Takdir Cinta Pilihan Allah

Takdir Cinta Pilihan Allah
bab 9. ajarin saya sholat!


__ADS_3

..."Jika kau ingin memperbaiki hidup dan bingung mau mulai darimana,maka mulailah dengan memperbaiki sholatmu"...


...****************...


Hari menunjukan pukul 3 dini...seperti biasa, Gus Haidar terbangun dan hendak melaksanakan sholat tahajud,ia ke kamar mandi masih dalam keadaan belum sadar sepenuhnya.


Sesudah wudhu dan keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti pakaian yang sebelumnya memakai baju tidur sekarang sudah mengenakan baju koko dan sarung yang terbalut indah di pinggang menutupi sampai mata kakinya.


Haidar merentangkan sajadah dan melakukan sholat tahajjud dengan khusyuk..setelah selesai sholat ia melanjutkan dengan dzikir sembari menghitung tasbih di tangannya.


Sesudah haidar berdzikir,ia merentangkan tangannya dan berdoa


"Ya Allah,ya tuhan kami..segala puji bagi-Mu, Tuhan yang Maha Perkasa, hamba mohon permudahkanlah urusan hamba, sebagaima Engkau permudah urusan Fir’aun kepada Musa, dan lunakkanlah hati manusia sebagaimana Engkau melunakkan besi bagi Nabi Daud. Engkaulah sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya penolong. Wahai Tuhan yang Maha Hidup, Maha Penguasa, Tuhan yang punya Keagungan dan juga Kemuliaan. Perkenankanlah doaku Ya Allah.


Ya Allah yang maha pembolak balik hati manusia,,hamba tau ini adalah bagian dari takdir-Mu..hamba ikhlas menjalaninya ya Allah,hamba menerima apa yang telah Engkau berikan dan hamba bersyukur dengan apa yang hamba miliki,termasuk pendamping hidup yang telah Engkau siapkan di lauhul mahfuz-Mu...maka dari itu Lembutkanlah hati istri hamba,bukakanlah pintu taubatnya,


permudahkanlah segala urusannya dan ringankanlah cobaanya.hanya kepada Mu hamba meminta dan hanya kepada Mu hamba berserah..Aamiin"


'Aamiin'bukan hanya gus haidar yang mengamini doanya.. reiyana pun ikut mengamini doa tersebut di dalam hati


Reiyana memang sering terjaga malam karna haus,namun dia bingung kenapa ia sudah berada di ranjang?.. bukankah ia semalam tidur di sofa?


Reiyana pun memeriksa bajunya dan menyingkap selimutnya


'Hufftt.... Masih utuh...awas aja tuh orang macam-macam ma gw'ucapnya dalam hati


"Kemana tuh cowo?"ujar reiyana sambil turun dari ranjang


Karna tidak ada air minum di kamar terpaksa dia berjalan mengambil air di dapur rumah itu,,setelah mengambil air,Dia baru sadar kalau sayup-sayup ada suara orang yang lagi bicara dari arah ruangan kecil dekat kamar mandi.


Reiyanapun mendekat ke arah ruangan khusus tanpa pintu itu dan melihat punggung seorang pria yang berstatus suaminya itu sedang mengadahkan tangan ke depan yang ia yakini pria itu sedang berdoa.


Reiyana mendengar setengah dari doa Gus Haidar yang membuat hatinya tersentuh dan terharu.


Mendengar Gus Haidar mengaminkan doanya Reiyana pun ikut mengamini


Setelah berdoa Gus Haidar mengambil Al-Qur'an di atas meja di dekat dia duduk,lalu membukanya dan mengawali bacaannya dengan ta'auz dan basmallah


Reiyana yang penasaran berjalan mendekat dan duduk di belakang haidar tanpa sepengetahuannya,ia terenyuh mendengarkan lantunan bacaan dari suara merdu itu sampai tak sadar Gus Haidar sudah mengakhiri bacaan Al-Qur'an nya.


Setelah meletakkan kembali Al-Qur'an yang tadi di bacanya ke tempat semula,haidar tak sengaja menoleh ke belakang dan melihat reiyana duduk terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Sejak kapan kamu duduk disini?"tanya haidar setengah kaget


"Kamu ustadz kan?"bukannya menjawab reiyana malah balik bertanya

__ADS_1


"iya?"


"ajarin saya sholat ustadz"pinta reiyana tiba-tiba membuat gus haidar kembali kaget,bukan tak percaya tapi apakah ini nyata?


Sungguh Allah membolak-balikan hati manusia lebih ringan daripada manusia yang membolak-balikan tangannya.


