namun Vion hanya meliriknya sekilas
"Mia segera siapkan makananku" ucap Vion dan dengan sigap Mia mengambilkan makanan untuk majikannya
"Aku bisa mengambilnya sendiri Mayo" cegah Yasmin yang melihat Mayo ingin mengambilkan makanan untuknya
"Tapi, Nona" ucap Mayo takut
"Apa kau tidak lihat tanganku masih berfungsi dengan baik" ucap Yasmin
"Memang untuk itulah tugas seorang pelayan, dasar tidak tahu aturan" sindir Vion
"Adab makan ibu" sindir Yasmin yang membuat Vion geram
"Besok kau sudah bisa mulai belajar dengan guru khusus dari kerajaan" ucap Vion selesai mereka makan membuat Yasmin malas.
"Mia" panggil Vion dan Mia memberikan jadwal belajar kepada Yasmin
__ADS_1
"Apa ini ?" tanya Yasmin
"Itu jadwal belajarmu mulai besok" ucap Vion
"Nenek lampir sialan" umpat Yasmin dalam hati saat membaca jadwal yang begitu padat dan menyebalkan
"Terima kasih Ibu" ucap Yasmin tersenyum lebar
#Negara Liber#
"Bagaimana ?" tanya Haidar pada Dutra
"Berita di media sudah bisa di tekan Tuan, tapi untuk sosial media mereka masih menyerang Nona Yasmin dan ada beberapa orang yang mengancam Nona Yasmin untuk menceraiakan Anda" ucap Dutra
"Hilangkan semua akun yang memberi ancaman pada Yasmin" ucap Haidar
"Apa menurutmu Yasmin sudah tahu ?" tanya Haidar
"Sepertinya belum Tuan, kalau Nona sudah tahu pasti Nona segera menutup kolom komentar dan mengunci akun miliknya" ucap Dutra
"Kau benar, kita selesaikan secepatnya agar kita bisa pulang hari ini" ucap Haidar
"Apa anda sudah merindukan istri anda ?" ucap Dutra
"Apa ? kau bercanda, mana mungkin aku merindukan dia" sewot Haidar
"Lalu kenapa anda meminta laporan dari Beni tentang apapun yang di lakukan Nona" ejek Dutra
"Karena dia tanggung jawabku" ucap Haidar
"Ooo hanya tanggung jawab" goda Dutra yang mendapat lemparan pulpen dari Haidar
"Ayo kita berangkat" ajak Yasmin yang sudah siap dengan pakaian santainya
"Apa Nona yakin ingin keluar dengan baju seperti ini, juga tas beruang" ucap Mayo ragu
"Bukan begitu Beni bear ?" tanya Yasmin memperlihatkan pose imutnya
"I-iya Nona" jawab Beni gugup
"Hari ini aku ingin ke tempat wisata dan juga kepantai" ucap Yasmin semangat saat mereka berada di mobil
"Maaf Nona, tapi Tuan Muda Haidar menyuruh saya untuk membawa anda ke toko pakaian, karena selama ini Tuan belum sempat membelikan anda pakaian" ucap Beni
"Oke kita beli pakaian dulu baru jalan-jalan" putus Yasmin
"Mayo kenapa kau selalu menungguku di meja makan ? bukankah seharusnya kau harus ke kamarku terlebih dulu seperti yang lain" tanya Yasmin penasaran
"Maaf Nona tapi itu perintah dari Tuan Muda, karena beliau tidak suka orang lain masuk ke istana selatan, Tuan juga tidak suka orang lain menyentuh barang-barangnya" jelas Mayo
"Pantas saja aku tidak melihat satupun pelayan di istana selatan" ucap Yasmin mengerti
"Karena pelayan hanya datang untuk bersih-bersih di jam tertentu dan setelah selesai mereka akan segera pergi" ucap Mayo
"Kita sampai Nona" ucap Beni
Yasmin masuk ke toko pakaian yang terlihat mewah itu tapi baru lima belas menit Yasmin menyeret Beni dan Mayo untuk keluar.
