Takdir Cinta Pertama

Takdir Cinta Pertama
Perjodohan Axcel


__ADS_3

Saat ini Axcel benar-benar tidak karuan. Ia marah dan membanting semua barang yang ada di apartemennya, semua terlihat berantakan dan berserakan di lantai. Axcel benar-benar hancur ketika Nara memutuskan hubungan mereka secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Saat ini tubuhnya luruh kelantai dengan tangis dan amarah yang masih memuncak tapi Axcel sudah lemas saat ini.


"Nggak Ra, nggak bisa. Kamu ngga bisa kayak gini sama kakak Ra. Kakak cinta banget sama kamu Ra, kenapa kamu tega sama kakak Ra." ucap Axcel dengan pilu sambil memandangi foto Nara dan mengusap foto tersebut.


"Aku harus pulang sekarang juga. Aku harus temui Nara dan meminta penjelasan dari dia, dia nggak bisa akhiri semua ini gitu aja. Nggak bisa." ucap Axcel lalu ia bangkit dan meraih jaket dan konci motor yang ada di nakas samping ranjangnya. Namun langkahnya terhenti kala suara ponselnya berbunyi.


Drrtttt drrrtttt drrrttt


"Haisss siapa sih yang telpon, ganggu aja." ucap Axcel dengan kesal lalu mengangkat telepon yang ternyata dari temanya Indra.


"Hallo Xcel loe jadi kan sekarang kesini. Katanya loe mau survei tempat buat buka cabang bisnis loe. Buruan gue udah sampai di tempat nih, dan pemiliknya udah nungguin loe." kata Indra disebrang sana.


"Batalin aja deh besok aja, saat ini gue ada urusan yang lebih penting dari pada itu." ucap Axcel.


"Nggak bisa Xcel, besok pemiliknya udah mau berangkat ke Surabaya dan kesempatan loe cuma hari ini aja. Loe nggak sayang apa di batalin gitu aja, susah loh kita buat dapetin nih tempat, apalagi strategis gini tempatnya. Udah deh buruan loe kesini atau loe bakal kehilangan kesempatan ini." ucap Indra yang tak terima Axcel membatalkan perjanjian begitu saja.


"Tapi ini lebih penting lagi buat gue." jawab Axcel tidak mau kalah.


"Xcel ini juga buat menunjang bisnis loe, kalau loe udah punya tempat di Jakarta gue yakin bisnis bakal makin maju. Percaya sama gue." ucap Indra meyakinkan Axcel.


Axcel lalu berpikir, memang apa yang temannya bilang ada benarnya. Apalagi ini merupakan cita-citanya untuk memperluas bisnis fashion nya itu.


"Oke gue kesitu sekarang." jawab Axcel yang akhirnya menyetujui permintaan temannya itu.


"Nah gitu dong dari tadi pake ada acara mau batalin segala lagi loe, aneh loe kemaren aja kita susah-susah buat ngeyakinin pemilik nih tempat buat jual ama kita, lah sekarang loe malah mau batalin setelah mereka setuju, aneh banget tau nggak loe."ucap Indra.


Tanpa menjawab perkataan temannya Axcel memamtikan sambungan begitu saja.


Disebrang sana Indra dibuat kesal oleh kelakuan temannya itu.


"Dasar teman nggak ada akhlak emang dia." ucap Indra kesal.


Ditempat lain tepatnya di rumah keluarga Axcel saat ini sedang kedatangan tamu yaitu keluarga dari orang yang akan di jodohkan dengan Axcel. Wanita yang akan dijodohkan dengan Axcel bernama Difa, dia adalah anak dari pasangan Bram dan Wina yang merupakan sahabat Papa Axcel. Namun Bram sahabatnya itu harus terlebih dahulu pergi karena penyakit jantung yang di deritanya. Sebelum pergi Bram menitipkan anaknya pada Papa Axcel dan meminta agar menikahkan anaknya dengan Axcel. Dan Papa Axcel menyetujuinya tanpa membicarakannya kepada Axcel terlebih dahulu.


"Mah kenapa kita mesti kesini sih, buat apa coba? lagian dari awal aku udah bilang kalau aku nggak mau di jodohin mah." ucap Difa pada mamanya.


"Difa kamu harus turutin kemauan Papa kamu nak, ini permintaan terakhirnya." ucap Mama Difa.

__ADS_1


"Tapi ma, aku nggak cinta sama dia, dan aku juga nngak kenal sama dia. Terus dia juga belum tentu mau di jodohin sama aku." ucap Difa.


"Cinta nanti datang sendiri, lagian Mama yakin kalau udah ketemu sama dia kamu nggak bakal kecewa, dia ganteng mapan dan pekerja keras. Udah nurut aja sama Mama." ucap Mama Difa lagi.


"Kalian udah dateng, aduh maaf ya nunggu lama." ucap Mama Axcel tidak hati karena tidak tau kalau tamunya sudah sampai.


"Nggak papa jeung Anin, kita juga baru sampe kok." ucap Mama Difa.


"Ini anak kamu jeng?" tanya Mama Axcel.


"Iya ini Difa anak ku." ucap Mama Difa.


"Wah cantik sekali kamu nak, siapa nama kamu nak?" tanya Mama Axcel.


"Difa tante." jawab Difa sambil menyalami Mama Axcel dan senyum yang dipaksakan.


"Nama yang cantik seperti wajahnya." ucap Mama Axcel, tapi di lubuk hatinya ia mengatakan kalau Nara lebih cantik lagi dari pada Difa, Nara juga lebih ramah dan sopan.


