
"Apa kau pingsan di dalam sana" teriak Haidar di depan kamar mandi
"Kau duluan saja" teriak Yasmin yang sedang bermain busa
"Segeralah menyusul" Teriak Haidar
Setelah beberapa menit Yasmin keluar dari kamar mandi dan menggunakan baju santai ala rumahan kaos putih dan celana panjang
Yasmin bergegas menuju ruang makan khusus keluarga kerajaan tepatnya di bagian Utara
"Kenapa mereka menatapku seperti itu" batin Yasmin karena setiap berpapasan dengan beberapa pelayan mereka memberi tatapan aneh namun bukan Yasmin namanya kalau ia tidak cuek dan masa bodoh
"Selamat malam semuanya" ucap Yasmin kepada semua orang yang duduk di meja makan
"Ada apa dengan mereka semua, memangnya ada yang salah dengan penampilanku" batin Yasmin melihat penampilannya.
"Duduklah Yasmin" ucap Raja Javar membuat Yasmin duduk di sebelah Haidar
"Apa kau tahu, karena menunggumu kami sampai harus menunda acara makan malam kami" ucap Vion istri kedua Raja Javar
"Tapi saya tidak meminta Anda menunggu, kalau Anda mau makan dulu saya juga tidak keberatan" sanggah Yasmin
"Apa kau tidak tahu aturan kerajaan, tidak akan ada yang memulai makan sebelum semua anggota lengkap" cibir Vion
"Maaf, saya tidak tahu karena saya bukan dari keluarga kerajaan" ucap Yasmin
"Baru sehari jadi putri kau sudah melanggar dua aturan, datang terlambat dan juga pakain apa yang kau kenakan itu" ucap Vion mencela
"Wah . . apa anda tidak tahu kalau pakaian yang saya gunakan adalah kaos dan celana training" ucap Yasmin membuat semua menahan tawa tak terkecuali Pangeran Juan dan hal itu tak luput dari pandangan sang istri Putri Ana
"Sudahlah Vi, ini hari pertama untuk Yasmin jadi wajar kalau dia membuat kesalahan" ucap Raja Javar
"Ayah kau yang terbaik" ucap Yasmin tanpa malu
"Apa sekarang kita sudah bisa makan, karena cacing di perutku sudah tidak bisa di tahan" ucap Yasmin mengelus perutnya
"Tentu, mari kita makan" ucap Raja Javar memulai
Mereka memulai acara makan mereka, Yasmin yang makan dengan lahap membuat mereka geleng-geleng kepala bahkan Pangeran Juan dan Pangeran Razi di buat tersenyum dengan tingkah Yasmin membuat Haidar kesal.
"Makanan di sini benar-benar enak" ucap Yasmin
"Jaga adab makanmu, jangan bicara saat di meja makan kau mengerti" ucap Vion
"Maaf" ucap Yasmin
"Apa kau belum makan selama seminggu" ucap Vion yang jengah dengan menantu tirinya
__ADS_1
"Stttttt" ucap Yasmin meletakkan telujuknya di depan bibir. "Adab makan Ibu" ucap Yasmin membuat Vion bungkam
"Dia gadis yang imut" batin Pangeran Razi menatap Yasmin dan hal itu tak luput dari Haidar
Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga untuk berbincng-bincang sambil menikmati secangkir teh.
"Vion, karena aku dan Ana akan pergi ke luar kota selama sepekan jadi Yasmin ku serahkan padamu" ucap Ibu ratu Sarah tegas
"Baik, aku akan memnggil guru yang terbaik untuk Yasmin" jawab Vion
"Lihat saja kau gadis miskin, akan ku buat kau angkat kaki dari sini" batin Vion tersenyum culas
"Dan kau Yasmin belajarlah jadi Putri yang baik, untuk acara resepsi dan penobatanmu akan di adakan dua minggu lagi" ucap Ibu Ratu Sarah tegas
"Baik" jawab Yasmin
Yasmin duduk di sofa yang ada di kamarnya sambil meletakkan kepalanya di atas meja ia merasa sedikit pusing.
"Kau kenapa lagi ?" tanya Haidar yang baru saja masuk namun Yasmin hanya meliriknya sekilas dan mengacuhkannya
Yasmin bangkit untuk membersihkan diri dan segera naik ke ranjang membuat Haidar heran.
