Takdir Cinta Kematian

Takdir Cinta Kematian
Bab 6 ( Pesta Keluarga )


__ADS_3


...***...


Sudah 3 bulan setelah kematian Sarah, Angga mulai kembali beraktivitas seperti biasa nya, namun dengan mengubah penampilannya.


"Lapor tuan, didepan ada seseorang wanita yang ingin bertemu dengan Anda," ujar tangan kanan Angga, namanya Rendi anak panti asuhan yang ia besarkan dan ia tau rahasia kutukan Angga, Tadi malam ia baru kembali dari luar negeri untuk mengurus kerja sama perusahaan.


"Apa yang sedang dilakukan Linda didepan kantor ku?" gumam Angga melihat kamera cctv yang terpasang di depan kantornya.


"Biarkan dia masuk dan langsung antar keruangan saya." Perintah Angga, Rendipun menunduk dan segera keluar dari ruangan Angga.



Rendi bergegas menjemput wanita tersebut dan mengantarkannya keruangan Angga.


"Wah ..., tak kusangka perusahaannya besar juga," ujar Linda terkagum-kagum.


"Tentu saja, Tuan Angga sudah berjuang keras mendirikan perusahaan ini."


"Mendirikan?" tanya Linda kebingungan karena perusahaan ini lahir sebelum kakek neneknya lahir.


"Sudahlah lupakan, mari lewat sini." mengarahkan kedalam sebuah lift khusus yang menuju keruangan Angga paling atas gedung.


"Wow, ada lift khususnya, dan temboknya dilapisi emas murni." Masih terkagum-kagum.


"Hampir saja saya keceplosan," gumam Rendi menutup mulutnya rapat-rapat.


"Sebelah sini nona, tuan Angga sudah menunggu didalam," ujar Rendi membukakan sebuah pintu ruangan.


Angga yang hanya berdiri di jendela kantor melihat pemandangan luar yang sangat luar biasa, "Ada perlu apa kamu kesini?" tanyanya dingin.


"Uwah..., pemandangan disini keren," sela Linda tidak mendengarkan pertanyaan Angga.



"Sialan baru kali ini aku didiemin," gumam Angga yang kembali duduk ke meja kerjanya.

__ADS_1


Setelah sekian lama Linda terkagum-kagum, Angga hanya terdiam memainkan sebuah pena di jarinya.


"Ohya! Apa kau bisa membantuku?!" teriak Linda memukul meja kerjanya Angga yang membuat Angga terkejut.


"Bantu?" tanya Angga membenarkan posisi duduknya.


"Sebenarnya .... " Linda pun menjelaskan apa yang sedang dialaminya, "Jadi seperti itu."


"Pesta Keluarga ya ... kebetulan saya juga diundang oleh keluarga Mahendra dan juga saya belum menuntukan pasangan wanitanya, yah ..., sebenarnya saya tidak terlalu suka datang ke pesta-pesta seperti ini," ujar Angga menyerahkan surat undangan dari laci mejanya.


"Dengan ku saja ya, aku mohon ...."



"Keuntungan yang aku dapat apa, jika aku mengajak kamu?"


"Keuntungan? hemm ..., bagaimana kalau permen." Memberikan permen dari sakunya.


"Aku bukan anak kecil!" teriak Angga.


"Balon? Badut? Taman bermain?"


"Aku mohon ..., aku akan melakukan apapun jika kamu mengijinkan aku ikut."


"Melakukan apapun?"


"Ya, aku akan melakukan apapun!" Menegaskan.


"Baiklah tanda tangani perjanjian kontrak ini." Memberikan sebuah kontrak.


"Oh, kontrak pernikahan ... "


"Kontrak pernikahan!?" Sambung Linda terkejut.



"Jadi kamu menolaknya ya ..., sekali lagi pintu keluar ada disebelah sana dan semoga beruntung."

__ADS_1


"Tidak demi pesta itu, baiklah aku setuju." Lindapun menanda tangani surat kontrak yang sebenarnya ia belum paham betul di usianya yang baru 17tahun.


"Bagus-bagus lagi pula aku tidak mau membawa sembarang wanita." Mengajak Linda kesesuatu tempat.


"Kau mau membawa ku kemana?" tanya Linda yang terseret-seret.


"Rendi siapkan mobil kita akan pergi kesesuatu tempat."


"Baik tuan, saya akan menunggu Anda di depan kantor."


Linda yang hanya mengikuti Angga dari belakang dengan tangannya yang sedang digandeng. Ralat bukan digandeng tapi ditarik-tarik.


"Sebenarnya apa yang membuat kakakku terlibat dengan laki-laki kasar ini," gumam Linda pasrah.


Angga langsung memasukkan Linda kedalam sebuah mobil yang sudah disiapkan Rendi.


Sepanjang perjalanan mereka hanya saling terdiam, suasana yang sangat canggung sulit untuk memulai pembicaraan.



"Kantor KUA?!" Sontak membuat Linda terkejut.


"Ya, kita akan menyerahkan ini surat pernikahan yang sudah kamu tanda tangani," ujar Angga keluar dari mobil.


"Ini serius aku akan menikah?" gumam Linda sedikit malu-malu.


"Kemarikan tanganmu."


"Baik."


^^^Bersambung...^^^


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


...Bantu Vote and likenya ya... dan jangan...


...lupa Klik tombol Favorit agar tidak...

__ADS_1


...ketinggalan Bab-bab berikutnya ><...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


__ADS_2