
Hidup memang tentang pilihan. Setiap wanita pun berhak menentukan dan mengambil pilihan nya sendiri dalam hidup nya.
Jika yang mereka pikirkan saat mata mereka terpejam adalah hal-hal yang menyenangkan, berbanding terbalik denganku yang pikirannya melayang pada hal-hal tidak pasti. Jika mereka bisa tersenyum dan tertawa secara lantang tanpa berpikir terlalu berat, aku di sini tertawa dan memasang tampang bahagia namun berpikir apa yang sedang lawan bicaraku pikir tentang diriku yang sedang tertawa ini. Jika mereka mengeluh mengenai kehidupan mereka yang kurasa tak seberat orang-orang yang tak beruntung, aku di sini setiap pagi terbangun dengan bayangan apakah aku akan melalui hariku dengan kondisi baik-baik saja.
Tumbuh bersama dengan gangguan kecemasan terkadang membuatku berpikir mengapa semua hal buruk datang padaku. Sebuah gangguan yang tak kusadari sudah bersama denganku dalam beberapa tahun ke belakang. Berawal dengan pikiranku yang selalu melayang kesana-kemari, mencemaskan sebuah hal yang mungkin menurut manusia normal tidak perlu dicemaskan. Berlanjut dengan tidak bisanya kukontrol rasa khawatir yang jika dibiarkan akan semakin mengambil pikiranku hingga akhirnya yang kuketahui aku mengalami serangan panik.
Aku tak bisa mengatakannya pada siapapun mengenai hal ini karena gangguan mental adalah sebuah hal yang masih tabu. Pernah sekali aku mencurahkan apa yang kurasakan pada mereka yang sudah kupercaya, namun mereka tak mengerti dan hanya menganggap hal itu merupakan hal yang biasa.
Apakah itu hal yang biasa ketika kau bahkan merasa sesak tak jelas meskipun kau sedang dalam kondisi tenang?
Apakah itu hal yang biasa ketika kau kembali beberapa kali hanya untuk mengetahui dan memastikan bahwa rumahmu sudah terkunci dan tetap mengkhawatirkan hal tersebut?
Maka pikiranku lebih memilih untuk menyimpan semua hal itu dan tidak membicarakannya pada siapapun bahkan pada anggota keluargaku sendiri. Katakanlah aku seorang pengecut, tetapi lebih baik kucurahkan hal tersebut pada setiap karangan yang kuhasilkan.
Aku memang hanyalah seorang wanita biasa jika dibandingkan dengan wanita lain. Impianku pun tidaklah istimewa jika dibandingkan dengan impian besar wanita yang lain. Aku adalah wanita pemimpi yang menyalurkan setiap impiannya pada tiap ungkapan tak luwes yang mungkin tak semua orang mengerti.
__ADS_1
Belajar dari apa yang kurasakan, alih-alih terpuruk karena gangguan yang kumiliki, aku memilih untuk lebih mengenal mengenai apa yang tumbuh bersamaku. Banyak sekali literatur yang kubaca untuk memperluas pemahamanku pada sesuatu yang selama ini sudah mengganggu kehidupanku. Mungkin orang lain melihatku sebagai seseorang yang ambisius untuk menjadi seorang psikolog, tetapi sebenarnya aku hanya ingin membantu manusia lain untuk membawa pemahaman pada mereka bahwa sejujurnya gangguan mental itu bisa kita kontrol.
Dari membaca aku paham apa yang harus aku lakukan dalam rangka mengontrol gangguan ini. Banyak pula orang-orang dengan gangguan mental lainnya yang kutemui dan kucoba sebisa mungkin untuk menjelaskan, memberikan mereka sebuah semangat bahwa dengan adanya gangguan tersebut bukanlah sebuah akhir kehidupan. Itu merupakan gerbang awal dalam perjalanan mereka untuk lebih memahami diri mereka sendiri.
