
Inara Putri Pradita, seorang perempuan berparas cantik dengan rambut hitam panjang yang indah. Wajah yang cantik dengan lesung pipi yang membuatnya tambah manis, hidung mancung dan memiliki alis tebal dan sangat indah. Bulu mata panjang lentik serta bibir yang seksi menambah kecantikan pada putri ketiga dari pasangan Anita Pradita dan Bagas Sanjaya. Inara biasa dipanggil Nara. Nara memiliki sifat yang supel dan humble. Membuatnya mudah bergaul dan berteman dengan siapapun . Ia mempunyai dua saudara, satu laki-laki dan satu perempuan. Kedua saudaranya itu telah menikah. Jadi dirumah hanya tinggal ia dan kedua orang tuanya.
Axcel Pradana memiliki postur tubuh tinggi tegap. Pahatan wajah yang sempurna, dari mulai alis yang tebal, mata tajam, hidung macung, dan garis rahang yang tegas. Serta kumis tipis menambah ketampanan pada wajah nya. Putra pertama dari pasangan Wijya Kusuma Prdana dengan Anin Amijaya Pradana. Axcel memiliki adik laki-laki. Yang ternyata merupakan teman sekolah Nara.
Axcel merupakan sosok laki-laki dingin, datar. Tapi ketika ia bersama dengan keluarga dan orang-orang yang ia sayangi, ia akan berubah menjadi sosok yang sangat penyayang, lembut, dan bahkan sangat perhatian.
Kisah Nara dan Axcel dimulai pada saat Nara masih duduk bangku SMP. Pertemuan pertama mereka berkesan kurang baik. Karna Axcel adalah sosok laki-laki dingin dan datar. Dan Nara tidak suka itu. Bagaimana tidak, saat pertemuan pertama Axcel malah membiarkan Nara jatuh terpeleset, tanpa sedikitpun membantu.
Flash back on
" Awwwuhhh haiss sakit sekali pinggang ku" ucap Nara karna ia terpeleset di teras rumah temannya.
"Hai kak, bisa bantu aku tidak. Kaki dan pinggang ku sakit sekali" Nara lagi dengan menjulurkan tangannya kepada laki-laki yang ada di depan nya.
"Dasar gadis ceroboh." Jawab Axcel dang berlenggang pergi meninggalkan Nara yang masih terduduk.
"Uuh dasar cowok menyebalkan. Kenapa Adnan memiliki kakak seperti dia sihh. Sangat berbeda dengan Adan yang baik dan perhatian." Ucap Nara lagi sambil menggerutu kesal.
Flash back off
Singkat cerita karena Nara berteman baik adik dari Axcel yaitu Adnan Pradana, menjadikannya sering bertemu dengan Axcel. Karena sifat Nara yang ceria, periang, dan supel mebuat Axcel si batu es lama-lama mencair. Dan menyukai Nara.
"Ra hari ini kita belajar bersama di rumahku yuk, ajak yang lain juga. Bagaimana? " Tanya Adnan kepada Nara.
"Boleh. Tapi ajak Hana sama Sindi juga ya" Jawab Nara.
" Baiklah, kalau begitu aku ajak Rendi sama Tino juga" ucap Adnan lagi.
Sore itu Nara dan kawan-kawan belajar bersama di rumah Adnan, mengingat mereka sebentar lagi akan memasuki ujian akhir.
Dirumah Adnan, mereka belajar sampai hari menjelang malam.
"Apa kalian akan bermalam disini?" Tanya ibu Anin
" Enggak tan, kita pulang. " Jawab Rendi.
"Tapi hari sudah mau mulai malam" ibu Anin lagi.
" Kita pulang aja tante" ucap Nara sopan.
__ADS_1
"Kalian para laki-laki bisa pulang sendiri kan??" Tanya ibu Anin lagi.
"Bisa tan, " jawab mereka. "Nah kalau untuk Sindi dan Hana, karna rumah kalian dekat, kalian di antar Adnan aja ya, tante khawatir soalnya" ucap ibu Anin.
"Iya tante" Sindi menjawab.
"Untuk Nara karna rumah kamu yang paling jauh, kamu di antar kak Axcel ya ra.
