
Hari ini adalah hari keberangkatan Axcel. Didalam kamar Nara tersu mondar-mandir tak karuan. Ia benar-benar tak tenang karena ia merasa belum siap untuk melepas Axcel pergi.
Tapi ia sudah berjanji bahwa ia akan mendukung Axcel menggapai cita-citanya. Samapai suara deru motor di depan rumah menyadarkannya. Nara langsung berlari keluar kamar dan menghampiri Axcel yang saat ini sudah ada di ruang tamu rumah Nara. Tanpa menunggu lagi Nara langsung lari menghampiri Axcel dan memeluk Axcel dengan erat, tanpa memperdulikan orang tuanya yang juga ada sana. Sedangkan Axcel ia kaget dengan apa yang di lakukan Nara, ia lalu tersenyum kikuk sambil melihat ke arah orang tua Nara.
"Ra, hei kamu kenapa hemm?" Axcel bertanya dengan lemut kepada Nara.
Nara hanya menjawab dengan gelengan kepala dan mata yang terpejam menikmati aroma maskulin yang khas dari tubuh Axcel.
"Ra, jangan gini dong kakak malu sama mamah kamu, disini ada mamah kamu loh ra. Kalau mau peluk boleh kok, boleh banget malahan, tapi jangan disini yaa. Ada mamah kamu tuh lagi liatin, kamu nggak malu apa?" Axcel berbisik pada Nara
"Haiss ada mamah, kenapa aku lupa sih kalau ada mamah di sini" gerutu Nara dalam hati sambil mengencangkan pelukannya pada Axcel.
"Ra lepas dulu kakak susah nafas ini" ucap Axcel.
Lalu Nara melonggarkan pelukannya pada Axcel. Mamah Nara hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak gadisnya itu.
"Raa..." ucap Axcel lagi.
"Nggak mau" jawab Nara.
"Kenapa nggak mau?" tanya Axcel.
"Malu, sama mamah" ucap Nara yang masih memeluk Axcel dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Axcel.
Rasanya Axcel benar-benar ingin tertawa dengan sangat keras, tapi ia tahan, Nara benar-benar sangat lucu dan menggemaskan dimata Axcel.
"Dasar anak nakal kamu yah" ucap mamah Nara sambil menjewer telinga Nara.
__ADS_1
"Aww awwwuhhh sakit mah, kok di jewer sih telinga Nara" jawab Nara sambil melepaskan pelukannya pada Axcel dan mengaduh kesakitan.
"Ya kamu, masa sama mamah malu sama Axcel enggak" ucap mamah Nara.
"Tapi nggak harus di jewer juga kali mah" jawab Nara sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Axcel yang melihatnya sangat gemas. Rasanya Axcel sangat ingin mencium bibir seksi Nara itu.
"Udah-udah. itu Axcel nya mau berangkat loh Ra, tar kesiangan loh dia" ucap mamah Nara menyadar kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu.
"Oh iya mah, Ra kakak kesini mau pamitan. Mah Axcel mau pamitan sama mamah juga. Axcel harus melanjutkan pendidikan S2 Axcel mah. Axcel titip Nara ya mah, jangan dikasih ke siapa siapa Naranya. Axcel janji Axcel akan segera kembali setelah pendidikan Axcel selesai." ucap Axcel pada mamah Nara dengan sungguh-sungguh.
Medengar penuturan Axcel hati Nara merasa sangat sedih ia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Raa.. kakak pamit ya, jaga diri baik-baik selama kakak nggak ada di samping kamu, jangan ceroboh lagi, jangan suka telat makan lagi, karna kakak nggak akan bisa terus ingetin kamu dan negur kamu seperti saat kakak ada disamping kamu. Kakak sayang sama kamu Ra" ucap Axcel pada Nara dengan satu tangan memegang tangan Nara dan satu lagi menghapus air mata Nara. Bukannya berhenti menangis air mata Nara malah semakin deras saja, bahkan mamah Nara pun ikut terenyuh melihatnya. Axcel lalu memeluk Nara dengan sangat erat, seolah tak ingin melepaskan pelukannya pada Nara.
"Kakak sayang banget sama kamu sayang" ucap Axcel berbisik pada Nara
"Nara juga sayang kakak, sayang banget kaak, berat rasanya buat Nara ngelepasin kakak pergi, tapi Nara nggak bisa egios" jawab Nara sambil terisak.
Nara hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Kakak jaga diri baik-baik disana, jangan nakal, jangan lirik-lirik cewek lain" ucap Nara.
"Iya, kakak janji sayang" jawab Axcel.
Keduanya lalu melepaskan pelukannya masing-masing.
Cup
__ADS_1
Axcel mengecup kening Nara dihadapan Mama Nara.
"Jaga diri kamu ya" ucap Axcel lagi
"Iya kak, kakak juga" jawab Nara dengan mata sembab dan sesekali air matanya terjatuh
"Iya pasti. Kakak pamit ya" ucap Axcel
Mereka lalu keluar rumah untuk mengantarkan Axcel kedepan.
Axcel lalu memakai helm nya dan mulai menaiki motor kesayangannya itu, ia lalu melambaikan tangannya kepada Nara sambil tersenyum dan di balas oleh Nara dengan lambaian tangan dan senyum yang di paksakan.
Motor Axcel pun melaju keluar dari pekarangan rumah Nara, semakin lama semakin menjauh dan bahkan sudah tidak terlihat lagi.
"hhhhhaaahh" Nara menghela nafasnya panjang. Berat. Rasanya sungguh berat. Melepaskan kekasih hati pergi jauh dari kita, seperti kehilangan separuh jiwa kita. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
"Sudah, doakan saja yang terbaik untuk Axcel , jika kalian berjodoh kalian pasti bersatu, kalaupun terpisah jarak dan waktu, pasti akan ada jalan untuk kalian menyatu" ucap Mama Nara sambil mengusap punggung sang anak.
"Iya mah, sekarang Nara benar-benar harus terbiasa tanpa kak Axcel" jawab Nara dengan lesu.
"Perpisahan ini hanya untuk sementara, kalian pasti bertemu dan bersatu lagi. Mama dapat melihat betapa besarnya cinta Axcel sama kamu sayang, dan mamah sangat bersyukur untuk itu, karena putri mamah mendapatkan laki-laki yang luar biasa" ucap Mama Nara sambil tersenyum.
"Iya mah, mamah benar" ucap Nara membenarkan perkataan sang ibu.
"Yaudah yuk masuk" ajak Mama Nara, dan di jawab anggukan oleh Nara. Mereka pun masuk kedalam rumah dan Nara langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci didri didalam kamar.
Didalam kamar Nara menangis sejadi-jadinya, menumpahkan semua kesedihan yang sedari tadi ia pendam.
__ADS_1
Begitu pula dengan Axcel yang ada di perjalanan, pikirannya terus tertuju pada Nara. Ia pun tidak bisa menyembunyikan lagi kesedihannya. Axcel sebenarnya sangat sedih dan berat untuk meninggalkan Nara. Axcel juga merasa bahwa perpisahanya dengan Nara akan menjadi perpisahan yang sangat panjang dan menyakitkan, tapi ia selalu berusaha menepis pikiran negatif nya itu. Ia terus meyakinkan diri bahwa ia dan Nara akan bertemu dan bersatu kembali.
Maaf ya teman-teman semua kalau banyak salah dan typo, soal nya masih sangat awam dan amatiran banget. Maklumlah ini karya pertama ku.😊