
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari masalah selalu datang silih berganti, satu masalah terselesaikan datang masalah yang lain. Hidup laksana dikejar masalah, bahkan terkadang belum selesai masalah yang ada sudah datang lagi masalah menyerbu atau malah menteror? Kalo kamu mengalami hal begitu mungkin kamu perlu pasukan anti teror biar gak terus-terusan diserbu masalah ...
Emangnya masalah kayak ******* ya? Woles aja sob yang namanya hidup pasti ada aja masalah yang terpenting bagaimana kita menyikapi setiap masalah yang ada dan kenali apakah itu memang masalah ataukah hanya sesuatu yang kamu masalahkan sendiri. Emangnya ada ya bukan masalah menjadi masalah? Ya ada saja walaupun sebenarnya bukan masalah tapi bisa saja karena dianggap masalah kemudian menjadi masalah.
Sebenarnya mudah saja megenali itu masalah atau bukan setiap MASALAH pasti ada solusinya, jalan keluarnya untuk menyelesaikan masalah tersebut, kalo tidak ada solusi/ jalan keluar untuk menyelesaikannya kemungkinan besar itu bukan masalah tapi hanya kamu anggap sebagi masalah.
Banyak kok dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya bukan masalah malah dianggap sebagai masalah akibatnya kamu akan pusing sendiri sob karena pasti tidak ada solusinya. Eit contohnya apa tuh yang bukan masalah tapi dianggap sebagai masalah? Gini aja simpelnya sob kamu pernah gak berantem dengan orang dekat, katakanlah orang yang kamu sayangi cuma gara-gara masalalunya? Tentu pernahkan kan sob kamu permasalahkan masalalunya? Masalalu itu bukan masalah sob jadi kalo kamu permasalahkan itu tidak ada solusi jalan keluarnya itu sesuatu yang kamu permasalahkan, mau kamu cari sampai kiamat juga gak akan bakal ketemu solusinya.
Masalalu itu hanya jejak perjalanan waktu saja sob, sesuatu yang sudah terjadi tidak mungkin akan terhapuskan, yang telah terjadi tetaplah terjadi yang terpenting kalo memang itu dianggap salah perbaiki yang salah tadi untuk kedepannya. Terkadang aku sendiri jadi pengen tertawa ketika ada orang yang berantem/ ribut gara-gara masalalu dan pengen nertawakan lagi sama orang yang memulai pertengkarannya
Kembali lagi kepokok pembahasan Masalah dalam hidup itu memang beragam ada yang mudah untuk diselesaikan ada juga yang rumit. Dalam menghadapi masalah itu perlu juga untuk dipilah-pilah mana yang harus didahulukan atau mana yang harus diselesaikan belakangan. Tak urung karena banyaknya permasalah oang menjadi sulit untuk bahagia, sulit untuk mendapatkan kegembiraan dalam otaknya yang ada hanya masalah dan masalah.
Kalo sudah mengalami hal semacam itu kata psikolog sobat sudah mulai masuk tahapan stres hati-hati sob! Aku sendiri juga terkadang juga merasakan himpitan seperti itu terasa sangat menekan. jika rasa seperti itu mulai menghampiri biasanya aku justru akan melupakan/ memilih untuk tidak memikirkannya untuk sementara waktu sampai aku merasa mendapatkan solusi untuk menyelesaikannya.
Ibarat kita membawa beban maka masalah itu adalah beban hidup namanya juga beban pastilah sangat tidak enak, menyakitkan, menyusahkan pokoknya bikin kita jadi sulit untuk meraih kebahagiaan sob. Biasanya para tokoh agama menganjurkan untuk banyak-banyak berdoa untuk mengurangi beban tadi.
Dan yang lebih penting kalo aku sendiri sih lepaskan dulu sejenak beban itu sampai kita mempunyai kekuatan/ fresh kembali dan mampu untuk memikul beban itu lagi. Terkadang hal sepele namun sering kita lupakan ingat bukan lari dari masalah loh ya ... ini hanya meletakan/ melepaskan beban untuk sesaat sampai kita mampu lagi untuk berpikir. Oleh sebab itu jika kamu merasa begitu banyak beban yang menghimpit sampai-sampai susah untuk bahagia ada baiknya LEPASKAN SEJENAK BEBAN MU agar kamu dapatkan kembali kebahagiaan itu dan kamu siap untuk memikulnya kembali.
Entah mengapa, rasanya sulit sekali melepaskan beban itu. Kalian pasti juga sering merasakannya, kan? Beban itu seolah menjadi pengingat kita akan rasa sakit dari masa lalu yang sebenarnya tidak ingin kita tinggalkan. Mungkin, ada beberapa kenangan indah dari masa lalu yang pernah kita rasakan.
Tapi sebuah kejadian yang menyakitkan telah kita alami, dan tanpa disadari kita berpikir, dengan mengingat rasa sakit tersebut, kita bisa mempertahankan beberapa kenangan indah itu, karena hanya itu penghubungnya. Tapi sayangnya, hanya sakit, sakit, dan sakit yang kita rasakan. Itu karena kita berfokus ke rasa sakitnya.
Ketika fokus ke rasa sakit bisa membuat kita merasakan sakit yang sangat luar biasa, hingga mampu menyebabkan depresi, berarti seharusnya kita bisa menggunakan daya fokus ini untuk mengeluarkan kita dari depresi tersebut.
