
"Sudah bangun ?" tanya Haidar yang sudah rapi dengan jas mahalnya
"Kau mau kemana ? kenapa rapi sekali ?" tanya Yasmin yang baru saja bangun
"Aku harus menemani Ayah dalam kunjungannya ke beberapa Negara tetangga" ucap Haidar
"Bukannya Kak Juan yang menemani Ayah" ucap Yasmin
"Kak Juan tidak bisa karena ada masalah Negara yang mendesak sementara Razi sedang mengurus pendidikannya yang akan selesai beberapa hari lagi" ucap Haidar membenarkan dasi
"Berapa lama kau pergi ?" tanya Yasmin sedih
"Mungkin dua atau tiga hari" ucap Haidar
"Lalu bagaimana denganku ?" ucap Yasmin mendekati Haidar. "Aku sendirian di istana sebesar ini" ucap Yasmin cemberut
"Masih ada Ibu, jadi kau tidak sendirian" ucap Haidar jengah
"Kenapa Ayah tidak membawa Nenek lampir itu sekalian, akan lebih baik kalau dia juga ikut" ucap Yasmin sebal
"Kau ini" ucap Haidar geleng-geleng
"Jangan pergi, please" ucap Yasmin memohon dengan wajah memelasnya
"Ekspresimu itu tidak akan merubah apapun" ucap Haidar yang mulai hafal dengan karakter Yasmin
"Bagaimana kalau nanti aku tidak bisa tidur, kamar ini sangat luas aku takut sendirian" ucap Yasmin duduk di samping Haidar
"Kenapa sekarang kau jadi manja" heran Haidar. "Kemana jiwa premanmu saat kita bertemu pertama kali" ejek Haidar membuat Haidar mendapat cubitan dari Yasmin yang membuatnya meringis
"Kau menyebalkan" ucap Yasmin cemberut
"Selama aku pergi, nikmatilah harimu kau boleh jalan-jalan melihat kota Belveder" ucap Haidar membuat Yasmin berbinar sesaat sebelum ia mengingat sesuatu
"Apa kau lupa Nenek lampir itu sudah mencarikan guru untukku" ucap Yasmin lesu
"Jadwal belajarmu masih dua hari lagi jadi gunakan waktumu sebaik mungkin" ucap Haidar yang membuat Yasmin lompat-lompat kegirangan
"Belveder I'm coming" teriak Yasmin berlari ke kamar mandi
"Apa dia benar istriku" ucap Haidar
Setelah kepergian Raja Javar dan Haidar, Yasmin bergegas mengganti dressnya dengan pakaian yang simple dan nyaman bagi Yasmin, ia berjalan di sepanjang lorong istana dengan riang tanpa ia tahu seseorang sedang mengamatinya.
"Mau kemana perempuan itu" tanya Vion pada orang kepercayaannya yaitu Mia
"Yang saya dengar Putri Yasmin akan jalan-jalan Nyonya" jawab Mia
"Dengan pakaian seperti itu" ucap Vion tak percaya
"Apa saya perlu menegur Putri Yasmin Nyonya" ucap Mia
"Tidak perlu, justru aku punya ide yang bagus untuknya" ucap Vion dengan senyum jahatnya, ia mencoba menghubungi seseorang
"Bukankah bagus kalau dua menantu akan saling membenci" ucap Vion sinis. " Lihat saja
kau akan mendapatkan hadiah dari rakyat Belveder bahkan Helver" lanjut Vion menatap Vion benci
"Selamat pagi Putri" ucap Seseorang membuat Yasmin menghentikan langkahnya
"Pagi, kalian siapa ?" tanya Yasmin pada dua orang yang ada di depannya
"Kami utusan dari Pangeran Haidar untuk menjaga dan mengikuti Putri" ucap orang itu
"Perkenalkan saya Beni Atmaja, saya di tugaskan untuk mengawal kemanapun Putri pergi" ucap Beni tegas membuat Yasmin mengangguk paham
"Dan kau ?" tanya Yasmin pada perempuan muda yang berada di sebelah Beni
"Perkenalkan saya Masya Mayura, saya di tugaskan untuk menjadi asisten pribadi Putri" ucap Masya membuat Yasmin tertawa terbahak-bahak membuat mereka berdua heran saling pandang
"Kalian benar-benar lucu" ucap Yasmin dengan tawanya membuat mereka heran
"Kalian tahu apa yang lucu ?" tanya Yasmin dan mereka hanya menggeleng
"Nama kalian yang lucu, aduh perutku sakit" ucap Yasmin dengan sisa tawanya
