Tak Bisa Memilikimu

Tak Bisa Memilikimu
Chapter 17


__ADS_3

Hey kamu! Ya kamu, kamu yang ku temui 6 tahun silam tanpa sengaja Kamu yang penuh dengan cerita dan ceria Kamu yang penuh dengan gurauan canda tawa. Kamu yang penuh dengan tatapan mesra ketika menatap ku Kamu yang selalu memanggil ku dengan lembut dan berhati-hati. Kamu yang penuh dengan kekhawatiran kepada ku. Kamu yang sangat sering menghubungi ku. Mengapa semuanya sekarang berbeda? Kini kamu jarang sekali bercerita, wajah mu jarang sekali terlihat ceria. Kini tatapan itu berbeda, panggilan itu tak lagi terdengar lembut di telingaku.


Kekhawatiran mu masih namun tak seperti yang dulu. Kau masih menghubungi ku tapi berbeda dari yang dulu. Dulu kita mampu menghabiskan waktu ber jam-jam.


Menggenggam handphone ketika berada ditempat yang berbeda untuk Sekedar melepas rindu dan menghilangkan kejenuhan, tak jarang hal tak penting sekalipun kita bahas hanya untuk Sekedar melepas rindu. Tatapan mu, aku rindu tatapan itu. Tatapan mu sama seperti hal nya yang mengisyaratkan bahwa kau ingin selalu bersama ku. Tatapan itu aku rindukan, tatapan di gudang basement 1 sebuah apartement tempat dimana kita dulu bekerja.


Tatapan itu, tatapan yang membuat wajah ku memerah seketika itu pula. Aku merindukan semua tentang diri mu yang dulu, meski aku tau itu semua tak akan pernah kembali sama. Aku merindukan mu, merindukan cerita mu. Aku merindukan senyum mu, senyum yang kini jarang kau berikan kepada ku. Aku sangat merindukan itu pada mu.


Apa kamu ingat dua September dua ribu enam belas? Kita pertama kali kenal dan pertama kali menyapa lewat telfonan dan disitupu kita bermimpi untuk pergi ke sebuah tempat wisata untuk sejenak refreshing karna terlalu jenuh dengan suasana kampung. Apa kamu ingat moment di bus? Kau banyak bercerita sepanjang perjalanan, kau menanyakan banyak hal dan kita saling berbagi cerita. Kamu ingat saat pertama kali kamu mencium pipi ku di bus itu, ditengah padat nya penumpang lain kamu tunjukan kemesraan itu dan saat itu aku ingin sekali memeluk mu dan membisikan kata "aku sangat mencintai mu, jangan tinggalkan aku, tetaplah disini bersama ku".


Apa kamu ingat momen malam minggu pertama kita? kamu ajak aku ke sebuah tempat wisata yang cukup ramai, dan ternyata kita berdua sama-sama risih dengan keramaian dan kerumunan orang yang berdesakan, dan kita memutuskan pulang namun nampak nya cuaca tak bersahabat, hujan mengantarkan kita pulang. Dan itu hujan pertama ku dengan mu.


seberapa banyak kamu ingat moment kebersamaan kita? Kamu ingat moment ulang tahun ku? Tak ada pesta seperti mereka yang diluar sana, tak ada kue pun lilin nya, tak juga terompet dan potongan kertas kerlap kerlip yang berjatuhan tapi aku bahagia, karna kamu ada disamping ku malam itu, bersama ku sambil mengucapkan selamat merefleksikan hari lahir.


Kamu ingat betapa manja nya aku ketika bersandar di pundak mu? itu karena aku ingin selalu di dekat mu. Kamu tau bagaimana selalu aku mencari alasan agar bisa lebih lama di dekat mu? Kamu tau kenapa aku mengingat itu semua? Itu semua karna kamu yang pertama melakukan nya untuk ku ketika aku masih terbayang dengan pahit nya masa lalu, kamu datang dan membuat ku berpikir. Kenapa aku masih dihantui masa lalu sedangkan kamu ada di hadapan ku dengan sejuta kebahagiaan yang kamu berikan untuk ku. Agar aku melupakan masa lalu ku itu.?