"A-apa yang kau lakukan ?" panik Yasmin yang melihat Haidar mengangkat kaosnya
"Kenapa ?" acuh Haidar yang sudah bertelanjang dada
"Ini akan menarik" batin Haidar menyeringai
"Kenapa ? Bukankah ini malam pertama kita ?" ucap Haidar dengan wajah yang siap menerkam membuat Yasmin merinding. "Jangan mendekat" seru Yasmin saat Haidar sudah berada di atasnya dan semakin mendekat
"Hah!!!!" seru Haidar memajukan wajahnya seolah ingin mencium Yasmin
"Aaaaaaa" teriak Yasmin menutup wajahnya dengan selimut membuat Haidar tertawa terbahak
"Sialan" umpat Yasmin yang sadar sedang di jahili
"Tenanglah aku tidak akan menyentuh tubuhmu yang seperti papan itu" ejek Haidar yang berbaring berbantal kedua tangannya
"Apa kau bilang" ucap Yasmin kesal dan segera berdiri di tengah ranjang menghadap Haidar. " Katakan padaku bagian mana yang kau sebut papan itu hah" ucap Yasmin sambil membusungkan dadanya dengan pose yang nakal
"Sudahlah aku tidak akan tergoda" ucap Haidar membuat Yasmin geram dan segera duduk di tubuh Haidar. "Kau yakin tidak akan tergoda" ucap Yasmin menyentuh dada Haidar yang sudah bertelanjang dada dan membentuk pola-pola abstrak dengan telunjuknya
"Jangan membangunkan sesuatu yang tertidur, kalau kau tidak mau menyesal" Haidar memberi peringatan. "Kenapa ? bukankah kau bilang tidak akan tergoda ? bisik Yasmin dengan sensual di telinga Haidar membuat Haidar memejamkan matanya menahan sesuatu.
"Buka matamu honey" pancing Yasmin sambil menggoyangkan pinggulnya
"Sial" umpat Haidar mendorong Yasmin ke ranjang
__ADS_1
Braaakkk . . Haidar membanting pintu kamar mandi dengan keras membuat Yasmin tertawa terbahak-bahak
"Seru juga bisa menggodanya" ucap Yasmin merentangkan kedua tangannya di tengah ranjang
"Kau tidak menghabiskan sabunku bukan ? ejek Yasmin yang melihat Haidar keluar dari kamar mandi setelah beberapa menit namun di abaikan oleh Haidar yang masih kesal
"Minggir" ucap Haidar menggeser tubuh Yasmin dan tidur memunggungi Yasmin
"Meski aku tidak tahu apa alasanmu menikahiku, tapi kalau kau mau meminta hak mu tentu aku ikhlas memberikannya karena itu sudah menjadi kewajibanku melayani suami tapi tolong beri aku waktu, karena aku ingin melakukannya di saat kita sama-sama yakin dan siap" ucap Yasmin serius membuat Haidar mendengarkannya
"Meski kita melakukannya tanpa cinta karena aku tahu orang sepertimu tidak mungkin jatuh cinta kepada perempuan sepertiku" sambung Yasmin membuat Haidar menatap Yasmin
"Kenapa kau yakin kalau aku tidak mungkin mencintaimu" ucap Haidar serius
"Karena kamu adalah bentuk nyata yang terasa fatamorgana" ucap Yasmin
"Kamu terlalu luar biasa untuk aku yang sangat biasa saja" ucap Yasmin memberi jeda. "Haidar, kelak jika kau menemukan orang yang kau cintai, tolong jangan duakan aku, cukup kau memberitahuku dan aku akan pergi" ucap Yamin membuat Haidar tertegun
"Bagiku apapun alasanmu menikahiku itu sudah tidak penting lagi dan terima kasih sudah mau membantu Helver dari kesulitan, selamat malam" ucap Yasmin mencoba tidur
"Kau terlalu banyak berpikir Yasmin" batin Haidar
"Selamat malam" ucap Haidar
Mereka tidur saling membelakangi dengan pikiran mereka masing-masing, sampai Haidar terlelap dari tidurnya tapi tidak dengan Yasmin yang tak bisa tidur dan hanya bergerak kekiri ke kanan membuat Haidar terganggu.
"Apa kau bisa diam" Ucap Haidar dengan mata terpejam. "Kau mengganggu tidurku" keluh Haidar
"Tapi aku tidak bisa tidur" keluh Yasmin yang masih membelakangi Haidar
"Pejamkan saja matamu" ucap Haidar sudah mengantuk
"Aku tidak bisa tidur di tempat baru" ucap Yasmin
"Aku tidak pernah bisa tidur kalau bukan dikamarku sendiri" sambung Yasmin
"Bukankah ini juga kamarmu, jadi sekarang tidurlah" ucap Haidar mencoba sabar
"Tapi tetap saja . ." ucap Yasmin yang terhenti karena Haidar yang tiba-tiba menarik Yasmin dan membawa Yasmin masuk ke pelukan Haidar membuat Yasmin diam
"Ini kamarmu dan ada aku di sini, tidurlah" bisik Haidar mengecup kepala Yasmin membuat Yasmin nyaman dan membalas pelukan Haidar
"Aku pria normal" batin Haidar membuang nafas dengan kasar. "Maaf aku belum bisa membuatmu masuk ke sarangmu" batin Haidar frustasi dan mencoba memejamkan matanya.
cast :
Pangeran pertama Juan Aldrich
__ADS_1
Putri Ana Aldrich / Istri Juan Aldrich