
...***...
"Pagi ini ada rapat penting Tuan, kemudian disiang hari ada penjamuan dengan perusahaan Neoro dari Prancis, kemudian sorenya ada ada jamuan makan dengan keluarga Alresca dan malamnya ada pesta peresmian jabang baru di kota Bandung," ujar Rendi menjelaskan jadwal kegiatan Angga.
"Baiklah akan aku kerjakan semua," ucap Angga dengan penuh semangat.
"Apa Tuan salah makan?" tanya Rendi yang keheranan.
"Tidak kok."
"Apa tuan demam?"
"Tidak juga."
"Biarkan dia Rendi." Memberikan isyarat untuk diam. Menuruni tangga rumah perlahan-lahan.
"Apa kau sudah puas menyiksaku malam tadi? sampai pinggangku terasa sangat sakit," bisik Lia. Angga hanya tersenyum sambil memakan makanan dimeja makannya.
"Pasti terjadi sesuatu yang membuat tuan Angga sangat bersemangat," gumam Rendi berpikir keras.
"Sayang, siang ini saya akan bertemu dengan teman lamaku," ucap Lia meminta izin.
"Cewe apa cowo?" tanya Angga sedikit kesal.
"Apakau cemburu?" ledek Lia menahan tawa.
"Tidak ...."
"Yasudahlah aku akan siap-siap dulu."
__ADS_1
"Siapa yang memberi mu ijin pergi?" bentak Angga.
"Tanpa izin mu aku akan tetap pergi."
"Aku tidak mengijinkan mu untuk pergi siang ini."
"Apa pedulimu dasar laki-laki pencemburu!" teriak Lia emosi.
"Apa salahnya kalau aku cemburu," gumam Angga menggerutu.
"Tuan ..." ucap Rendi menenangkan.
"Mari kita kekantor saja!" Beranjak pergi.
"Apa tidak apa-apa tuan?"
"Tidak apa-apa, biarkan saja."
Setelah Angga dan Rendi pergi, Lia kembali kemeja makan melanjutkan makanan yang ia makan tadi.
"Maaf Nyonya ada seseorang yang berkunjung," ucap kepala pelayan.
"Baiklah suruh masuk saja dan bereskan makanan dimeja," perintah Lia.
"Siap Nyonya."
"Alia Sudah lama kita tidak bertemu," ucap Anni Sen teman Lia sewaktu kuliah dulu. Ketika Alia dilanda musibah perusahaan dan keluarganya terancam hancur, teman-temannya hanya melihat sambil menatap sinis kepadanya, Alia yang sempat bersujud didepan rumah keluarga Sen namun tidak ada tanggapan yang baik, Alia diusir dan akhirnya terjerumus kesebuah club hiburan malam yang kebetulan itu tempat pesta keluarga Mahendra, tempat pertama kalinya bertemu dengan Angga.
"Anni kemana saja kau selama ini?" balasku dengan senyum palsu.
"Aku sedang ada diluar negeri dan pada saat kamu kerumahku aku sedang tidak ada dirumah jadi aku nggak tau kalau kamu Berkunjung," balas Anni mengada-ada.
__ADS_1
Tiba-tiba perut Lia merasa mual-mual, kepala sangat pusing.
"Apa kamu tidak apa-apa, Alia?" tanya Anni memapah tubuh Lia.
"Aku tidak apa-apa," balas Lia.
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit, bisa bahaya kalau terjadi apa-apa."
"Baiklah, maaf merepotkan."
"Tidak apa-apa kok." Tersenyum.
Diperjalanan kerumah sakit Lia terus-terusan mual-mual, "Apa kau salah makan?" tanya Anni merasa jijik.
"Aku tau tatapan jijiknya itu," gumam Lia.
Setalah sampai dirumah sakit, Lia dibawa keruangan dan diperiksa.
"Bagaimana dok? apa aku sakit?" tanya Lia.
"Tidak kok, selamat anda sudah hamil selama 3minggu," ucap dokter tersebut.
"Hamil?" gumam Anni.
"Bagaimana ini ..., apa Angga akan senang akan kehamilan ini?" gumam Lia.
"Terimakasih kasih dok atas bantuannya," ucap Anni.
"Terimakasih sudah mengantarku ke rumah sakit, Anni."
"Tidak apa-apa kok, mari aku akan antar kamu pulang."
__ADS_1
Lia hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil Anni.
^^^Bersambung...^^^