Tapi sayang nya kini, kamu telah berubah. Sangat amat berubah, ada apa dengan diri mu? Kenapa? Adakah yang kini mengisi hati mu dan menggantikan aku? Emang Aku sadar dengan semua kesalahan ku, itukah yang membuat mu sampai begini? Jika kata maaf tak cukup untuk mengobati lukamu karna kesalahan ku lalu apa yang perlu aku lakukan agar engkau memaafkan diri ku ?

__ADS_1


Aku tau kita tak akan mungkin untuk kembali seperti dulu, tapi aku hanya minta tetaplah hangat untuk ku. Katakanlah jika memang ada yang menggantikan aku untuk berada disamping mu atau yang siap mendampingi mu. Akan sangat menyakitkan jika itu terjadi, tapi apa daya ku. Apa yang bisa aku lakukan,


Tak mungkin aku terus mempertahan kan mu sedang hati mu tak bersama ku tapi untuk orang lain. Cinta ini akan tetap untuk mu,sampai kapan pun itu yang perlu kamu tahu.


Ingin rasanya mengulang masa lalu kita, masa dimana hampir setiap pagi dia selalu duduk di depanku dengan pandangan mata yang antusias dan mengawali pembicaraan dengan kalimat pembuka yang khas “lu tau ga sih kampret?” (kampret itu panggilan dia ke aku). Dan kalian tahu apa yang selalu diceritakan kalau dia sudah mengeluarkan kalimat tersebut? ‘mimpi’. Itu yang selalu diceritakan dan aku dengan setia mendengarkan serta ikut tertawa jika memang menurutku itu lucu, mimpi yang aku maksud bukan mimpi dalam artian keinginan dimasa yang akan datang loh ya, tapi mimpi yang datang ketika kita tidur. Segala macam mimpi telah aku dengar, ya walaupun lebih banyak mimpi horor yang aku dengar dari dia kala itu. Sekarang, jangankan merasakan kondisi seperti masa itu, mendengar kalimat pembukanya yang khas saja sudah jarang sekali.


Aku tidak pernah menyalahkan dia dengan kondisi hubungan kita yang sekarang, malah sebenarnya aku khawatir dengan diriku sendiri, apa yang salah denganku, bagaimana dia bisa perlahan menjauh dariku dan mendekat dengan yang lain, ya walaupun tidak setiap hari aku merasakan hal itu. Tapi satu hal yang aku bingungkan, sebenarnya dia yang menjauh atau aku terlalu terbawa perasaan ketika melihat dia terlalu dekat dengan yang lain? Maaf, maafkan aku yang tak bisa sepenuhnya rela melihat dia lebih dekat dengan yang lain daripada denganku. Memang tak seharusnya aku seperti itu, tapi itu yang terjadi. Bukan mauku seperti itu, tapi sekali lagi aku katakan itu yang terjadi.


Mungkin sudah menjadi konsekuensi ku bila ini terjadi, konsekuensi dari ego yang tidak bisa ditahan, konsekuensi dari kecemburuan (Posesif) yang tak bisa aku pendam, konsekuensi dari diri yang mungkin kurang memahami dia sehingga dia memilih yang lain.


Semoga kondisi ini cepat berlalu. harus berlalu. dan pasti berlalu. Semoga ini hanya fluktuasi kehidupan saja, bukan akhir cerita. Mantanku aja bisa jadi sahabatku, aku harap sahabat akan kembali menjadi sahabat dan semoga naik tingkat menjadi “sahabat rasa keluarga.


Dulu Cinta yang suci kini telah kau nodai dengan Kau mengkhianati kesetian ku.


Bukan aku sengaja menyakiti mu, Tapi


Sadarkah kau kesungguhan hati ku ini? Sadar atau tidak sadar?

__ADS_1


Tiada insan terlepas kesilapan


Begitu aja begitu juga diri ku.


Tak perlu kau ucap satu persatu alasan, aku tak ingin mendengar alasan mu itu dan Aku tak akan bisa menerim mu kembali lagi kehidupan ku.


Mungkin suatu nanti kau kan mengerti bahwa


Ketulusan hati ku yang aku jaga untuk mu. Jangan kau sesali yang telah terjadi yah, Biarkanlah yang berlalu pergi dan pergi sejauh jauhnya.


Cerita cinta aku dan kamu yang berakhir sudah


Terlihat Antara kita. Cinta yang suci telah kau nodai dan kau relah mengkhianati kesetian ku kau begitu tegah pada diri ku. Kau menyakiti diri ku yang selama ini berjuang demi kamu.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2