Karena hal itu pula aku sadar bahwa ada banyak orang yang memiliki gangguan mental lebih berat dari diriku yang masih bisa menjalani kehidupan seperti biasa. Banyak anak muda yang tidak bisa menjalani kehidupan normal karena ketidakcakapan orang dewasa yang menganggap bahwa gejala awal sebuah gangguan mental merupakan hal yang biasa dan mereka baru menyadarinya ketika semua sudah menjadi abnormal dan sulit untuk disembuhkan.
Bukan hanya melalui pertemuan secara langsung, beberapa dari kaum muda mempercayaiku untuk memberikan beberapa solusi yang tak bisa mereka ungkapkan karena mereka percaya bahwa aku mengerti maksud dari perkataan yang terlontar dari mulut mereka. Aku selalu merasa kehangatan menyebar di seluruh tubuhku ketika mereka kembali dan dengan bahagia mengatakan bahwa dengan berbicara padaku membuat hidup mereka terbantu.
Hal sekecil itupun membantuku untuk memberanikan diri menuangkan pikiran dan ideku mengenai gangguan mental pada sebuah karangan novel yang sedang kugarap. Kaum-kaum penderita gangguan mental merupakan semangat utamaku untuk terus berkarya. Aku mencoba untuk menunjukkan bahwa kami bukanlah sesuatu yang berbahaya dan tabu.
If you see me smile,It's not because i forgot you...It's because i got tired of crying for you.If you see me living again,It's not because i've moved on...It's because i hate the fact you can live without me.
Jangan Mengharapkan Simpati Orang Lain Dengan Masalah Kita Jangan terlalu mengharapkansimpati dari orang lain atas masalah dan kesulitan–kesulitan yang menimpa kita.
Adalah lebih baik jika kita mencoba untuk menyelesaikan masalah–masalah itu dan berusaha menguranginya sesuaidengan kemampuan yang kita miliki. Bukannya mempergunakan masalah–masalah tersebut untukmendapat simpati daripada orang lain.
__ADS_1
Kita lupa bahawa sebahagian orang kadang kala mengucapkan kata-kata simpati berkali-kali hanya untuk berbasa-basi. Setelah itu, mereka tidak mau menolong, buat tak tau dan tidak mahu menghabiskan masa untuk bersama–sama dengan kita. Mengharapkan Simpati Mengharapkan Simpati Kita lupa bahawa setiap orang pasti mempunyai masalah yang boleh menyakiti perasaannya.
Allah SWT tidak pernah menzalimi sesiapapun. Akan tetapi, kita sendirilah yang telah menzalimi diri sendiri tatkala kita terlalu memfokuskan fikiran pada berbagai persoalan yang menimpa dan terlalu memperbesarkan persoalan–persoalan tersebut, tanpa berusaha untuk mencari penyelesaian yang positif Dalam perjalanan hidup ini kita seringkali berasa kecewa. Kita berasa amat kecewa apabila sesuatu yang hilang dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, dan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.
Akhirnya angan–angan ini tenggelam perlahan –lahan. Sungguh, semua itu telah menghadirkan kekecewaan yang begitu menggelora didalam jiwa. Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat tergoncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran.
Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majliszikir yang akan memberikan ketenteraman jiwa. Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan.
Tetapi tidak setiap yang kita inginkan dapat dikecap, tidak setiap yang kita mahu boleh tercapai. Dan tidak mudah menyedari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tidak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sedar bahwa hidup ini tidak mempunyai hukum yaitu itu harus berjaya, harus bahagia atau harus-harus yang lain.
Banyak orang yang berjaya tetapi lupa bahwa asal itu semua pemberian Allah hingga membuatkannya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Hakikat kegagalan adalah sesuatu yang memang bukan hak kita, yang telah ditetapkan oleh Nya.
Bukan Milik Kita Apa yang memang menjadi milik kita di dunia, seperti itu rezeki, jawatan dan kedudukan pastiakan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, maka tidak akan dapat kita miliki,meski ia nyaris menghampiri kita, meskipun kita bermati-matian mengusahakannya.
****
__ADS_1
Bersambung...