
Kau dan aku mengetuk di pintuNya
tatkala malam hening
helai demi helai. permohonan dilayangkan
dalam khusyuk kepingan
bait-bait doa dipanjatkan kehadirat Tuhan
Maka biarkan pintamu dan pintaku
yang terbungkus suci rapalan doa
sua di Angkasa dan saling bergamit mesra
hingga terdampar pada satu masa
di lembah bernama bahagia.
Kau dan aku mengetuk di pintuNya
tatkala malam hening
helai demi helai.permohonan dilayangkan
dalam khusyuk kepingan
bait-bait doa dipanjatkan kehadirat Tuhan
Maka biarkan pintamu dan pintaku
yang terbungkus suci rapalan doa
sua di Angkasa dan saling bergamit mesra
hingga terdampar pada satu masa
di lembah bernama bahagia.
Serpihan pinta diterbangkan
di bentang Cakrawala pengharapan
dua insan yang berjauhan
tak pernah saling bertatapan
apalagi jemari bersentuhan
Cukuplah kau dan aku saling berpelukan
kau memelukku dalam doamu
dan akupun mendekapmu dalam doaku
hingga kelak Tuhan menampung
__ADS_1
derasnya pinta dan mempertemukan
Jalanmu dan jalanku sehingga
kitapun dapat melangkah beriringan
berjalan bersisian dan bernaung
di bawah atap yang sama dengan
kening tersungkur seraya sujud syukur
Bukankah akan lebih membahagiakan
mari tengadahkan tangan
saling mengetuk bersamaan
mungkin barangkali setiap ketukkan
akan semakin mendekatkan kau dan aku.
Pada serangkain tetes air yang jatuh kebumi. Jatuh sejatuh-jatuhnya, perasaan kita juga. Pada langit-langit doa, doa kita juga. Pada sendu bilik rasa, rasa kita juga. dan pada bait-bait, juang yang sedang dijuangkan.
Pada hujan yang datang membawa berkahnya, jangan pernah henti melangitkan segala pinta. Allah Maha Mendengar, dan doa-doa yang dilangitkan kelak akan menjadi saksi bahwasannya perasaan kita pernah sesendu itu dalam meminta. Selemah itu dalam memohon Dan seperlu itu dalam mengupayakan.
Pada hujan yang jatuh, ada banyak kebaikan. Tidak hanya untukku, tapi untukmu juga, untuk seluruh makhluk tentunya.
Maka jadilah pendoa yang paling manis ketika turunnya hujan ya. Jadilah penenun doa yang paling riuh doanya dikalangan penduduk langit.
Pada hujan, pada setiap tetes airnya yang jatuh. Jika kau lebih peka sedikit saja, kau akan mendapati perasaanmu luruh bersamanya.
Sebab hanya inilah bisaku, menenun rindu dan menguntai doa. karena memang sebaik-baik mencintai adalah dengan mendoakan selalu. Seperti saat ini, pada hujan yang jatuh. Doa-doaku pun luruh..
“Allah, berilah kebaikan pada setiap pintaku”
Di altar sembahyang
asap kelabu tipis meliuk menari
di antara nyala stanggi disulut api
menyeruak silir aroma harum mewangi
Di antara kedua tapak
lengan saling terkatup khusyuk
melangitkan rapalan doa-doa suci
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pagi menyeduh perlintasan
doa-doa dilangit harapan insan
harapan senantiasa hidup berdenyut
__ADS_1
di nadi-nadi waktu yang pasti beringsut.
Seiring nyala bara di ujung dupa
serta helai demi helai kelopak bunga
luruh dan terserak di ruas tubuh bentala
kepingan doa pun riuh penuhi beranda pagi
Di langit pagi, siang, petang dan
malam menggantung doa dinaikan
melewati susunan anak tangga sekerat
harapan milik insan penghuni mayapada
Pagi bening sebening bulir embun
tersemat lekat di sela-sela nurani
tersaji di serambi pagi teduhkan hati
enyahkan seiris syakwa sangka dalam diri
Dalam riuh perlintasan doa
silir bayu berhembus perlahan
resapkan sepotong kedamaian
di antara sebatang dupa terbakar.