"Ada apa Nona ?" tanya Beni heran saat mereka di mobil
"Apa kau tidak lihat harga baju-baju itu" ucap Yasmin jengah
"Harga satu baju bisa untuk bertahan hidup 3 bulan di Helver" ucap Yasmin
"Tapi ini memang tempat para putri biasa belanja Nona, Ibu Ratu dan Putri Ana juga pelanggan toko ini Nona" jelas Mayo
"Ayo jalan, kita cari toko lain, aku tidak suka toko seperti ini" ucap Yasmin
__ADS_1
"Stop!!!" seru Yasmin membuat sang sopir menginjak rem mendadak
"Ayo Mayo kita keluar ada toko bagus di situ" ucap Yasmin menarik lengan Mayo
"Nona yakin belanja di sini" ucap Mayo melihat sekitar, sangat ramai dan itu akan membuat ia dan Beni kesulitan untuk melindungi Nona mereka. Karena mereka sudah tau tentang gosip yang beredar tentang Nona mereka.
"Lihat sedang ada diskon di sini, ayo" ucap Yasmin membuat Mayo mau tak mau mengikutinya
"Jangan jauh-jauh dari Nona, aku ada di belakang kalian" ucap Beni pada Mayo dengan kewaspadaan yang tinggi
"Aku akan beli dress ini" ucap Yasmin yang memegang dress warna biru tua
"Masya in the bear, kalau kalian mau beli ambil saja" ucap Yasmin
Saat Yasmin sedang sibuk memilih pakaian tiba-tiba saja ada beberapa ibu-ibu yang menegur Yasmin.
"Apa kau artis ?" tanya Ibu baju biru menatap Yasmin dari atas sampai bawah Beni yang sigap segera bergerak namun di tahan oleh Yasmin yang memberinya kode untuk diam
"Apa aku terlihat seperti artis ?" ucap Yasmin tenang
"Iya, tapi aku lupa siapa ya ?" ucap Ibu baju biru. "Apa kau tahu perempuan ini ?" tanya Ibu baju biru pada Ibu baju merah
"Apa ibu tidak tahu kalau setiap orang memiliki 7 kembaran di dunia ? tapi terima kasih kalau memang aku cantik seperti artis" ucap Yasmin membuat Mayo dan Beni bengong
"Wah, aku ingat dia mirip istri Pangeran Haidar dari Helver, kalau tidak salah namanya Putri Yasmin" ucap ibu baju kuning membuat Beni sigap jika mereka menyerang Yasmin
"Wah benar kau mirip dengannya, aku melihat wajahmu di televisi" ucap Ibu baju biru
"Wah Ibu-ibu salah orang, mana mungkin seorang Putri istri Pangeran beli baju di toko seperti ini" ucap Yasmin santai
"Benar juga, masak iya istri Pangeran Haidar cari baju diskonan" ucap Ibu baju merah di angguki oleh mereka
"Jangankan baju termahal Bu kalau perlu mereka bisa membayar desainer terkenal untuk membuat baju yang tak mungkin orang lain punya" ucap Yasmin
"Anda benar-benar luar biasa Nona" batin Beni dan Mayo
"Kau benar mereka itu kelas atas mana mau mereka satu tempat dengan kita yang hanya upik abu" ucap Ibu baju merah
"Tapi saya mau berteman dengan ibu-ibu semua" canda Yasmin
"Kau bisa saja" ucap Ibu-ibu tersebut
"Untuk merayakan pertemanan awal kita, biarkan saya yang membayar semua belanjaan ibu-ibu" ucap Yasmin
"Tidak perlu, Nak" tokak ibu itu
"Tolong jangan di tolak, karena kalian mengingatkanku kepada ibuku" ucap Yasmin tulus
"Apa seorang anak tidak boleh membayar belanjaan Ibunya" ucap Yasmin membuat mereka terharu dan bergegas ke kasir
"Kalau begitu kami duluan, lain kali kita bertemu lagi Ibu-ibu" ucap Yasmin berpisah dengan mereka
Setelah itu Yasmin pergi ke pantai untuk melihat sunset. Di rasa puas Yasmin mengajak Beni dan Mayo pulang. Merekapun berjalan menuju tempat parkir.
Tanpa sadar lagi-lagi seseorang mengambil gambarnya.
"Kenapa sepi ya kalau nggak ada Dadar" gumam Yasmin yang berbaring di ranjang
"Udah ngantuk tapi nggak bisa tidur, gimana dong" ucap Yasmin berguling-guling di ranjang
Karena merasa bosan Yasmin mengambil kacamata dan memposisikan ponselnya agar bisa mengambil gambar dengan baik ia berniat untuk selfi, Berbagai gayapun Yasmin lakukan karena terlalu asik ia tidak menyadari seseorang yang berdiri memandanginya yang berusaha menahan tawanya sedari tadi.
"Kau ini sedang apa" ucap orang itu membuat Yasmin berbalik menoleh ke sumber suara.
__ADS_1