
...***...
Sontak Hatinya hancur berkeping-keping mendengar laporan dari Resepsionis nya.
"Pak ... Pak ... apa Bapak baik-baik saja?"
"Ya aku tidak apa-apa kok, terimakasih sudah memberi tahu."
"Sama-sama Pak."
Tut ... Tut ...
Suara telepon yang dimatikan.
"Apa aku telat? Kenapa semua ini terjadi lagi padaku? Kenapa ... kenapa ...!"
Angga datang kerumah sakit yang mengurus jenazah Sarah. Diruang jenazah tepat disamping Sarah.
"Sarah apa kau tau, kenapa aku menurunkan jabatan mu, aku hanya mau kamu terus tetap hidup walaupun tidak lagi berada disampingku, Sarah sebenarnya aku sudah jatuh cinta kepada mu, namun karena perasaan ini yang membuat kamu meninggal, apa aku egois karena sudah mencintai seseorang, apa aku patut disalahkan atas meninggalnya wanita yang aku cintai," ungkap Angga didepan jenazah Sarah.
" Keluarga nya tidak henti-hentinya menangis atas kepergianmu, sepertinya aku memang sudah tak sepantasnya hidup di dunia ini," gumam Angga melihat ke arah keluarga Sarah.
Angga pergi ke atap rumah sakit yang berlantai tujuh, tepat dipinggir bangunan tersebut ia membentangkan tangannya dan terjun bebas kebawah.
Bruk!
Sontak Warga yang melihat kejadian tersebut panik dan memanggil dokter.
Lagi-lagi setelah beberapa bulan kemudian Angga berhasil diselamatkan, luka ditubuhnya perlahan-lahan membaik.
"Apa anda sudah baik-baik saja?" tanya dokter yang sedang memeriksa nya.
"Aku baik dok, kenapa aku ada disini?" tanya Angga samar-samar tidak mengingat sesuatu.
"Anda terjatuh dari atas gedung rumah sakit ini."
"Yah ..., aku sudah mulai ingat sekarang."
"Ini semua, sebuah keajaiban Anda berhasil selamat akibat benturan yang keras."
"Keajaiban ya?" Menatap tangannya yang sedang diinfus.
"Baik pemeriksaan sudah selesai Anda sudah boleh pulang malam ini."
"Terimakasih dok."
Diamalam hari Angga dijemput Asisten rumah nya namanya Pak Eko yang sudah bekerja selama 30tahun dirumahnya.
" Ini sudah kejadian ke-10 kali anda jatuh dari gedung Tuan," ujar Pak Eko.
"Cuman bapak yang tau kutukan saya, jadi saya mohon rahasia kan ya Pak Eko."
"Tentu saja Tuan, ini rahasia yang sudah saya emban bertahun-tahun."
"Terimakasih Pak Eko."
Beberapa hari setelah kejadian itu Angga berkunjung ke makam Sarah menaruh sebuah bunga mawar yang sudah tidak ada durinya.
"Sekali selamat tinggal, semoga kamu bahagia disana." Meninggalkan pemakaman.
"Sudah siap pulang Tuan?" tanya Pak Eko.
"Iyah Sekarang kita pulang." Menaiki mobilnya.
Diperjalanan Mobil mereka dicegat seorang wanita yang sedang mengendarai motor Mio.
"Ada yang mengahdang Tuan."
Anggapun turun dari mobilnya dan menghampiri wanita yang menghalangi jalan mereka.
"Ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"Kau pembunuh, kau pasti menyuruh seseorang untuk membunuh kakak ku?" ujar wanita itu sambil melepaskan helm yang ia pakai.
"Pembunuh?" tanya Angga keheranan, namun setelah melihat wajah wanita tersebut, Angga langsung memeluknya, karena malam rambutnya sedikit tersamarkan, sebenarnya mereka memiliki warna rambut yang berbeda.
"Hey apa yang kamu lakukan?" teriak wanita tersebut.
"Kau masih hidup Sarah?!" ucap Angga lirih.
"Sarah?"
"Maaf seharusnya aku menghentikanmu keluar dari perusahaan."
Wanita tersebut sontak mendorong tubuh Angga sampai terjatuh.
"Aku bukan Sarah, aku Linda adiknya Alm. Sarah," teriaknya menjelaskan.
"Linda? adiknya?" masih kebingungan.
"Salam kenal Linda." Menjabat tangan Linda.
"Eh ...." Terkejut.
"Tangannya sama seperti tangan Sarah sangat lembut," gumam Angga.
"Tapi, apa kamu punya bukti kalau kamu adiknya Sarah?" tanya Angga.
Setelah Linda menunjukkan sebuah foto dengan kakaknya baru Angga percaya, dari wajah dan penampilan nya juga sebenarnya sudah ketahuan Linda sedikit lebih muda dari Alm. Sarah.
Setelah itu Linda di ajak masuk kedalam mobil dan motornya ditinggal begitu saja.
"Apa tidak apa-apa motornya ditinggal begitu saja?" tanya Angga.
"Tenang saja dirumah masih ada motor seperti itu dan aku bisa beli serenteng motor seperti itu. " Membanggakan diri sendiri. Angga hanya bisa tersenyum.