"Anda baik-baik saja Putri ?" tanya mereka khawatir
"Kau" ucap Yasmin menunjuk Beni. " Namamu mengingatkaku dengan beruang putih besar di kartun" ucap Yasmin kembali terbahak
"Dan kau" ucap Yasmin menunjuk Masya. "Namamu seperti kartun anak kecil perempuan yang memiliki mata besar yang berteman dengan beruang, ya ampun kalian benar-benar pasangan yang cocok, Masya and the Bear" ucap Yasmin lagi-lagi tertawa terbahak membuat mereka hanya diam menahan tawa
"Oke-oke, kali ini aku serius" ucap Yasmin memandang mereka. "Yang pertama jangan panggil aku Putri itu membuatku mual, panggil saja aku Yasmin" ucap Yasmin
"Maaf Putri, itu tidak sopan dan kami bisa di hukum jika hanya memanggil nama" ucap Beni
"Benarkah ?" tanya Yasmin dan di angguki mereka
"Kalau begitu panggil saja Nona, bukankah gelar hanya di pakai di acara resmi kerajaan" ucap Yasmin
__ADS_1
"Kalalau begitu ayo kita jalan-jalan" ajak Yasmin semangat
"Ayo Beni bear kita berangkat" ucap Yasmin yang membuat Beni bengong
"Ayo Mayo" ucap Yasmin menarik lengan Masya masuk ke mobil
Beni duduk di samping sopir sedangkan Masya dan Yasmin duduk di belakang.
"Kita kemana Nona ?" tanya Beni
"Aku tidak begitu tahu tentang Belver" ucap Yasmin
"Mayo apa kau punya usul ?" tanya Yasmin
"Maaf Nona nama saya Masya Mayura" ucap Masya ragu
"Namamu itu sulit, aku lebih suka memanggilmu Mayo" ucap Yasmin di angguki Masya
"Aku mau pergi ke tempat yang bagus dan sederhana, seperti pasar tradisional mungkin, aku juga mau jajanan yang ada di pinggir jalan" ucap Yasmin
"Apa tidak sebaiknya kita pergi ke Mall atau Restoran yang terkenal di sini Nona" tawar Beni
"Beni bear, lakukan yang ku katakan" ucap Yasmin tak mau di bantah
"Baik" ucap Beni
Mereka sampai di pasar tradisional yang berada di pinggir jalan namun walaupun pasar tapi tempatnya bersih dan tidak seperti pasar kebanyakan, dan semua ada di tempat ini seperti pakaian, tas, jajanan, makanan dan masih banyak lagi.
Yasmin turun dari mobil di ikuti Beni dan Masya di belakangnya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengambil foto Yasmin.
"Topi beruang dan tas beruang Nona, gelang juga ada" ucap seorang penjual pada Yasmin
"Wah lucu sekali" ucap Yasmin
"Silahkan di pilih Nona" ucap penjual
"Di sini selalu ramai pembeli ya Bu" tanya Yasmin basa-basi
"Dulu di sini memang sering ramai pembeli Nona, tapi semenjak ada banyaknya Mall yang ada di sini dan barang-barang import dari luar, para pembeli semakin berkurang, ya seperti sekarang ini Nona" ucap penjual
"Kalau boleh saya tahu, ibu sudah mendapat uang berapa hari ini ?" tanya Yasmin
"Alhamdulilah Non, hari ini Ibu sudah dapat enam puluh ribu, biasanya cuma dua puluh ribu kadang juga nggak dapat sama sekali Non" ucap Ibu itu sedih membuat Yasmin mengelus bahu sang penjual
"Tiga Non" ucap penjual
"Itu anak Ibu ?" tanya Yasmin yang melihat dua anak kecil tidur beralaskan tikar di samping dagangan
"Iya Non, yang satu masih sekolah" ucap penjual
"Kalau begitu saya beli topi sama tas beruangnya Bu" ucap Yasmin
"Baik Non" jawab penjual
"Mayo kau mau tas atau topi beruang juga ?" tanya Yasmin
"Tidak Non, adik saya sudah besar dan saya tidak punya keponakan" ucap Masya
"Kau bisa memakainya Mayo" ucap Yasmin membuat mata Mayo membulat bagaimana bisa perempuan seusianya memakai tas beruang seperti anak TK
"Tidak usah Nona" ucap Mayo
"Berapa semuanya Bu ?" tanya Yasmin
"Seratus tujuh puluh ribu Non" ucap penjual
Yasmin mengambil dombet dan menarik sepuluh lembar uang warna merah
