Takdir Cinta Pertama

Takdir Cinta Pertama
Tentang Axcel


__ADS_3

Axcel Pradana nama yang di berikan orang tuanya ketika ia lahir kedunia. Axcel merupakan sosok laki-laki yang memiliki pribadi yang dingin jika dia berada di lingkungan yang tidak tepatdl dan orang yang tidak tepat juga. Tapi Axcel akan berubah menjadi pribadi yang sangat perhatian dan penyayang bila dia berada bersama orang yang tepat atau berada di lingkungan keluarga dan kerabat dekatnya.


Axcel merupakan orang mandiri, sedari kecil ia selalu ingin hidup sederhana. Meskipun dia lahir di tengah keluarga yang berada, tapi Axcel tidak pernah menjadikan itu sebagai patokan hidupnya. Karena baginya ia hanya akan menikmati hasil dari jerih payah dan kerja kerasnya bukan hasil kerja keras orang tuanya.


Hal itu terbukti dari bagaimana Axcel yang berjuang membangun bisnisnya sendiri. Meskipun kecil tapi ia tidak berkecil hati dan tetap mensyukuri itu.


Tentang Kisah percintaan, Axcel seperti nya kurang beruntung. Karena dia tidak bisa bersatu dengan wanita yang dia cintai. Dia malah harus menerima perjodohan yang sangat tidak disukai oleh nya. Kisah cintanya dengan Nara sang pujaan hati harus kandas begitu saja karena Nara memutuskan hubungan dengan nya tanpa alasan yang jelas. Tentu hal itu benar-benar membuat hidup Axcel berubah. Nara benar-benar berpengaruh besar bagi hidup Axcel. Karena Nara adalah orang pertama dalam hidup Axcel. Nara adalah cinta pertama Axcel dan mungkin akan menjadi cinta terakhir baginya. Karena Axcel sendiri telah berjanji bahwa dia hanya akan mencintai satu wanita setelah Mama nya yaitu Nara.


Setelah berpisah dengan Nara hidup Axcel bagaikan malam yang gelap. Axcel bahkan tidak perduli dengan kesehatan tubuhnya. Yang dia lakukan hanya fokus pada kuliah dan pekerjaannya. Bahkan sekarang usaha yang baru Axcel di Jakarta sudah cukup terkenal. Namun Axcel lupa kalau kesehatan nya memburuk sampai pada suatu ketika Axcel ditemukan tidak sadarkan diri oleh sahabatnya didalam apartemen nya.


"Ni si Axcel kemana lagi, jam segini belum sampe toko. Mana hari pelanggan banyak banget lagi, terus mau ada wawancara juga masa owner nya kagak ada sih" ucap Indra sahabat Axcel.


Ya hari ini di toko Axcel akan ada wawancara serta louncing produk terbaru dari rumah produksi milik Axcel. Tapi sampai jam sebelas siang Axcel belum juga muncul kepermukaan. Dengan terpaksa Indra menyusul Axcel ke apartemen nya.


Sampai di apartemen Axcel Indra langsung masuk begitu saja, karena memang dia sudah pin apartemen milik Axcel yang mana itu adalah tanggal lahir Nara. Indra terkejut bukan main saat melihat Axcel yang tergeletak tidak sadarkan diri dilantai dengan wajah yang sangat pucat. Tanpa pikir panjang Indra lalu membopong tubuh Axcel dan membawanya keluar serta meminta bantuan pada pihak apartemen untuuk membawa Axcel ke rumah sakit. Tak lupa Indra juga menghubungi orang tua Axcel.


Orang tua Axcel sampai di rumah sakit dengan wajah yang sangat khawatir.


"Indra bagaimana keadaan Axcel?" Tanya Papa Wijaya.


" Asam lambung Axcel kumat om, Axcel juga kecapean. Belakang ini Axcel jarang makan nasi ia terus bekrja kuliah bekerja kuliah begitu setiap harinya tanpa memikirkan kesehatannya" ucap Indra menjelaskan tentang Axcel yang sekarang.


"Sekarang Axcel juga jadi pendiam dan sangat jarang berbicara, Axcel juga sering marah- marah. Bahkan ketika ada karyawan yang melakukan sedikit kesalahan saja Axcel akan langsung ngamuk tak karuan om. Indra rasa ini ada hubungannya dengan Nara om. Karena semenjak Axcel putus dengan Nara Axcel menjadi begini. Nara sangat berarti bagi hidup Axcel om" imbuhnya lagi.


Mendengar penuturan Indra hati Mama Anin sangat teriris. Dia benar-benar merasa bersalah kepada anaknya itu. Begitu pula dengan Papa Wijaya. Tapi sekarang mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Perjanjian nya dengan almarhum sahabatnya itu tidak bisa dia batalkan.


"Pah ini semua salah kita pah, bagaimana hidup Axcel kedepan nya. Mama kan sudah bilang Axcel hanya cinta sama Nara pah" ucap Mama Anin dengan suara yang tinggi, dia benar-benar kecewa dengan keputusan suaminya itu.

__ADS_1


"Tapi Papa sudah terlanjur janji mah. Mau bagaimana sekarang. Membatalkan nya pun tak bisa karna sahabat Papa sudah meninggal. Sudah biarkan saja pernikahan itu akan tetap terjadi mah. Kita berdoa saja semoga hidup anak kita bisa kembali seperti dulu dan menerima Difa sebagai istrinya" ucap Papa Wijaya.


"Papa benar-benar tega ya sama anak sendiri. Pokok nya jika terjadi apa-apa dengan Axcel, Papa yang harus tanggung jawab. Dan kita lihat apa wanita yang Papa pilihkan untuk Axcel itu wanitan baik-baik atu tidak" ucap Mama Anin sangat dingin.


