
...***...
Dipagi hari yang cerah, tiupan angin yang membuat daun-daun kering
bertebangan, langkah kaki seorang wanita yang sedang bersemangat untuk
melamar pekerjaan. Ia adalah Sarah wanita lulusan Smk di bidang informatika,
sudah banyak perusaaan yang ia kunjungi sudah banyak email yang ia kirim ke
berbagai perusahaan namun Sarah masih belum dapat menemukan pekerjaan
yang cocok.
"Yosh, hari ini aku pasti akan mendapatkan pekerjaan," gumamnya melangkah
pergi mninggalkan kosanya.
"Selamat pagi sarah, pagi-pagi udah bersemangat ya," ujar tetangga sebelah.
Beliau adalah seorang janda beranak satu yang sudah tiga tahun ditinggal
suaminya. Namun beliau sangat baik ke Sarah, selalu menemani curhatan sarah
ketika sedang gelisah dan beliau juga seorang pemilik toko bunga terkenal
dikota ini.
"Selamat pagi juga tante."
"Sepulang mencari pekerjaan, jangan lupa mampir ke toko bunga ya Sarah."
"Siap tante!" Memberikan hormat dan langsung pergi.
Dengan menggunakan hak tinggi, Sarah terus berlari karena tempat yang dituju
cukup jauh. ditengah perjalanan ia taksengaja di tabrak sebuah mobil mewah
berwarna hitam.
"Hey, kalau nyetir liat-liat donk!" teriak Sarah mengomeli pengendara mobil tersebut sambil memukul kaca mobilnya.
"Ya, ada yang bisa saya bantu," jawabnya dengan santai menurunkan kaca
mobilnya.
"Apakau tidak punya mata ya, ini jalan umum kenapa malah kebut-kebutan,"
ujar Sarah yang terus mengomel.
"Apakau buta? apakau tidak dapat melihat dengan jelas mataku ini. ah..., pasti
kamu tidak dapat melihat mataku karena ketampananku ya," ujarnya dengan
sombong.
Warga sekitar hanya melihat perkelahian mereka, karena jarang-jarang ada
tontonan gratis. beberapa saat kemudian setelah Sarah terus mengomel-ngomel
20menitpun sudah berlalu, "Ahk, ngomong sama orang kayak gini susah banget
dibilanginnya," ucap Sarah kesal dengan jawaban laki-laki ini.
"Kalau sudah tidak ada lagi yang perlu diomongin saya pergi dulu ya."
Menyalakan mesin mobilnya.
"Aku berharap tidak akan bertemu dengan laki-laki seperti kamu lagi!" teriak
Sarah melihat mobilnya pergi menjauh.
"Sial waktu 20 menitku yang berharga sudah terbuang percuma," gumam Sarah
__ADS_1
yang mulai panik.
Kemudian Sarah melanjutkan perjalanan nya ke sebuah perusahaan E-Tech, disana Sarah diwawancarai, kemudian menunggu hasil wawancara nya.
Sarah menunggu di tempat tunggu tiba-tiba datang Seseorang dengan setelan jas tapi menghampiri nya.
"Kamu mau melamar di perusahaan ini?" tanyanya sambil memegang kopi di tangannya.
"Iyah, ini pertama kalinya aku diminta wawancara."
"Pertama kali? apa sebelumnya belum pernah?"
"Sebelumnya aku langsung ditolak lewat E-mailnya."
"Memang cari pekerjaan di zaman sekarang itu sangat susah."
"Iyah ... aku tau akan hal itu."
"Kalau kamu gagal dari sini mau kemana lagi?" tanyanya mengakrabkan diri.
"Pulang dan mencari pekerjaan lain," jawab Sarah singkat.
"Ouh ... Bagaimana kalau kamu coba lamar di perusahaan Xeon katanya perusahaan itu 90% bakalan menerima pekerja yang baru melamar."
"Benarkah?" Masih merasa tidak percaya.
"Iyah dan katanya ada rumor kalau CEO disana sangat tamvan."
"Baiklah, kalau disini saya tidak diterima saya akan langsung pergi melamar ke perusahaan Xeon."
"Yasudah semangat ya, ini surat pernyataan bahwa kamu ditolak di perusahaan ini." Memberikan Surat Penolakan.
"Pantas saja aku merasa aneh dengan sikapnya itu," gumam Sarah menggerutu.
"Pintu keluarnya ada disebelah sana, semoga berhasil diperusahaan berikutnya." Melambai-lambai kan tangannya.
"Ditolak lagi ya, apa aku harus ke perusahaan Xeon, tapi kenapa aku seperti terdorong untuk melamar disana."
