
...***...
"Tuan apa boleh tau siapa Aufa sebenarnya?" tanya Rendi penasaran karena Aufa masih begitu kecil tapi tatapannya seperti seorang pembisnis yang hebat.
"Jadi Aufa itu anak dari kerabat istri saya ia adalah malaikat di dunia bisnis, walaupun masih muda pada usianya yang ke 12tahun sudah menjadi CEO perusahaan besar yang menguasai jalur dagang."
"Wow ini sangat menakjubkan tak kusangka tuan mempunyai kerabat hebat seperti ini."
Tiba-tiba pintu ruang kerja Angga terbuka dan muncul Aufa yang sedang menggunakan pakaian style kantoran, "Ouh, ya tentu aku adalah Malaikat Pembisnis Ahahahahahahaha!" Menyombongkan diri. Ketawa jahad seorang pengusaha.
"Tapi sifatnya seperti itu, masih kekanak-kanakan," sindir Angga.
"Duh, dasar Paman jahad aku bukan kekanak-kanakan, aku cuman kurang dewasa saja." Cemberut, naik ke atas meja Angga.
"Jadi bagaimana sudah kamu persiapkan?"
"Sudah donk, besok kita akan melihat gedung perusahaan Xeon kembali bangkit sisanya Paman yang urus."
"Ahahahahahahaha tenang saja, ilmu bisnis kamu— kan Paman yang ajarin." Membanggakan diri lagi.
"Kalau gitu boleh gak kalau aku recommendasikan Tante Lia sebagai sekretaris Paman?"
"Boleh kok, tapi dibawah kuasa kamu ya."
__ADS_1
"Kok gitu sih?"
"Becanda kok." Mengelus-elus kepala Aufa.
"Besok Kita akan merebut kembali kejayaan perusahaan Xeon!" Sambung Angga.
Keesokan harinya, Angga dan Lia datang kesebuah gedung yang sudah disiapkan Aufa untuk memulai kembali perusahaan Xeon.
"Apa kamu siap memulai kembali perusahaan mu?" tanya Lia menggenggam erat tangan Angga.
"Ya aku siap, sudah lama aku tidak berbisnis lagi," jawab Angga sambil mengencangkan dasi yang ia pakai.
Gedung yang hanya berlantai dua, menjadi tempat kembalinya perusahaan Xeon.
"Aku ucapkan terimakasih, kalian masih bersedia setia diperusahaan Xeon," ucap Angga membungkukkan badan.
"Baiklah kali ini kita akan berjuang kembali membangun perusahaan Xeon, kita akan mengukir sejarah baru lagi," ucap Angga kembali duduk.
Didalam rapat itu Angga memberikan arahan untuk seluruh anggota dewan yang hadir, kemudian dengan bantuan Lia sebagai sekretarisnya membuat penjelasan Angga lebih mantap lagi.
Setelah rapat selesai anggota dewan kembali ke devisi yang mereka pegang dan memerintahkan ketua setiap devisi perusahaan mengerjakan apa yang diperintahkan.
Ketua devisi juga memberikan perintah kesetiap tim yang ada didevisinya, dengan kekompakan dan keuletan pekerja, perusahaan Xeon perlahan-lahan membaik, hari ke-hari Angga terus berusaha melakukan yang terbaik, sampai perusahaan-perusahaan yang dulu pernah bekerjasama dengan perusahaan Xeon kembali mengikat kerjasama.
Hanya dalam jangka waktu setahun, perusahaan Xeon kembali berdiri dan merebut peringkat 3 besar perusahaan terbesar se-Asia.
__ADS_1
Karena kejayaannya ini menimbulkan perselisihan kembali dengan perusahaan luar.
"Apa kau baik-baik saja Sayang," tanya Lia memapah tubuh Angga ke atas kasur.
"Hari ini membuatku cukup kelelahan."
"Baiklah malam ini biar aku yang diatas kau cukup dibawah saja menikmati," rayu Lia menggoda Angga.
"Heh..., istriku malam ini cukup agresif ya," balas Angga mencium leher Lia.
"Apa kau masih ada tenaga untuk menggoda ku?" Mendorong tubuh Angga kedalam pelukannya.
"Apa kau meragukan kejantananku?"
Tubuh Lia terus diciumi Angga sampai meninggalkan bekas cup*ng, Angga yang mulai agresif terus meraba-raba tangannya ke daerah-daerah intim Lia.
"Apakau bisa sedikit lebih lembut," ucap Lia lirih.
"Ini bukan pertama kalinya kita melakukan ini," ujar Angga sambil tersenyum.
"Oke ..., aku akan bersedia sebagai teman malam mu," goda Lia membisikkan ketelinga Angga.
"Kau bukan teman malamku, tapi kau adalah Istri ku."
"Baiklah - baiklah ... aku akan menurut hanya untuk malam ini."
__ADS_1
^^^Bersambung...^^^