^^^Bersambung...^^^
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Judul : Keluarga Kecil Violetta
Genre : Romance, Comedy
Cuplikan Novel bagian ( Prolog )
...***...
Kisah ini menceritakan kebahagiaan keluarga kecil Violetta yang mungkin kalian damba-dambakan. Pasangan yang harmonis, selalu menjaga kemesraanya yang akan bikin kalian terbawa suasana.
Selamat membaca~
...***...
Violetta adalah anak dari Raisa dan Arya, pernikahan yang masih bisa dibilang cukup muda karena mereka menikah ketika Arya berusia 17 tahun dan Raisa berusia 16 tahun.
mereka mengadakan pernikahan dengan cukup sederhana, namun begitu romantis, waktu yang mereka jalani berdua, menjalin cinta bersama dan menua bersama.
Janji manis manis yang terucap ketika pacaran mereka tunaikan perlahan-lahan.
walaupun banyak masalah mereka tetap bersabar dan menghadapi masalah itu bersama-sama.
...***...
Mentari pagi yang menyilaukan membangun kan tidur mereka, Raisa turun dari kasur dan langsung ke dapur untuk masak, namun Arya yang dikenal Pemalas masih tergeletak lemas di atas kasur.
Setelah Raisa menyelesaikan masakannya, ia kembali ke kamar dan membangunkan Arya,
__ADS_1
" Sayank bangun udah pagi loh... " Bisik Raisa ditelinga Arya. " Lima menit lagi. " Balasnya menutup diri dengan selimut.
" Beneran gak mau bangun nih, gak bakalan dapet kiss pagi nih.... " Rayu Raisa kembali membisiki Arya.
Sontak Arya langsung bangun dan duduk siap untuk di cium Raisa, namun Raisa malah memberinya kecupan dikening, membuat Arya sedikit sebal. Dengan muka manyunnya seperti mobil bemo yang sedang mogok.
" Cuci muka dulu sana, Itu ilernya kemana-mana tuh... " Menarik selimut yang masih dipeluk Arya.
" Abis cuci muka cium ya, " Ujar Arya kembali menarik selimut.
" Iya-iya. "
Aryapun langsung bergegas kekamar mandi untuk cuci muka, namun ketika kembali Raisa sudah tidak ada dikamar. " Sayank..., sayankku dimana kamu? " Teriak Arya mencari Raisa menuruni tangga.
Melihat Raisa yang sedang makan hanya menggunakan celemek saja sudah membuat rasa keselnya hilang. " Sayank pagi-pagi udh pake pakaian yang menggoda saja. " Ledek Arya menarik celemek yang Raisa pakai.
" Ish, bentar atuh sayank lagi masak nih nanggung tadi kelupaan sama supnya. " Ujar Raisa mempertahankan celemeknya yang sedang berusaha Arya lepas.
" Hemm... Supnya harum... " Goda Arya mencium leher Raisa.
Bletak !
Suara centong yang mengenai kepala Arya, " Aduh sakit tau sayank. " Keluh Arya kesakitan. " Kan sudah kubilang nanti saja, aku lagi masak nih, kalo gosong gimna ?, duduk sana dimeja makan! " Teriak Raisa memarahi Arya.
" Huft, Punya istri galak amat. " Ucap Arya sebel.
" Gak suka. " Sela Raisa.
" Suka kok. " Raisa hanya menjawab dengan tersenyum. " Pagi-pagi udah ngerayu, " Gumam Raisa.
Beberapa saat kemudian sup yang Raisa masakpun sudah siap dimakan, Raisa membawanya perlahan-lahan kemeja makan, sedangkan Arya mengambilkan nasi untuk mereka dan menuangkan segelas air.
" Lagi-lagi makan pake sop ya? " Gumam Arya, aku harus kerja lebih keras lagi. Agar bisa makan enak setiap hari. " Walaupun hanya begini, aku sudah merasa sangat bersyukur karena kita masih diberikan rizki yang berlimpah. " Mendengar jawaban Raisa, Arya hanya diam termenung. " Emang gak salah pilih Istri. " Gumam Arya.
" Hari ini ada kerjaan apa? " Tanya Raisa memakan perlahan sup yang masih panas.
" Cuman disuruh bikin beberapa gambar kasar. "
" Apa sudah ada modelnya? "
" Sudah kok. "
" Apa pake boneka manekin mini? "
" Nggak kok. "
" Terus apa kalau nggak pake boneka? "
" Pake istriku tersayang "
" O'hok-o'hok " mendengar jawaban Arya, Raisa tersedak nasi yang sedang dimakan. " Makannya, makanya pelan-pelan dan kalo lagi makan tuh diem. " Ujarku menasehati istriku yang bodoh.
" Heh, Sayank aja kalo makan biasanya ngobrol, bahkan sampai buang angin . " Bales Raisa dengan nada ditinggikan.
" O'hok-o'hok, itu panggilan alam sayank. " mencoba menjelaskan.
" Hehhh.... " meragukan penjelasan Arya.
^^^Bersambung...^^^
*Silakan di baca si Novelnya ya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Bantu Vote and likenya ya... dan jangan...
...lupa Klik tombol Favorit agar tidak...
...ketinggalan Bab-bab berikutnya ><...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1