Sarahpun melanjutkan perjalanan, menuju Perusahaan Xeon menggunakan taxi.
"Pak, keperusahan Xeon ya."
"Siap, Non."
"Mau melamar diperusahaan Xeon ya mba?" tanya Pak supir.
"Iya, apa Bapak tau sesuatu?" balik bertanya.
"Oh tentu Non, Bapak ini dulu bekerja disana sebagai kepala administrasi."
"Terus kenapa sekarang jadi supir taxi Pak?"
"Itu karena kesalahan saya Non, dulu saya terlalu serakah akan harta sampai-sampai aku berani menggelapkan uang perusahaan namun aku tidak ditahan karena pengorbanan jasa sampai saat itu jadi saya hanya dikeluarkan saja."
"Apa CEO nya terlalu naif?"
"Tidak kok Non, menurut bapak dia CEO terbaik yang pernah bapak kenal, kalau bapak sadar lebih awal mungkin sekarang bapak bisa mencapai jabatan yang lebih tinggi."
"Ouh jadi gitu ya, terimakasih pak info nya."
"Iya Non, sama-sama."
"Itu perusahaan nya pak?"
"Iyah Non, nanti kita turun di depan ya Non."
"Okeh pak."
Beberapa saat berlalu, Sarah tiba diperusahaan Xeon, Perusahaan paling
terkenal dipenjuru dunia. Namun dengan penampilan Sarah yang berantakan,
Rambutnya yang kucel dan pakaiannya yang kotor membuatnya tidak pede
untuk masuk keperusahaan tersebut.
"Hei, sedang apa kau disini?" ucap seseorang dari belakang Sarah.
__ADS_1
"Cari kerjalah, aku pasti bakalan diterima diperusaan ini," ujarnya dengan
semangat. Sambil terus melihat penampilan laki-laki dibelakangnya yang
sedang memegang map kuning, "Apa kau juga akan melamar pekerjaan?
sudahlah cowo seperti kamu tidak akan diterim di perusahaan ini, menyerh
sajalah, pulang sana kepelukan mamimu," ucapnya meledek. Namun lelaki itu
hanya tersenyum.
"Mau sampai kapan kita berdiri diluar, tidak jadi melamar ya? ya memang
pantas sih, cewe yang kerjaanya cuman ngomel-ngomel doank emang bisa apa," ucap lelaki tersebut yang sudah berdiri disitu selama 10 menit lebih.
"Diamlah aku tidak butuh pendapatmu," Ujar Sarah meninggalkannya, " Heh,
takkusangka wanita ini cukup menarik," gumam lelaki tersebut.
Setelah masuk, Sarah langsung ke bagian resepsionis mennyakan tempat
wawancara yang mau melamar pekerjaan.
"Selamat pagi mba, ada yang bisa saya bantu?" Sapa resepsionis tersebut,
melihat kacaunya penampilan sarah.
"Tempat wawancara buat yang mau melamar pekerjaan dimana ya, Mba?"
tanya Sarah.
"Masukkan saja dia sebagai sekretaris CEO," sela lelaki tersbut.
"Hey, siapa kamu, ngatur-ngatur tempatku kerja!" Lagi-lagi sarah kelepasan
dan terus mengomel.
"Baru kali ini ada yang berani memarahi CEO kita," ucap para resepsionis
berbisik.
Tiba-tiba para karyawan yang lewat terus menyapanya pak dan sambil
membungkukan badanya, "Mba apa mba tidak tau kalau laki-laki ini aadalah
CEO perusahaan Xeon," ucap salah satu resepsionis berbisik ke Sarah.
"CEO perusahaan Xeon...!" teriak Sarah yang masih terkejut mendengar apa
yang dikatakan resepsionis.
"Kau sudah taukan siapa aku, jadi kalau kau tidak mau menerima tawaran
pekerjaan ini, silakan pintu keluar ada disebelah sana," ucap lelaki tersebut
dengan sombong.
"Siap pak, saya menerima tawaran bapak." Seketika langsung berbicara dengan
formal.
"Aku tunggu kamu diruangkerjaku." Memasuki Lift
"Ahk... sial, kenapa harus bekerja sama laki-laki brengsek itu sih, kalau saja aku
tidak membutuhan pekerjaan ini sudah aku tinggalkan perusahaan ini," gumam
Sarah, Bersandar di meja resepsionis.
^^^Bersambung...^^^
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...Bantu Vote and likenya ya... dan jangan...
...lupa Klik tombol Favorit agar tidak...
__ADS_1
...ketinggalan Bab-bab berikutnya ><...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...