
...***...
Melihat Angga yang seperti itu, mereka hanya terdiam merasa jijik.
"Tubuhku kenapa bisa panas seperti ini?" Berjalan memasuki ruangan yang tidak terkunci.
Didalam ruangan tersebut Angga melihat seorang wanita yang sedang tertidur dan melampiaskan semuanya kepadanya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Wanita tersebut, menahan tubuh Angga yang terus berusaha melepaskan semua pakaiannya.
"Kumohon ... " ucap Angga lirih.
"Tubuhnya panas banget, sepertinya ada seseorang yang meracuninya," gumam wanita tersebut yang pasrah, tenaganya sudah habis menahan tubuh Angga.
"Ahk ... bisakah kau sedikit lebih lembut," ucapnya. Angga hanya tersenyum dan langsung melanjutkan aksinya.
"Tubuh ini sudah tidak bisa dikendalikan lagi, nafasnya terdengar jelas di telingaku membuat ku sangat terangsang, wanita ini lumayan cantik juga dengan ekspresi lembut diwajahnya, mungkin aku akan sedikit lebih lembut lagi," gumam Angga.
"Tubuhku seperti tercabik-cabik, malam itu terasa sangat panjang, kali ini tubuhku sudah tidak lagi perawan." gumamnya meneteskan air mata.
"Apa aku terlalu kasar?" tanya Angga berhenti.
"Iyah, aku cuman belum terbiasa."
"Maaf ini juga pertama kalinya untukku."
"Apa kau sedang mabuk?" tanya wanita itu.
"Ntahlah sepertinya lebih dari mabuk."
"Tubuhmu panas sekali," memegang dahi Angga.
"Apa itu tidak normal?"
"Ini bukan mabuk tapi seperti efek obat perangsang."
"Kau tau banyak ya ...."
"Tidak juga."
"Kalau gitu aku akan lanjut lagi." Menggenggam erat tangan wanita tersebut.
__ADS_1
Perbincangan kedua orang yang sudah tidak sadar dengan situasinya.
Keesokan harinya, Angga bangun disamping tubuh wanita yang sudah tergeletak lemas, dengan tubuh penuh dengan ******, baju yang robek berserakan, dan darah diatas kasur.
"Apa yang sebenarnya telah aku lakukan ... " gumam Angga.
kemudian ponsel nya berdering, "Ya Rendra apa ada perkembangan?" tanyanya lesu.
"Saya sudah mengetahui siapa mata-mata diperusahaan ini Tuan."
"Siapa?!" tanya Angga emosi.
"Istri anda Tuan, menurut Informasi yang saya terima, Linda adalah anak dari Salah satu perusahaan yang menyerang kita, perusahaan itu adalah Rest perusahaan dari Antartika yang langsung memojokkan kita dan nama sebenarnya bukan Linda Mulyana tapi Arches Marie Claira," ucap Rendra menjelaskan.
Tut... Tut...
"Kepalaku sakit, begitu juga pinggangku ... " gumam wanita tersebut.
"Linda, Kau juga yang sudah meracuniku dimalam itu, takkan kubiarkan kau lolos begitu saja," ujarnya emosi.
"Balas dendam hanya akan membuat mu semakin menderita, anggap saja ini cobaan untukmu, berusahalah menjadi lebih baik lagi kedepannya," ujar wanita itu bersandar di punggung Angga.
"Ingat Hasil dari balas dendammu akan menimbulkan masalah baru untukmu, ikhlaskan saja."
"Terimakasih, kenapa kamu mau membantuku."
"Kau berbeda dari laki-laki lain yang pergi setelah perampas hal yang paling berharga seorang wanita, kau masih duduk disini menungguku bangun."
"Ini kesalahanku, aku benar-benar minta maaf, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan."
"Terimakasih."
"Walaupun aku tau ini salah, tapi aku sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi, aku sudah tidak punya apa-apa lagi dan aku cuman berharap bisa hidup tenang," gumam wanita tersebut.
"Apa kau punya keluarga?" tanya Angga.
"Aku sudah dibuang oleh keluargaku sendiri, mereka lebih menyayangi Kakakku, karena aku bukan anak kandung mereka."
"Apa boleh tau siapa nama kamu?"
__ADS_1
"Alia Sulistiana"
"Namaku Angga Wihardja"
"Apa kamu punya tempat tinggal sekarang?" Alia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ikut aku, aku akan membawamu kesuatu tempat dan sebelum itu sebaiknya kita berpakaian terlebih dahulu deh...."
Beberapa tahun kemudian, perusahaan Xeon benar-benar hancur, Angga dan yang lainnya sudah tidak menampakkan dirinya termasuk Linda yang tiba-tiba menghilang sesaat sesudah pesta keluarga Mahendra.
Setelah itu Linda menggugat cerai dan kembali ke Paris untuk mengunjungi rumah neneknya.
Angga dan Alia tinggal di sebuah kota dimana daerah tersebut sangat nyaman untuk ditinggali.
"Sayank makananya sudah siap."
"Baik saya akan kesana."
"Papah ... papah ... " panggil seorang anak kecil berusia 3 tahunan.
"Ulululu, lucunya anakku," ujar Angga menggendong anak tersebut.
"Kita makan dulu, abis itu baru kerja lagi."
"Iyah, makan apa kita hari ini?"
"Tempe, tahu sama sayur bayam."
"Maaf ya, aku cuman bisa memberikan itu," ucap Angga merenung.
"Tidak apa-apa kok, ini sudah cukup untukku."
Sementara itu kutukan yang menimpaku kini sudah tidak aktif lagi, setelah aku melakukan hubungan dengan Alia semuanya berjalan dengan normal.
Semoga ini akan terus berlanjut, kebahagiaan keluarga ini akan terus dipertahankan.
^^^Bersambung...^^^
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Bantu Vote and likenya ya... dan jangan...
...lupa Klik tombol Favorit agar tidak...
...ketinggalan Bab-bab berikutnya ><...
__ADS_1
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...