"Dan bacaan tadi juga..saya juga mau membacanya"ujarnya lagi


"Kamu yakin?"ucap gus haidar setelah sadar dari keterkejutannya


"Gw ga pernah bercanda"ujar reiyana dengan raut wajah datar


Haidar mengambil kembali Al-Qur'an yang tadi sudah di letakannya,lalu memperlihatkannya ke arah reiyana


"Ini namanya Al-Qur'an..sungguh kamu belum melihat sebelumnya?"


"Gw tau itu Al-Qur'an..tapi saya tak tau cara membacanya"ujar reiyana menunduk sekarang ia agak merasakan malu yang entah datang darimana yang bahkan sebelumnya belum ia rasakan.


"Baiklah mari ikut saya"ujar haidar beranjak dari duduknya,meletakkan peci yang tadi di pakainya ke meja kemudian melangkah ke kamar mandi.


"Eh...?"


"Sebelum memulai sholat kita harus wudhu dulu"ujar haidar menjelaskan sebelum wanita di depannya ini berfikir macam-macam.


Di kamar mandi itu hanya memiliki satu kran air khusus untuk wudhu dan keperluan lainnya,akhirnya haidar mengambil shower untuk berwudhu dan mempersilahkan reiyana menggunakan kran air.


Setelah berwudhu mereka keluar dari kamar mandi,haidar baru ingat kalau di rumahnya itu tidak ada mukena


"Sebentar...saya mau ke depan dulu"


"Kenapa ga gw search go*** aja yak...yaudah deh"ucap reiyana berbicara sendiri sambil berjalan ke kamarnya mencari ponsel yang semalam terletak di perutnya


"Dimana ya hp gw...nah ini dia"ujarnya tersenyum tipis melihat hpnya yang terletak di atas meja di dekat ranjang


"Gw ketik apa ya?"


Sedangkan Gus Haidar sampai di ndalem,ia tau kalau orang ndalem udah pada bangun


"Assalamualaikum"haidar mengucap salam sambil mengetuk pintu


"Waalaikumsalam"jawab seorang gadis yang masih memakai mukenahnya.


"Dek...pinjamkan mas mukenah mu..untuk reiyana"


"Mas ga masuk dulu?"

__ADS_1


"Gausah dek..mas udah di tunggu"


"Sebentar mas..adek ambilin dulu"ucap nafisha berjalan ke arah kamarnya


"Ini mas...mukenahnya masih baru,bilang ke mbak reiyana ya mas,ini hadiah dari adek untuk mbak rey"ucap nafisha lembut seraya memberikan sebuah tas khusus yang berisi mukenah itu


"Makasih ya dek..nanti mas sampaikan,Dan..bilang juga ke Abi ya dek..kalau mas shalat subuh hari ini di rumah..kalau gitu mas pergi dulu, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah mendapatkan apa yang jadi tujuan gus haidar,ia pun kembali ke rumah.


Saat sampai di rumah haidar melihat reiyana sedang duduk di sofa sedang fokus melihat ponselnya sampai kedatangannya tak di sadari..namun aneh,kening wanita itu mengkerut seperti orang bingung


"Waalaikumsalam"ujar reiyana seperti sudah mulai terbiasa dengan ucapan salam.


"Kenapa?"ucap gus haidar tanpa basa-basi


"Hmm...gini..disini katanya wudhu itu harus baca niat dan sudah wudhu juga harus baca doa?"ucap reiyana masih tetap fokus ke hp.


"Dan..saat sholatnya pun harus pakai kain kayak gini"ujar reiyana lagi sambil memperlihatkan layar ponselnya ke arah haidar


"Maksudmu ini?"ucap haidar sambil menyodorkan apa yang di bawanya tadi


"namanya mukenah...ini..di kasih nafisha,katanya ini hadiah untuk kamu..masih baru"


"makasiih"ucap reiyana


tanpa bertanya lagi wanita itu segera memakai mukena itu dan mengikat tali yang ada di kepalanya.


saat waktu sholat subuh tiba..tak jauh dari seperti wudhu tadi, saat sholat reiyana mengikuti setiap gerakan demi gerakan yang di lakukan Gus Haidar


begitupun setelah selesai sholat,haidar berdzikir. reiyana yang tak tau lagi harus ngapain hanya memperhatikan haidar.


ketika haidar mengangkat tangannya seperti yang dilihatnya tadi,reiyana pun ikut mengangkat tangannya walaupun ia hanya terdiam tidak tau harus membaca apa.


"Aamiin"


setelah mengusap wajahnya, haidarpun membalikkan badannya menghadap ke belakang dimana ada reiyana yang sedang menunduk


"heii!...kamu sedih?"ucap haidar yang melihat Reiyana yang sedari tadi hanya menunduk


"tidak!"


"berceritalah..saya akan mendengarkan"ujar gus haidar lemah lembut.

__ADS_1


"hmm.."


bersambung...


__ADS_2