Takdir Cinta Pilihan Allah

Takdir Cinta Pilihan Allah
bab 5. persiapan


__ADS_3

...sabar adalah ilmu tingkat tinggi.Dan sabar ada dua macam yaitu sabar atas sesuatu yang tidak kita inginkan dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kita inginkan.di balik kesabaran pasti ada hikmahnya....


...


setelah kepergian kyai Abdillah..Gus Haidar berpamitan kepada reiyana dan nafisha untuk mengajar karna profesinya memang guru di pesantren itu dan hari ini Haidar ada jadwal mengajar.reiyana yang melihat nafisha memakai seragam santripun menyuruh nafisha sekolah.


sekarang hanya dia yang tinggal sendirian di ndalem.Ndalem ini adalah rumah tempat tingga kyai Abdillah dan ummi Salma bersama anak-anaknya.


karna terlalu lelah reiyanapun berbaring di sofa bahkan sampai ketiduran karna memang semalam dia tidak tidur.


saat jam istirahat tiba,nafisha berniat menemui reiyana untuk mengajaknya berjalan-jalan menikmati suasana pondok pesantren yang bisa merefresh otak karna nafisha tau pasti tidak mudah bagi reiyana menerima kenyataan ini bahkan dia yakin kehidupan reiyana berbanding terbalik dengan kehidupan pesantren.


namun saat membuka pintu nafisha melihat reiyana yang meringkuk tidur di sofa


"pasti tidak nyaman tidur di sana"gumam nafisha sambil mendekat ke arah sofa berniat membangunkan dan menyuruh reiyana pindah ke kamarnya agar tidur lebih nyaman


"mbak...bangun mbak...pindah yuk mbak ke kamar nafisha,disini pasti gak nyaman tidurnya"ujar nafisha mencoba membangunkan reiyana


reiyana pun terbangun dan mengikuti sarannya nafisha karna memang sangat tidak nyaman tidur di sofa itu,reiyana tidak berani ke kamar yang bahkan dia tak tau kamar siapa-siapa saja di rumah itu.


di ndalem ini memiliki 3 kamar,kamar utama yang di tempati oleh ummi salma dan kyai Abdillah,satu kamar tamu dan satunya lagi kamarnya nafisha yang dulunya adalah kamar ning Aira,setelah ning Aira menikah dan ikut suaminya ning aira pulang ke pesantren Al-Huda di hari tertentu saja dan akan menempati kamar tamu yang kosong.


lalu dimana kamar gus haidar?


...


waktu berlalu dan sholat zuhur sudah usai sebagai pertanda sholat Jumat pun sudah lewat Gus Haidar datang bersamaan dengan kyai Abdillah


"assalamu'alaikum Abi"ujar Gus Haidar mengucap salam


"walaikumsalam waromatullahi wabarokatuh nak...Abi tadi sudah menelpon ummi,katanya mereka akan sampai jam 3 dan untuk orang tua nak reiyana tadi Abi sudah telpon juga spertinya tadi yang menjawab papanya"ucap kyai Abdillah mengawali pembicaraan dan mencoba menjelaskan


"baiklah..terimakasih Abi"


"nak...Abi tau ini bukan salah kamu tapi mencoba bersabar dan tabah adalah yang paling tepat untuk saat ini sebagaimana firman Allahpada surah ke 64 QS. At-Taghabun Ayat 11:

__ADS_1


مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ


maaa ashooba mim mushiibatin illaa bi-iznillaah, wa may yu-mim billaahi yahdi qolbah, wallohu bikulli syai-in 'aliim


"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."


ucap kyai Abdillah menjelaskan kepada anaknya


"insyaallah Abi..Haidar sabar dan tawakal kepada Allah"ucap haidar mencoba tabah karna dia tau ini adalah bagian ujian dari Allah


dengan didikan orangtua dan pendidikan yang ia dapat di luar negeri menjadikan Gus Haidar menjadi orang yang berilmu dan patuh kepada orang tua.


yaa..Gus Haidar memang S2 tamatan cairo university.Dengan jalur beasiswa,ia dapat menamatkan kuliahnya dan menjadi alumni universitas tersebut.Bukan tak mampu membiayai pendidikan luar negeri tapi memang karna kepintarannya Gus Haidar tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menempuh pendidikan disana dan sekaligus menambah pengalaman, begitulah pikirnya.