Kak kamu antar Nara ya, kasian dia". Ucap ibu Anin pada Axcel.
"Iya mah". Ucap Axcel.
" Kami pamit tante" ucap mereka.
" Iya hati-hati" ibu Anin.
" Ra ayo, aku antar kamu pulang" ujar Axcel.
"Kak Axcel yakin?" Tanya Nara
"Mengapa tidak? Ayo. Pakai helmnya dulu ra" ujar Axcel
" Kak. Ini gimana sih susah banget. " Rengek Nara pada Axcel.
Lalu Axcel memakaikan helm pada Nara. Jerak wajah mereka sangat dekat mebuat Axcel bisa melihat dengan jelas pahatan wajah Nara yang sangat sempurna. Axcel terdiam sesaat karna terpesona.
"Kak. Kak Axcel. Kok malah liatin Nara sih." Ucap Nara
Axcel tersadar. "Maaf ra. Ayo" .
Motor melaju sedang. Membelah jalanan kota Bandung yang ramai.
"Ra kamu mau lanjut sekolah kemana?" Tanya Axcel
"Nggak tau. Sini aja kali. Soalnya Nara juga belum bisa kalau harus jauh dari keluarga ka."
"Ra, apa kamu sudah terpikir untuk mempunyai kekasih?" Tanya Axcel.
" Kok kak Axcel tanya gitu. Ini aku aja baru mau ke SMA lho. Mana bisa aku kepikiran pacaran." Ucap Nara.
__ADS_1
Sejenak Axcel menghentikan laju motornya.
" Kak, kok berhenti di sini? Rumah Nara masih jauh lho ini." Ucap Nara.
" Kakak bicara sebentar boleh?" Tanya Axcel.
"Bukannya dari tadi ngomong ya." Jawab Nara.
" Ra. Aku suka sama kamu" ucap Axcel sambil memegang bahu Nara. Membuat Nara syok sekaligus salting.
" Tapi aaku aaku masih.." Nara terbata-bata
"Ra aku tau, tapi aku nggak bisa terus mendam ra. Aku sayang sama kamu. Ya aku tau perbedaan kita cukup jauh. Kamu masih SMP dan aku bahkan sudah kuliah" tegas Axcel.
" Tapi cuman kamu ra, cuman kamu yang bisa membuat aku seperti ini. Aku belum pernah jatuh hati pada siapapun. Tapi saat aku melihat kamu. Aku sangat yakin kalau aku cinta sama kamu ra". Ucap Axcel
" Kak, Nara bingung harus gimana? Nara..." Ucap Nara terpotong karna Axcel sudah lebih dulu berbicara lagi.
" Kamu ngga perlu jawab apa-apa ra. Karna aku tau ini masih terlalu dini buat kamu. Kamu cukup rasakan dan terima setiap kasih sayang dan perhatian dari aku. Dan jangan dekat dengan lelaki manapun. Bisa? Ujar Axcel.
" Iiiya kak" jawab Nara gugup. Dengan wajah yang sudah memerah.
" Makasih" jawab Axcel sambil memeluk Nara.
" Hai gadis kecil. Kau milik ku. Selamanya kau akan menjadi milik ku." Bisik Axcel pada Nara sambil tersenyum dan mengusap kepala Nara.
Nara yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja salting. Walaupun usia nya masih sangat muda tapi ia bisa merasakan dan mengerti akan cinta.
" Dengarkan aku baik-baik. Aku Axcel Prdana, aku hanya akan menikah dengan satu wanita. Yaitu Inara Putri Pradita" ucap Axcel dengan yakin mengatakan itu.
" Kak Axcel apaan sih malu tau kalau di denger orang. Lagian aku juga masih kecil." Ucap Nara dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.
" Biarkan saja. Biar semua tau kalau kau adalah gadis kecilku. Jodohku." Ujar Axcel yakin.
" Ya sudah sekarang kita pulang yuk. Gadis kecilku" ucap Axcel sambil tersenyum.
" Kakaaakk.. iihh malu " rengek Nara sambil tersenyum.
Axcel yang melihat itu tentu saja gemas. Gadis kecilnya memang menggemaskan.
__ADS_1