"Ini Bu" ucap Yasmin memberikan uang
"Ini kebanyakan Non" ucap penjual
"Tidak apa Bu, anggap saja ini rejeki untuk anak Ibu" ucap Yasmin
"Terima kasih Non" ucap penjual itu dan memeluk Yasmin
"Semoga Non-" ucap penjual
"Yasmin Bu" ucap Yasmin
"Semoga Non Yasmin selalu di mudahkan dalam segala hal dan mendapat pasangan yang terbaik" ucap Penjual
"Amin terima kasih Bu" ucap Yasmin
"Biar saya bawa Non" ucap Mayo mengambil belanjaan Yasmin
__ADS_1
Saat mereka berjalan tiba-tiba seseorang menyenggol bahu Yasmin membuat baju Yasmin terkena minuman yang di bawa orang itu
"Maaf, maafkan saya Nona" ucap perempuan itu yang berniat membersihakan baju dan celana Yasmin yang kotor namun segera di tahan Beni
"Nona tidak apa-apa ?" tanya Mayo panik
"It's oke Beni, lepaskan dia" ucap Yasmin
"Maafkan saya" ucap perempuan itu lagi yang merasa bersalah
"Tidak masalah aku baik-baik saja, tapi lain kali kau harus hati-hati" ucap Yasmin dan di angguki perempuan itu
"Kita pulang sekarang Nona ?" tanya Beni
"Aku masih ingin jalan-jalan" ucap Yasmin menatap Beni
"Tapi baju dan celana Nona" ucap Mayo
"Aku akan beli pakaian di sini" ucap Yasmin
Setelah Yasmin berganti baju ia melanjutkan acara jalan-jalannya dan membeli beberapa makanan khas Belver.
#Negara Balsoom#
Haidar yang mengkhawatirkan Yasmin memberi pesan pada Beni dan bertanya apa yang sedang di lakukan Yasmin saat ini di sela-sela rapatnya.
Ting . . tanda pesan masuk di ponsel Haidar, Haidar segera membukanya dan Hal yang ia lihat adalah orang yang membuatnya cemas.
Beni : Nona sedang menikmati es krim Tuan.
"Penampilanmu yang seperti itu membuat orang tidak percaya kalau kau istri dari Haidar Aldrich" batin Haidar tersenyum melihat foto
"Ehem" dehem Raja Javar membuat Haidar tersadar
"Bagaimana menurutmu Pangeran Haidar ?" tanya Raja Javar membuat Haidar berdehem mencoba menormalkan ekspresinya
"Ayah tahu kau pengantin baru, tapi tolong fokuslah" ucap Raja Javar saat rapat selesai membuat Haidar salah tingkah
"Hubungi dulu istrimu, baru kita lanjut ke tempat selanjutnya" ucap Raja Javar menepuk bahu Haidar
To : Yesmine
Apa yang sedang kau lakukan ?
^^^from : Yesmine^^^
^^^Makan es krim, kau mau 🙄🙄^^^
To : Yesmine
Tidak, habiskan dan cepat pulang
^^^from : Yesmine^^^
^^^siap Kapten 😉^^^
Entah kenapa Haidar merasa lega setelah saling memberi kabar pada Yasmin. Haidarpun mengunggah foto Yasmin di story ig.
yes_haidarmine 🍦
Dan hal itu tentu membuat para penggemar Haidar heboh di sosial media.
"Tuan Gawat" ucap Dutra yang datang tiba-tiba
"Ada apa" ucap Haidar memasukkan ponselnya
"Berita tentang Putri Yasmin yang menikah dengan Pangeran ke-3 Belveder sudah tersebar di semua media" ucap Dutra membuat Haidar menatapnya tajam
"Dan" ucap Dutra ragu
"Katakan" ucap Haidar
"Di media sosial tersebar foto Putri Ana dan Putri Yasmin hari ini, membuat mereka membandingkan cara berpakaian Putri Ana dan Putri Yasmin" ucap Dutra
"Segera tekan semua media, dan alihkan mereka dengan kunjungan ku bersama Ayah ke beberapa Negara" perintah Haidar dengan rahang yang mengeras
"Jadi maksud Tuan, anda siap membuka identitas anda sebagai Pangeran ke-3" ucap Dutra
"Ya, lakukan segera, aku tidak ingin Yasmin merasa tertekan dengan hal ini" ucap Haidar
"Baik" ucap Dutra
"Satu lagi, temukan siapa orang yang berani mengusik ku dan Yasmin" ucap Haidar
__ADS_1
"Baik, saya permisi" ucap Dutra
"Siapapun yang berani mengusikku, tak akan aku ampuni" batin Haidar mengepalkan tangannya.