"ternyata anak Abi memang sudah dewasa"ucap kyai Abdillah sambil tersenyum bangga


"yaudah sekarang kamu persiapkan semuanya untuk sore nanti...kita tak tau jodoh dari Allah datang kapan,dimana dan bagaimana..mungkin jodohmu datangnya seperti ini jadi berikanlah kesan terbaik"ujar kyai Abdillah tak bosan-bosannya beliau menasehati anaknya itu.


"baik Abi.."Haidar dan kyai Abdillah pun masuk ke ndalem dan pergi menuju dapur ndalem


kyai Abdillah dan Gus Haidar pun sampai di dapur,,disana sudah ada reiyana dan nafisha yang sedang makan.Kedatangan mereka membuat reiyana berubah kikuk


"maaf Abi..nafisha makan dan mbak reiyana makan duluan"


"tak apa-apa nak..lanjut lagi makannya"ujar Abi sambil mengambil makanan.


mereka makan dengan kidmat,,namun tak lama terdengar suara salam dari depan


"itu ummi.. suara ummi bi"ujar nafisha antusias


"baiklah mari kita kedepan menyambut ummi mu"


mereka berempat pun keluar dari dapur menuju depan


"walaikumsalam ummi"

__ADS_1


"ummi Nana kangen ummi" ujar nafisha berlari memeluk umminya


"apa kabar sayangnya ummi...uhh ummi juga kangen sama kamu"balas ummi Salma sambil mengusap kepala anak bungsunya itu


"Alhamdulillah baik ummi..."


kejadian tersebut tak luput dari pandangan reiyana yang membuat dia teringat akan mamanya bahkan sebelum dia kabur dia tak sempat menemui mamanya.


'kok gw jadi teringat mama ya...sekarang mama sedang apa ya?'reiyana hanya bisa membatin.


Gus Haidar yang sedang tersenyum melihat ummi dan adiknya tak sengaja menatap ke arah reiyana...di wajah datar gadis itu,dia menangkap raut kesedihan yang sebelumnya tak ia lihat bahkan pada saat para warga mencemoohkannya.


"hmm...ada yang gak kangen mbak Aira nihh padahal udah lama ga ketemuu!..."ucap Ning Aira mencairkan suasana


"mbaak...Nana juga kangen sama mbaak!"ujar Nana sambil menyalami dan memeluk Kaka perempuannya itu


'sungguh keluarga yang harmonis'interaksi keluarga itu sedikit membuat reiyana iri karna mengingat keluarganya hanya sibuk dengan pekerjaannya dan orang tuanya yang sering bertengkar sungguh jauh dari apa yang ia lihat sekarang.


Gus Haidar menyalami ummi dan Abang iparnya,merekapun saling bersalaman.


reiyana yang bingungpun terkejut ketika tangannya di ambil oleh wanita paruh baya itu..tangan lembut itupun menyalaminya,,reiyana yang canggung hanya bisa menunduk


"ummi,Ning Aira dan mas Farhan pasti cape.. lebih baik kita istirahat dulu"ucap Gus haidar


disana juga ada dua anak laki-laki Ning Aira,


yang satu berusia 13 tahun dan satu lagi berusia 7 tahun yang sedang di gendong oleh ayahnya karna ketiduran di perjalanan.


mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat karna perjalanan dari luar kota kesini menghabiskan waktu yang cukup lama membuat mereka lelah.


Bersambung....


assalamualaikum wr.wb


bantu like and vote untuk karya pertamaku dan jangan lupa tinggalkan jejak dan sarannya.

__ADS_1


terimakasiih..💕


__ADS_2