
"Pangeran Haidar, bukankah perempuan Helver cantik-cantik" tanya Raja Javar yang di balas deheman Haidar
"Menurut Nona Yasmin, apa perempuan di Helver ada yang mau menjadi istri Pangeran Haidar" tanya Raja Javar
"Ada apa dengan mereka ? kenapa malah membahas hal seperti ini" ucap Yasmin dalam hati
"Hanya perempuan bodoh yang menolak menjadi istri Pangeran Haidar Tuan" jawab Yasmin dengan semyum canggungnya
"Jadi Anda juga mau menjadi istri saya ?" tanya Haidar
"Hah . . Apa ?" tanya Yasmin tak mengerti
"Bukankah Anda bilang hanya orang bodoh yang menolak menjadi istri saya" ucap Haidar menatap Yasmin datar. "Lalu Anda lebih memilih menjadi perempuan pandai atau bodoh ?" tanya Haidar
"Tentu saja pandai" jawab Yasmin cepat
"Jadi kesimpulannya Anda mau menjadi istri saya ?" tanya Haidar membuat Yasmin tergagap
"Sial aku aku terjebak dengan kata-kata ku sendiri" umpat Yasmin dalam hati
"I-itu saya . . " ucap Yasmin bingung
"Saya hanya bercanda Nona Yasmin" potong Haidar membuat Yasmin merasa lega
"Mari kita kembali ke topik awal, Karena Helver berada di Wilayah Pangeran Haidar jadi apapun keputusan Pangeran Haidar itulah hasilnya" ucap Raja Javar membuat mereka semua mengangguk paham
"Silahkan Pangeran Haidar" sambung Raja Javar
"Sebelumnya saya minta maaf, tapi untuk saat ini saya tidak akan berinvestasi di Helver" jawab Haidar tegas membuat semua kaget
"Mana bisa begitu, Anda jangan seenaknya sendiri" ucap Yasmin tak terima membuat Haidar menganggkat sebelah alisnya
"Tenang Yasmin" ucap Hadi
"Tapi itu keputusanku" ucap Haidar Tegas
"Saya tidak terima" ucap Yasmin
"Lalu kenapa kalau anda tidak terima, anda ingin mencincang tubuh saya menjadi perkedel atau sup begitu ?" ejek Haidar
"Sial dia, mengejekku" umpat Yasmin dalam hati
"Saya permisi" ucap Haidar berjalan pergi
"Tunggu Pangeran Haidar" ucap Yasmin menghentikan langkah Haidar
"Mari kita bicara" ucap Yasmin
"Jadi ?" tanya Haidar setelah mereka berada di ruang kerja Haidar
"Em . . jadi begini" ucap Yasmi bingung
"Apa ?" tanya Haidar yang perlahan berjalan mendekati Yasmin yang berdiri tak jauh darinya. Membuat Yasmin semakin gugup
"Sebelumnya sa-saya minta maaf atas perlakuan saya yang tidak sopan dan memeluk anda seenaknya" ucap Yasmin dengan gugup karena Haidar sudah ada di depannya bahkan wajahnya berjarak sejengkal dengan dada Haidar
"Lalu ?" bisik Haidar di telinga Yasmin membuat Yasmin merinding
"Kau benar" lirih Yasmin menunduk, membuat Haidar heran dan lebih merapatkan tubuhnya dengan Yasmin
"Berhadapan denganmu membuatku sulit bernafas" ucap Yasmin malu membuat Haidar benar-benar harus menahan tawanya
"Wanita ini benar-benar aneh" batin Haidar
"Tolong jangan dekat-dekat, aku butuh oksigen" ucap Yasmin sedikit mendorong dada Haidar namu Haidar tak bergeser sedikitpun
"Apa kau butuh pelukan dari ku lagi agar kau bisa bernafas" sindir Haidar membuat Yasmin malu
"Tapi kenapa kau tidak bilang kalau kau seorang Pangeran" ucap Yasmin memberanikan diri menatap Haidar yang memasang wajah datarnya. "Kenapa kau harus berbohong" ucap Yasmin lagi
__ADS_1
"Aku tidak pernah berbohong, kau sendiri yang tidak percaya padaku saat di restoran" ucap Haidar duduk di sofa membuat Yasmin mencoba mengingat percakapan mereka satu minggu yang lalu
Ingatan Yasmin
"Mungkin karena aku anaknya" ucap Haidar
"Haidar . . Haidar Aldrich" ucap Haidar
"Karena aku memang Pangeran ke-3" ucap Haidar
"Bodoh" umpat Yasmin menjitak kepalanya sendiri setelah ia mengingat semuanya
"Sudah ingat" sindir Haidar
"Tapi kau juga bilang, kau seorang sopir" ucap Yasmin tak mau kalah
"Aku memang seorang sopir" ucap Haidar
"Sopir pesawat" ucap Yasmin cemberut membuat Haidar gemas
"Oke kita lupakan masalah ini, sekarang yang terpenting adalah Helver" sambung Yasmin serius
"Aku tetap pada pendirianku" ucap Haidar
"Tapi kenapa ? apa kau tidak kasian banyak rakyat yang akan mengalami kesulitan jika kami tidak mendapatkan investasi darimu" ucap Yasmin sabar
"Bukan urusanku" ucap Haidar acuh
"Kau tidak kasihan akan banyak anak kecil yang kehilangan senyum mereka, banyak orang tua yang terus bekerja di masa senjanya hanya demi sesuap nasi, akan ada banyak kejahatan karena desakan ekonomi, dimana hati nuranimu sebagai seorang Pangeran" ucap Yasmin
"Tolong, hanya Anda harapan kami satu-satunya yang bisa menolong Helver" ucap Yasmin mengiba