"Apa maksudmu mah? Dia itu perempuan baik-baik. Orang tuanya saja orang yang baik jadi jangan menuduh orang sembarangan mah" jawab Papa Wijaya.


"Kita lihat saja nanti seperti apa wanita yang Papa pilihkan itu" Mama Anin menjawab perkataan suaminya tak kalah dingin.


" Om, tante. Sebaiknya kita tidak membahas masalah itu disini. Apalagi saat ini Axcel pun belum sadarkan diri" Indra menengahi kedua orang tua itu.


"Maaf nak Indra tante terbawa emosi tadi" ucap Mama Anin tidak enak hati.


Sudah seminggu Axcel masih belum sadarkan diri. Kondisi Axcel memang cukup parah.


Perlahan Axcel mulai membuka matanya. Dia dapat melihat bahwa disekelilingnya sudah ada kedua orang tuanya dan adiknya. Axcel menatap sekeliling seperti mencari sesuatu.


"Kak Axcel cari siapa?" Tanya Adnan.


Semua orang menghela nafas mendengar jawaban Axcel.


"Nara tidak kesini kak, dia sibuk kuliah apalagi sekarang sedang ospek, aku saja samapi ijin karena tidak mengikuti ospek di kampus" Adnan menjelaskan pada Axcel.


"Sudah berapa lama aku disini, dan sudah hari aku tertidur?" Tanya Axcel dengan nada bicara yang dingin dan tatapan mata yang kosong.


"Sudah seminggu kamu tidak sadar nak" ucap Mama Anin, air mata meluncur dari pelupuk matanya karena sedih dengan kondisi anaknya.


" Bahkan sudah tidak peduli dengan ku, apa benar-benar tidak berarti untuk nya. Disaat aku seperti ini pun Nara tidak ada bahkan untuk sekedar menjenguk ku" perkataan yang di lontarkan Axcel membuatsemua orang ikut sedih, tatapan mata yang kosong dan suara yang pilu serta air mata yang mengalir dari kedu pelupuk matanya.

__ADS_1


Mama Anin beranjak pergi kaluar dari dari ruangan Axcel karena tidak kuat melihat kondisi anaknya. Lalu di susul oleh Papa Wijaya. Kini didalam ruangan hanya ada Adnan dam Indra.


"Xcel loe nggak boleh kayak gini, loe harus bangkit. Dunia belum berakhir Xcel" Ucap Indra mencoba memberikan semangat pada sahabatnya itu. Ia juga sedih melihat Axcel yang terpuruk seperti sekarang.


" Loe bisa ngomong kayak gitu karna loe nggak tau apa yang gue alamin. Hidup gue hancur bersama dengan perginya Nara. Loe bahkan taukan segiman berarti nya Nara buat gue" jawaban Axcel. Masih dengan tatapan mata yang kosong.


"Kak. Apa yang di bilang kak Indra benar. Kakak harus bangkit" kali ini Adnan yang berbicara. Adnan tidak menyangka jika kakak nya bisa sehancur sekarang ini.


" Sudah tidak akan pernah tau rasanya jadi aku. Apa kalian masih akan bisa berbicara seperti ini jika kalian ada di posisi ku. Cinta ku, kebahagiaan ku, bahkan semangat hidup ku pergi. Sekarang apalagi yang bisa menjadi alasan aku bertahan" ucap Axcel.


"Mama dan Papa. Apa kakak melupakan mereka?" Jawab Adnan.


" Ya Adnan benar, masih banyak yang sayang sama loe Xcel. Loe nggak sendiri. Dan lagi kalau memang Nara jodoh loe dia oasti balik sama loe, sekalipun nanti loe udah nikah jika kalian memang berjodoh pasti akan ada jalan buat kalian bersatu" ucap Indra meyakinkan Axcel.


"Tapi gue di jodohin, bagaimana bisa gue kembali sama Nara" Axcel merespon perkataan sahabatnya itu.


"Loe percaya takdir tuhan kan. Tidak ada yang tidak mungkin jika loe emang ditakdirkan dengan dia. Sekarang loe hanya perlu bangkit jalani dan terima semua ini. Jika memang akhirnya loe nggak bersatu dengan Nara loe harus terima dengan lapang dada" lagi lagi Indra meyakinkan sahabatnya.


Lama Axcel berpikir lalu Axcel menjawab perkataan sahabtnya.


"Loe bener gue harus bangkit. Gue nggak boleh kayak gini. Makasih kalian ada buat gue" ucap Axcel lalu menatap adik dan sahabat nya itu.


" Iya kak, sekarang kakak fokus pada kesembuhan kakak. Kasian Mama ka. Mama benar-benar terpukul lihat kondisi kakak" ucap Adnan.


"Maaf aku udah bikin kalian khawatir" ucap Axcel pada Adnan.


Hari ini Axcel sudah boleh pulang dari rumah sakit. Axcel begjanji pada dirinya bahwa dia akan bangkit. Meskipun pada kenyataannya Axcel tetap tidak berubah. Dia tetap menjadi ofang yang pemarah, dingin, dan yang pasti masih tetap sama abai akan kesehatan.

__ADS_1


Seperti sekarang yang Axcel pikiran hanya kerja kerja kerja dan kerja.


Ya, Axcel berubah menjadi oarng yang gila kerja. Jika dulu dia selalu ada waktu untuk bersantai bahkan dikala hari weekend Axcel selalu menyempatkan diri untuk menemani Nara . Tapi sekarang hanya kerja dan kerja, bahkan saat hari weekend pun Axcel kerja.


__ADS_2