Untukmu yang tidak menyadari adanya aku namun selalu saja kusebut namanya berkali kali di setiap aku mengadu kepada Tuhan, semoga doa yang tanpa jeda selalu kulangitkan di setiap malam, akan mendapatkan jawaban yang tepat sesuai dengan takdir yang telah Tuhan tentukan.
Mungkin saja tibanya waktu itu bukanlah saat ini, melainkan suatu saat nanti, mungkin saja juga bukan kamu yang Tuhan takdirkan untuk aku miliki, melainkan orang lain yang menurut Tuhan lebih tepat dan lebih baik lagi untuk bersanding denganku nanti.
Tetap saja manusia egois adalah aku. Tidak tau diri terang terangan meminta kepada Tuhan untuk diberikan kesempatan mengisi hatimu yang saat ini masih teramat kosong dan rapi.
Tidak sadar diri jikalau diri sendiri masih banyak yang perlu diperbaiki namun memaksa Tuhan untuk menyandingkanku denganmu manusia yang kebaikannya saat ini masih belum bisa kusamai.
Takdir memang sudah digariskan, dan aku menyadari bahwa tidak semua hal bisa dipaksakan. Skenario Tuhan pun terkadang memang selalu membuat hambanya terheran heran. Kebaikan tidak selalu Tuhan perlihatkan dalam wujud kebaikan.
Tidak jarang kebaikan terbungkus oleh suatu hal yang dirasa tidak menyenangkan. Sesuatu yang diingini terkadang bisa didapatkan setelah melewati berkali kali kejadian yang menyesakkan hati, pun sesuatu yang tidak pernah ingin dimiliki justru dengan sendirinya datang menghampiri.
Untuk mendapatkan sesuatu yang diimpikan terkadang jalannya memang terjal, butuh perjuangan yang seringkali mengorbankan banyak hal.
Meski saat ini kamu adalah sebuah ketidakpastian dan hanya sebatas angan, akan tetapi kamulah yang selalu aku semogakan. Menyelipkan namamu dalam setiap harapan baik yang aku panjatkan adalah cara paling sederhana yang aku lakukan untuk merayu-Nya yang maha membolak balikkan hati dan perasaan.
Ketika satu per satu doa-doa yang dilangitkan mulai mendapatkan jawaban, ada satu doa yang selalu saya tekankan permintaan kepada Tuhan, “Beri saya ketenangan hati berwujud seperti halnya teman hidup yang Engkau ridhoi. Saya tidak ingin hidup sendiri.” Doa tersebut saya ulang-ulang, agar Tuhan tahu, saya tidak main-main dalam memintanya. Meminta ampunan pula telah melewati batas berharap pada ciptaan-Nya yang menyebabkan luka menganga. Lagi pula, akhir-akhir ini sering hujan, salah satu waktu yang tepat untuk doa saya diijabah. Namun, keheningan ini tiba-tiba dikagetkan dengan suara ibu, “Nanti, kalau sudah pada berumah tangga, pasti bakal kangen masakan ibu.” Ah, ibu. Seakan tahu segala yang anaknya rasakan meski tak pernah anak ceritakan. Atau ketika saya ingin bermanja-manja dengan ibu, beliau selalu bilang, “Ah, jangan seperti anak umur dua tahun!” Tuhan, saya tidak bisa mendeskripsikan doa yang ingin saya rapalkan ulang.
Saat ini aku hanya mampu memantaskan diri. Berharap aku bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku pun tidak ingin meninggikan ekspektasi, karena sebenar benarnya perjuangan untuk memiliki adalah dengan lebih mendekatkan diri kepada sang Illahi. Agar kelak ketika aku dihadapkan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, aku tidak akan pernah merasa dikecewakan oleh siapapunAku akan berlapang hati untuk menerima takdir terbaik yang telah Tuhan beri.
Meski sekalipun pada akhirnya aku tidak Tuhan takdirkan untuk dipersandingkan denganmu, maka tidak akan pernah ada yang namanya kesiasiaan atas pemantasan diri yang telah aku jalani, karena jika bukan kamu, aku percaya Tuhan akan menyandingkanku dengan dia orang yang lebih baik lagi.
****
__ADS_1
Bersambung...