Ya, memang dari awal Mama Axcel tidak menyetujui perjodohan ini. Tapi mau bagaimana lagi suaminya tidak pernah bisa di tolak, apalagi sekarang suaminya itu sudah berjanji kepada almarhum sahabatnya. Jadi mau tidak mau Mama Axcel harus menerima Difa jadi menantunya. Meskipun ia sangat menginginkan Nara lah yang jadi menantunya dan menjadi pendamping hidup anaknya itu.


"Oh ya jeng kita kesini mau membicarakan tentang perjodohan anak kita." Ucap Mama Difa kepada Mama Axcel.


"Tante yakin Axcel akan menerimanya?" Tanya Difa


"Ya, karena suami saya itu tidak pernah bisa di tolak. Apalagi sekarang beliau sudah berjanji dengan sahabatnya itu." Ucap Mama Axcel dengan raut wajah yang sedikit dingin.


Obrolan mereka terus berlanjut, meski Mama Axcel sebenarnya kurang srek dengan kehadiran mereka.


"Oh ya tante, kalau boleh tau katanya Axcel punya usaha sendiri, usaha apa tante?" Tanya Difa.


"Axcel punya usaha di bidang Fashion, sebenarnya ia masih merintis disini ia memepunyai dua toko dan satu rumah produksi. Tapi walaupun masih merintis usahanya lumayan maju, bahkan pakaian hasil produksinya sudah banyak yang di ekspor ke luar negeri." Ucap Mama Axcel.


"Masih metintis tante?" Tanya Difa sedikit syok.


"Ya." Jawab Mama Axcel singkat, dan ia menatap raut wajah Difa dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Kenapa ngga nerusin usaha keluarga aja, nerusin perusahaan gitu, kan perusahaan keluarga tante sudah terkenal?" Tanya Difa lagi.

__ADS_1


"Sebenarnya suami saya sudah menawarkannya dan menyuruh Axcel untuk terjun ke perusahaan. Tapi ya gitu, Axcel menolak karena alasan ingin berdiri di kaki sendiri. Begitulah Axcel, tapi saya merasa bangga sih walaupun orang tuanya mempunyai perusahaan yang cukup besar, dia tidak mau memanfaatkan itu." Ucap Mama Axcel dan di jawab dengan anggukan oleh Difa.


Ya, memang keluarga Axcel mempunyai perusahaan di bidang properti yang cukup besar tapi Axcel memilih memulai bisnisnya sendiri di bidang Fashion.


Seminggu berlalu, setelah kedatangan keluarga Difa kerumah keluarga Axcel. Saat ini Mama Axcel menelpon anaknya itu bermaksud ingin membicarakan masalah perjodohan nya karena Axcel menolak untuk pulang dengan alasan masih banyak pekerjaan. Padahal sebenarnya Axcel saat ini belum siap untuk bertemu Nara, meskipun Axcel ingin sekali bertanya apa alasan Nara memutuskan hubungan dengan nya, tapi Axcel urungkan karena pada saat itu Axcel sempat bertanya pada Mama Nara, dan Mama Nara hanya menjawab tidak tau. Hal itu membuat Axcel sedikit kesal dan mengira bahwa Nara mempunyai tambatan hati lain.


"Hallo nak bagaimana kabarmu?" Tanya Mama Axcel pada Axcel.


"Baik ma, Mama sama Papa gimana sehat?" Jawab Axcel lalu bertanya kembali.


"Baik nak, Mama baik Papa juga baik." Jawab Mama Axcel.


"Ada apa Ma, tumben nelpon Axcel?" Tanya Axcel.


"Kamu tau aja kalau Mama telpon ada maksud."Ucap Mama Axcel.


"Ya karna nggak biasanya Mama nelpon Axcel." Ucap Axcel to the point.


"Bagaimana hubungan kamu sama Nara nak?" Tanya Mama Axcel.


"Itu dia mah, Nara tiba-tiba putusin Axcel dengan alasan yang nggak jelas." Jawab Axcel dengan lesu.


"Kamu sudah tanya dengan benar pada Nara? Atau kalian ada masalah, atau kamu ada salah yang membuat Nara mengakhiri hubungannya sama kamu?" Tanya Mama Axcel.


"Nggak mah, Nara cuma bilang percuma Axcel tau alasannya pun Axcel takan bisa mengubah apapun. Nara juga bilang kalau hubungan kita akhirnya memang akan berakhir dan Axcel sama Nara nggak akan pernah bisa sama-sama." Ucap Axcel dengan sangat pilu.


"Apa mungkin Nara sudah mengetahui tentang perjodohan ini, tapi dari siapa apa mungkin dari Adnan. " Ucap Mama Axcel dalam hati.


"Oh ya Ma, Mama ada apa sebenarnya nelpon Axcel." Tanya Axcel lagi.


"Aah sebenarnya Mama mau bialng kalau kamu sudah dijodohkan sama Papa kamu nak, dengan anak sahabat Papa kamu." Ucap Mama Axcel dengan berat hati.


"Apa mah di jodohkan? Mah yang benar saja. Axcel aja baru putus loh sama Nara, bahkan sampai sekarang Axcel belum tau apa alasan Nara memutuskan hubungan dengan Axcel. Dan sekarang Mama bilang Axcel di johohin? Mah please.... yang benar aja." Ucap Axcel tidak rela.


" Mama serius nak, Mama juga sebenarnya kurang setuju. Tapi ya kamu tau sendiri kan papa kamu tidak bisa di tolak." Jawab Mama Axcel.


"Tapi Ma, sampai kapanpun Axcel nggak akan pernah mau mah. Axcel cuma cinta sama Nara." Ucap Axcel dengan suara yang sedikit meninggi.

__ADS_1


"Maaf nak, sebaiknya kamu pulang dulu kita bicara dirumah." Ucap Mama Axcel lalu menutup telponnya.


__ADS_2