"Apa yang aku dapatkan jika aku mau berinvestasi" ucap Haidar
"Apa yang kau inginkan" tantang Yasmin
"Baik itu cukup mudah, tentu banyak perempuan Helver yang mau menjadi istri Pangeran ke-3" jawab Yasmin senang
"Bukan mereka yang ku mau menjadi istriku" ucap Haidar menatap Yasmin
"Lalu siapa ? Apa putri dari negara lain ?" ucap Yasmin mengetuk jarinya di dagu seolah sedang berfikir
"Aku hanya mau perempuan yang ada di hadapanku yang menjadi istriku" ucap Haidar membuat Yasmin menoleh ke kanan, kiri dan belakang untuk mencari orang yang di maksud hal itu tentu tak luput dari penglihatan Haidar
"Kau yang ku maksud Nona Yasmin" kesal Haidar
"Kenapa aku ? aku hanya rakyat biasa, aku anak yatim piatu, aku juga tidak cantik atau pandai, aku juga tidak punya kelebihan apapun, aku hanya perempuan yang biasa bahkan sangat-sangat biasa ja . ." ucap Yasmin terpotong
"Jadi kau mau menjadi istriku atau tidak ?" ucap Haidar pusing mendengar ocehan Yasmin
"Tentu saja tidak" ucap Yasmin cepat
"Maka pembicaraan kita selesai dan silahkan keluar" ucap Haidar tegas
"Tapi bagaimana dengan investasinya" tolak Yasmin
"Aku akan berinvestasi saat kau mau menikah denganku" jawab Haidar
"Tapi itu tidak mungkin" ucap Yasmin
"Aku beri waktu kau selama empat hari untuk berfikir, jika lewat dari empat hari dan kau tidak menghubungiku maka walau kau setuju aku tidak akan berinvestasi, sampai jumpa" ucap Haidar menyerahkan kartu namanya dan pergi
#Helver#
"Jadi Paman akan mengundurkan diri ?" tanya Yasmin
"Iya, Paman sudah berjanji kalau kita tidak mendapatkan investasi itu Paman akan mengundurkan diri" ucap Paman berusaha tersenyum
"Tapi Paman adalah orang kepercayaan Presiden" ucap Yasmin
__ADS_1
"Apa gunanya kalau kita bisa hidup nyaman serba kecukupan sedangkan rakyat kita nelangsa, kau tahu saat ini Helver benar-benar terdesak bahkan banyak masyarakat di pedalaman mengalami kelaparan, Paman benar-benar merasa gagal" ucap Hadi sedih
"Apa kita tidak bisa mencari investor lain" ucap Yasmin
"Hanya Belveder harapan kita karena semua Negara sudah menolak kita, Yasmin mulailah berkemas mungkin dalam beberapa hari ini kita akan pindah ke kampung halaman Paman" ucap Hadi
"Paman" lirih Yasmin memeluk Hadi
"Sudah tidak apa-apa semua akan baik-baik saja" ucap Hadi membalas pelukan Yasmin
#Belveder#
"Sudah dua hari dan dia masih belum menghubungiku" ucap Haidar menatap ponselnya
"Permisi Pangeran, Raja Javar beserta para Pangeran menunggu anda di ruang tengah" ucap seorang pelayan di balas deheman oleh Haidar
"Karena kalian sudah berkumpul, maka di sini Ayah akan membicarakan tentang perjodohan Pangeran ke-3" ucap Raja Javar
"Ayah, aku tidak setuju" tolak Pangeran Razi
"Apa alasan mu ?" tanya Raja Javar
"Aku lebih tua dari Pangeran Haidar, Bagaimana mungkin dia mau menikah terlebih dulu" ucap Pangeran Razi
"Salahkan dirimu yang tidak bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu, andai kau selesai tepat waktu mungkin saat ini kau sudah menikah" ucap Raja Javar membuat Razi bungkam
"Bagaimana menurutmu Pangeran Juan ?" tanya Raja Javar kepada Pangeran pertama
"Terserah" ucap Pangeran Juan acuh
"Aku tidak mau di jodohkan" ucap Pangeran Haidar
"Tapi kau tetap harus menikah" ucap Raja Javar tak terbantahkan
"Baik aku akan menikah, beri aku waktu tiga hari, aku akan membawa pengantinku kemari" ucap Pangeran Haidar dan segera pergi meninggalkan ruangan
Setelah ucapan Pangeran Haidar Raja Javar tak pernah membahas masalah perjodohan dan hari ini adalah batas waktu terakhir yang di berikan Haidar untuk Yasmin.
"Bagaimana jika dia tetap tidak mau menikah dengan ku" ucap Haidar dalam hati
"Tidak, dia pasti akan menghubungiku" yakin Haidar
#Helver#
"Paman mau kemana ?" tanya Yasmin
"Paman akan ke istana sebentar untuk menyerahkan surat pengunduran diri, kau baik-baik di rumah" ucap Hadi
"Tunggu Paman" cegah Yasmin membuat Hadi heran
"Tolong jangan lakukan itu, beri aku waktu dua hari setelah itu Paman bisa ambil keputusan apapun" ucap Yasmin menatap Hadi. " aku mohon" ucap Yasmin memelas dan di balas anggukan oleh Hadi
"Terima kasih Paman" ucap Yasmin
Yasmin mengambil ponselnya dan mencari nama seseorang dan langsung menghubunginya.
"Halo" jawab seseorang
"Ayo kita menikah" ucap Yasmin tegas
Cast pemain :
Yasmin Rubi Pratama
Haidar Aldrich
__ADS_1