
Reiyana queeni Hendra kabur dari rumahnya karna tak mendapatkan kenyamanan lagi di sana yang bersumber dari pertengkaran orang tuanya yang setiap hari di saksikannya membuat dia muak dan memutuskan untuk keluar dari rumah yang di anggapnya neraka dunia itu.Awalnya reiyana tidak tau harus pergi kemana.. dengan bermodal uang saku bulanannya yang minggu lalu di kasih papanya reiyana meninggalkan ibu kota besar tempat kelahirannya itu dan memulai kehidupan barunya di sebuah kota kecil.
"Kamu!!..Udah jam berapa ini baru pulang,kemana aja kamu ha!!" Bentak Hendra pada istrinya
Ini bukan kali pertama mereka bertengkar,hampir setiap hari pertengkaran antara suami istri itu terjadi dan itu di dengar oleh reiyana yang kamarnya di lantai dua.
"Aku kemana itu bukan urusanmu,urus saja selingkuhanmu yang gak tau malu itu!"sambil berjalan sempoyong karna mabuk
"Dasar istri g ada gunanya!!"marah hendra sambil mencengkram tangan Fina dan menyeretnya ke kamar mereka yang sudah suram seperti tak ada lagi ketenangan Dan kenyamanan disana
"Aww...sakiitt lepasss!!"berontak fina sambil meringis
"Tenangkan diri kamu duluu dari pengaruh minuman itu.Lihatlah kamu sekarang..sangat menyedihkan!!"ucap hendra sambil menutup pintu dan menguncinya dari luar
"Bukaa!! Buka!! Sialan!! Ahh bad***h gilaa"
"Buka hiks hiks"tangis fina sambil menggedor-gedor pintu sampai tak ada tenaga lagi dan karna pengaruh alkohol akhirnya ia tertidur di lantai marmer dingin dekat pintu itu.
....
Hendra keluar dari kamarnya yang masih menyisakan kemarahan.reiyana yang akan naik ke tangga berpapasan dengan papanya.
"Papa"
"Sayang,, ngapain kamu turun ini udah tengah malam"
"Aku haus..air di kamarku udah habis"sambil memperlihatkan botol air yang baru di isinya tadi di bawah
"Yaudah habis ngambil air minumkan..sampai kamar langsung tidur ya sayang"
"Iya pah..ehh papa mau kemana!?"
"Papa keluar sebentar sayang,,,cari angiin"dalih hendra yang tak mau anaknya berfikir lain tentang dirinya
"Ohh"ucap reiyana ber oh ria namun di dalam hati dia bingung.
"Hati hati ya pa jaga diri papa dan jangan terlalu kasar sama mama"kata reiyana menghentikan langkah hendra
"Iya sayang kamu kek mau pisah aja sma papa"canda hendra ke reiyana tanpa curiga sedikitpun
"Ga pa..aku cuma khawatir sama papa dan mama udah itu aja"
" Iya anak papa yang maniis"kata hendra hanya di balas senyuman oleh reiyana
__ADS_1
Karna jujur baru kali ini dia senyum lagi pada papanya setelah sekian lamanya dia tidak senyum tulus sama papanya.
"Yaudah tidur lagi sana"
"Iya pa"
Hendra berjalan keluar pintu utama sampai tak tampak lagi di mata reiyana.
Sedangkan sampai di kamar reiyana duduk di kasurnya sambil memangku lutut isak tangisnya dalam diam terdengar menyesakkan bagi siapa yang mendengarnya dan sayangnya tak ada yang bisa mendengarkan karna kamarnya kedap suara.
Reiyana membuka hpnya dan mereset ulang hp tersebut tapi sebelum itu dia sudah mencatat no hp penting di note booknya.
Setelah mereset ulang, reiyana segera buka aplikasi pembelian tiket pesawat yang penerbangan malam.Ternyata tak banyak penerbangan malam karna sudah larut dan hanya ada beberapa penerbangan,, reiyana tanpa pikir banyak langsung check out.
sekarang dia sudah berganti outfit serba hitam sekarang dia hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa lolos sampai gerbang utama rumahnya.
Bahkan reiyana sudah mempersiapkan dengan sangat baik dari jauh hari,mulai dari koper sudah ready yang dititipkan ke teman dekatnya yang rumahnya di dekat bandara. sekarang reiyana hanya membawa tas selempangnya saja.
Sampai di bawah reiyana berpapasan dengan bi Ani kepala pelayan rumah yang berjaga di rumah utama karna yang lainnya malam tidak di perbolehkan ke rumah utama.Bi ani di percayakan mengatur segala urusan rumah karna sudah puluhan tahun mengabdi di rumah hendra.