Coba rasakan bagaimana luar biasanya saat kita bisa fokus pada hal-hal indah yang ingin kita gapai. Menyenangkan sekali saat kita bisa berfokus pada solusi, bukan? Selama ini kita terjebak dimasa lalu hanya karena kita berfokus pada masa lalu itu.
Seorang Pria yang putus dengan kekasihnya, hanya fokus pada rasa sakit yang dia rasakan setelah putus. Bukan kenangan-kenangan buruk yang membuatnya depresi, tapi karena mengetahui bahwa ia tidak dapat merasakan kenangan indah yang dulu pernah ia rasakan saat sang mantan masih menjadi pujaan hatinya.
Fokus kepada rasa kehilangan membuatnya menjadi makin sakit hati. Lalu, buat apa menyiksa diri sendiri? Bukankah secara logika, kita ingin kehidupan yang baik tanpa harus menyiksa diri?
__ADS_1
Fenomena paling unik yang terjadi dalam keseharian adalah, saat kita sedang sakit hati, kita biasanya mendengarkan lagu-lagu melow dan menceburkan diri dalam kesedihan dan berlarut-larut 'menikmatinya'.
Kenapa nggak dengarkan musik menyenangkan yang membuat kita semangat melewati kejadian yang telah membuat kita sakit hati? Rupanya fokus kita lebih tertarik ke rasa sakit hati, karena sensasi tersebut telah kita rasakan.
Lalu bagaimana caranya fokus kepada solusi? Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan yang bersifat solusi, atau setidaknya memancing kita berpikir dan fokus pada masa depan. Dalam kasus putus cinta yang saya contohkan sebelumnya, kita bisa menanyakan :
"Apakah aku nyaman dengan rasa sakit ini?"
"Apakah selamanya aku akan merasakan ini?"
"Bagaimana caranya keluar dari masalah ini?'
"Langkah-langkah apa saja yang harus ku lakukan untuk menetralisir emosi ini?"
"Apa harapan terbesarku pada diriku sendiri?"
Kenapa harus merubah fokus ke masa depan? Karena tiap hari yang telah kita lewati adalah masalalu. Dengan mengubah cara berpikir, kita bisa mengubah hidup kita saat ini, dan untuk masa depan. Saat kita berfokus pada solusi, maka kita memiliki energi lebih yang muncul dari sebuah harapan.
Ingat, harapan ini adalah mimpi yang sangat ingin kita capai, dan ini menjadi bahan bakarmu untuk menyelesaikan permasalahan. Terus meratapi nasib atau mulai melakukan langkah kecil sebagai solusi, semua adalah pilihanmu, kawan..
Saat berfokus pada rasa sakit dapat membuatmu semakin tak berdaya, ubahlah fokusmu ke rasa yang mampu membuatmu menjadi lebih tangguh
Jangan kau tanggung sendiri beban yang membuatmu perih
Lepaskan
Bebaskan
Jangan kau tanggung sendiri beban yang membuatmu perih
__ADS_1
Lepaskan
Bebaskan
Hirup udara dalam dalam, kemudian lepaskan bersama beban itu
Rentangkan tangan, lalu lemparkan segala yang menyesakkan dada
Senja terus merambat meninggalkan pantai dengan riang gembira
Kulihat kamu juga sudah mulai bisa mengeja arti senyum di bibirmu yang mulai seda
Ingat
Besok masih ada mentari pagi yang berbeda untuk kamu tilik warnanya. Bersulanglah sebelum pulang.
Renungan saya hari ini bukanlah tentang diet dan kebugaran,tetapi tentang beban yang lain yang kita bawa kemana-mana, seperti: Dosa seksual di masa lalu, sebuah sejarah kekerasan, sebuah affair, rahasia lama, dosa tersembunyi. Beban-beban yang tidak mau kita lepaskan berada dalam “kantong” yang selalu kita bawa ke mana-mana. Barang-barang di dalamnya terlalu gelap untuk diungkapkan dan diakui. Masalahnya adalah semakin lama kita membawanya, semakin berat beban itu terasa.
Saya kenal seorang pria yang telah membawa rahasianya selama lebih dari satu dekade. Saat ia mengakuinya kepada saya, jelas sekali bahwa ia ingin dibebaskan dari beban perbuatan amoralnya. Seorang wanita merasa disakiti oleh ibunya. Ketika ia akhirnya memaafkan ibunya dan ia segera mengalami kebebasan dari beban itu.
Apakah anda sedang membawa beban sekarang? Jika ya, apakah saudara ingin membuang beban itu dengan membereskannya, membicarakannya dan mulai memprosesnya? Berusahalah untuk mencari Tuhan, sebagai suami dan isteri untuk meminta pertolonganNya dan pemulihanNya. Ketika saudara membicarakannya, dan terbuka maka beban itu akan lepas. Firman Tuhan berkata, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.”
Diskusi: saya tahu ini serius, tidak mudah. Tetapi jika saudara membawa beban dosa masa lampau atau pengalaman yang mengikat kebebasan saudara, apa untungnya? Bicarakan kepada Allah dan pasangan saudara. Beban itu seperti sampah dalam hidup saudara, harus dibuang.
Doa : Berdoalah untuk keterbukaan berdoalah untuk pengertian juga pengampunan. berdoalah agar Allah memberikan kepada saudara pengampunan dan damai sejahtera.
****
Bersambung...
__ADS_1