TAHTA

TAHTA
Episode 4


__ADS_3

#Helver#


"Ayo sayang kita keluar, suamimu sudah menunggu di bawah" ucap Nisa istri Hadi menuntun Yasmin keluar setelah Haidar selesai mengucapkan ijab Qabul.


Semua orang yang berada di ruangan langsung mengalihkan tatapan mereka kepada Yasmin yang terlihat mempesona, Termasuk Haidar menatap Yasmin tanpa berkedip.


Begitu Yasmin duduk di sebelah Haidar, Yasmin segera mencium tangan Haidar dan Haidar mengecup dahi Yasmin. Membuat orang-orang bertepuk tangan, namun tidak dengan sepasang pengantin yang terlihat biasa saja.


Pernikahan Yasmin & Haidar di gelar secara tertutup dan hanya di hadiri keluarga inti dari kedua belah pihak, dan acara resepsi akan di adakan di Belveder secara megah.


Setelah acara selesai Yasmin langsung di boyong ke Belveder untuk mempersiapkan resepsi mereka serta penobatan Yasmin sebagai Putri Yasmin Rubi Aldrich.


"Paman, Bibi" ucap Yasmin memeluk mereka


"Jadilah istri yang baik, hormati suamimu, layani dia dengan baik dan jaga kesehatan, Bibi pasti merindukanmu nak" ucap Nisa memeluk Yasmin erat


"Paman" ucap Haidar memeluk Hadi


"Dengar, meski dia bukan putriku tapi, yang pertama memeluknya adalah aku bukan kamu, yang pertama menciumnya aku bukan kamu dan yang merawatnya aku bukan kamu" ucap Hadi menahan tangis dan Haidar hanya diam mendengarkan


"Tapi aku berharap kamu yang akan menemani Yasmin seumur hidup" sambung Hadi lirih dan melerai peluknnya


"Jangan sakiti dia, apalagi hatinya, jika suatu hari nanti kamu sudah tidak mencintainya lagi . . jangan beritahu dia tapi beritahulah kepadaku" ucap Hadi menatap Haidar


"Aku sendiri yang akan membawanya pulang" ucap Hadi serius


"Mungkin saya tidak bisa berjanji untuk selalu membuat Yasmin bahagia tapi apapun akan saya lakukan untuk Yasmin agar dia bahagia" ucap Haidar meyakinkan Hadi


"Yasmin sekarang kau sudah menjadi istri seorang Pangeran tentu kedepannya tidak akan mudah, tapi apapun yang terjadi jangan pernah menyerah dan putus asa, tapi jika kelak kau sudah tidak kuat dan merasa lelah maka pulanglah karena pintu rumah ini selalu terbuka untukmu putriku" ucap Hadi menahan airmatanya


"Paman" ucap Yasmin memeluk Hadi


"Pergilah nak, suamimu sudah menunggu" ucap Hadi melepaskan pelukannya


"Kami pamit Paman Bibi" ucap Haidar


"Ayo" ucap Haidar menggenggam tangan Yasmin


Selama di perjalanan tak ada pembicaraan di antara mereka, sampai di pesawatpun mereka hanya diam dengan pemikiran mereka masing-masing. Setelah dua jam akhirnya mereka sampai di Istana Belveder.


#Belveder#


Haidar dan Yasmin berjalan bersama dengan tangan mereka yang saling bertautan.

__ADS_1


"Selamat datang Pangeran Haidar dan Putri Yasmin" ucap para pelayan setelah ruang pintu utama terbuka


"Selamat datang di neraka" ucap Yasmin lirih yang masih bisa di dengar Haidar


Hal pertama yang Yasmin lihat adalah anggota kerajaan, Raja Javar yang duduk di kursi kebesarannya dengan di temani kedua perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik namun yang membuat Yasmin tak nyaman adalah tatapan yang mereka berikan yang entah apa artinya tapi Yasmin tak mau ambil pusing.


Kemudian ada beberapa orang yang duduk di samping kanan kiri, namun yang Yasmin tahu hanya Pangeran Razi yang pernah ia lihat di televisi selebihnya Yasmin tidak tahu.