"Eh non reiyana mau kemana tengah malam gini"
"Mau kerumah temen aku bi ayahnya temen aku baru aja meninggal dan kayaknya bakalan nginap di sana"dalih reiyana dengan kondisi muka yang meyakinkan seperti habis nangis dan faktanya memang begitu..wajahnya sembab karna nangis tadi
"Innalillahi..yaudah hati hati ya non udah malam soalnya"jawab bi Ani tanpa curiga
Reiyana dengan berjalan santay seolah dia emang pergi ke tempat temannya sehingga tidak ada yang curiga termasuk satpam yang menjaga di gerbang dan faktanya rei memang sering keluar malam diam-diam namun kali ini tidak di lakukannya.
Sebuah mobil modif hitam seperti sudah menunggu kedatangan kayla
"Ayok masuk cepetan rey"
"Sabar dong cok"sahut reiyana sambil menatap dalam rumah besar yang udah seperti mension itu tapi isinya sangatlah hampa
"Jalan mel"
"Lu langsung ke bandara nih?"kata mela sambil menstart mobilnya
"Iya"jawab singkat rey sambil memejamkan matanya
"Truus ntar gw kalo kangen gimana??"
" Yaudah lu ikut gw aja" jawab reiyana enteng
__ADS_1
"Gila aja lo!!..kalau gw siap di bunuh papa gw sih gass"canda mela yang tak ada lucunya
"Ntar gw kabarin lo ya kalau gw udh sampe di my new place!"
"Sure beibehh!!..truss BGS lu apain rey!?"tanya mela sambil menatap Reiyana.
BGS(Black Girl Shadow) adalah geng berandal yang isinya hanya cewe-cewe doang yang di bawah pimpinan reiyana.Geng ini sangat terkenal pembuat onar di kota tersebut..tapi dengan kepintaran dan kelicikan ketua geng itu selalu berhasil enyah dari jangkauan polisi..dan polisi yang memiliki jabatan lumayan tinggi di sana pun paman kesayangannya reiyana.
"Bilang aja ma temen-temen kita gw hiatus dulu atau gak gw undur diri dah jadi ketua"jawab reiyana enteng
"Serius lu rey!?"kaget mela tak percaya..bisa-bisa dia ngomong begitu entengnya padahal mela tau seberapa susah mendirikan geng berandal itu
"Dua rius mel!!...gw capek sama masalah idup gw blom lagi orang tua gw tingkahnya kek remaja labil...gw kabur biar nenangin diri total dan BGS butuh ketua yang bisa ngatur merekalah"jelas reiyana panjang lebar namun dengan komuk datar
"Truss yang bisa gantiin posisi lu sape dongg...gw sih jujurly ga sanggup and g bisa,lu tau sendiri kan gw ga se pintar dan selicik lu"
"Kak melisa kan ada..diakan wakilnya kalo gw ga ada otomatis dia lah yang jadi ketua...kak lilis kita kann...?"
"Bijaksana!!" Kata mereka kompak seperti sudah tau apa yang akan mereka ucapkan..
Melisa adalah kakak kandung mela..mereka sudah seperti kembar kalau sudah berdampingan.Mama mereka sudah lama meninggal dan papanya yang sibuk kerja di perusahaannya membuat mereka kurang perhatian dan alhasil masuk ke geng berandal yang di ciptakan oleh sahabat adiknya,dan anehnya melisa dan reiyana mudah akrab yang membuat mela bingung padahal dulu dia butuh effort supaya bisa dekat dengan rey.Dan sekarang melisa sudah menganggap reiyana adiknya begitupun sebaliknya.
"Hahaha tu lu tau"sambung reiyana tertawa namun seberapa detik kemudian mukanya kembali datar
"Itutuh udah kek yelyel kak melisa..nah udah sampe nih penerbangan lu jam berapa!??"
"Ntar lagi keknya"jawab reiyana sambil liat jam di tangannya
"Rey!! Lu hati hati ya reyy jaga dirilu baek baek..pasti hidup yang lu jalanin ga bakal semudah yang kita bayangin"kata mela sambil memegang tangan kayla
"Lebay lu!!sejak kapan nih mela gw cengeng gini?"ucap reiyana sambil memeluk sahabat satu satunya itu
"Air mata gw berharga tauk..jarang jarang nih gw nangis gini"jurus lebay mela keluar..reiyana pun mempererat pelukannya
"Yaudah sono lo ntar ketinggalan pesawat lagi" sambung mela lagi sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya
"Yaudah gw berangkat dulu ya mel..makasiih banget ya lo nolongin gw dan thanks buat semuanya deh pokoknya dan sampein maaf gw ke bgs yaa"reiyana turun dari mobil dan mengambil kopernya di bagasi
"Satu lagi gw minta sama lo mel lu jagain mama gw ya...walaupun gw tau lu g bisa ngapa-ngapain"ucap reiyana sambil di selingin canda menyedihkan
"Yaudah babayy best preeendddd!!"treak Mela cempreng yang hanya di balas lambaian oleh reiyana..tanpa menunggu lama lagi mela meninggalkan bendara takut ketauan sama keluarganya karna udah ikut campur masalah reiyana.
...
__ADS_1
bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak follow & vote dan jangan lupa komen dan kasih sarannya makasiih💕