"Apa saat pembagian senyum para anggota kerajaan tidak ada yang hadir" bisik Yasmin pada Haidar


"Ayo" ajak Haidar


"Selamat datang di Belveder Putri Yasmin Rubi Aldrich" ucap Raja Javar membuat Yasmin tersenyum canggung


"Terimaksih Tuan" ucap Yasmin


"Ayah Yasmin, panggil aku Ayah karena sekarang kau sudah menjadi putriku" ucap Raja Javar


"Baik Ayah" ucap Yasmin


"Perkenalkan ini Sarah, istri pertama Ayah, panggil dia Ibu ratu"


"Dan ini Vion, istri kedua Ayah, kau bisa memaggilnya Ibu" sambung Raja Javar


"Istirahatlah kau pasti lelah" ucap Haidar mengambil pakain dan mandi


Yasmin duduk di sofa memandangi kamar yang saat ini juga menjadi miliknya.



"Bahkan sofa ini cukup untuk aku tidur" gerutu Yasmin


Yasmin berjalan ke arah ranjang dengan ukuran yang luas, ia merebahkan dirinya dan berguling-guling.


"Kau kenapa ?" tanya Haidar yang sudah memakai baju santainya


"Apa kamar ini kedap suara" ucap Yasmin yang sudah duduk di tengah tempat tidur


"Tentu saja" ucap Haidar merapikan rambutnya


"Aaaaaaaaaaaaaaa" teriak Yasmin sekuat tenaga membuat Haidar menutup kedua telinganya


"Ini bukan hutan, kenapa kau teriak" ucap Haidar jengah

__ADS_1


"Aku di sini baru beberapa jam tapi aku sudah merasa gila lalu apa kabar, kalau aku terus berada di sini" ucap Yasmin memelas


"Mungkin kau akan masuk rumah sakit jiwa" ucap Haidar yang langsung menerima lemparan bantal dari Yasmin


"Kau menyebalkan" ucap Yasmin merebahkan dirinya di ranjang


"Bersihkan dirimu dulu kalau kau mau tidur" ucap Haidar yang naik ke ranjang ikut merebahkan dirinya


"Aku sangat sulit tidur di tempat asing jadi diamlah, aku sangat lelah" ucap Yasmin memejamkan matanya


"Dasar jorok" ucap Haidar


"Biar jorok juga istrimu" ucap Yasmin bergerak memunggungi Haidar


"Memunggungi suami itu dosa" canda Haidar dan tanpa di sangka Yasmin langsung berbalik. "Sekarang diam dan tidurlah" sambil memeluk Haidar


"Apa-apaan gadis ini" batin Haidar yang masih syok. "Apa dia tidak menganggap ku seorang pria" lanjut Haidar dalam hati sambil melihat Yasmin yang sudah masuk ke alam mimpi


"Jadi ini definisi susah tidur di tempat asing" ucap Haidar jengah, Haidar mencoba menyingkirkan tangan Yasmin yang ada di perutnya, Yasmin yang merasa terusik justru semakin erat memeluk Haidar


"Fine, aku menyerah" ucap Haidar kesal dan segera ikut memejamkan matanya karena ia juga sangat lelah hari ini.


Setelah beberapa saat Yasmin mulai mengerjabkan matanya, ia meraba sekitar "keras" batin Yasmin, ia membuka matanya dan yang pertama ia lihat adalah dada bidang membuat Yasmin mendongak


"Aaaaaaaaa" teriak Yasmin membuat Haidar kaget


"Mana malingnya, mana ?" ucap Haidar yang belum sadar


"Dasar mesum, apa yang kau lakukan di kamarku dan beraninya kau memelukku" ucap Yasmin marah dan memukuli Haidar dengan bantal


"Hei, stop" ucap Haidar menepis serangan Yasmin


"Sadar, aku Haidar suamimu" ucap Haidar mencekal kedua tangan Yasmin membuat Yasmin diam


"Ingat" ejek Haidar yang di balas cengiran dari Yasmin


"Bersihkan dirimu, sebentar lagi kita akan makan malam bersama anggota kerajaan" ucap Haidar membuat Yasmin merebahkan dirinya lagi


"Tidak bisakah kita makan berdua di sini" ucap Yasmin memelas


"Tidak" jawab Haidar tegas membuat Yasmin cemberut dan segera masuk ke kamar mandi


Braaaakk . . Yasmin membanting pintu dengan keras membuat Haidar kaget

__ADS_1


"Bagus, banting saja semuanya" teriak Haidar mengelus dadanya sabar


__ADS_2