
...Bersedih itu hak kita sebagai manusiawi, Sangat manusiawi!.Namun bersedih itu seperti di dalam air,jangan sampai larut,hanyut dan tenggelam...
Sore ini setelah ba'da ashar dan para santri dan santriwati bubar setelah selesai sholat,mesjid pesantren Al-Huda sudah di sulap menjadi tempat pernikahan sederhana.Tidak ada yang berkesan disana,
Hanya ada meja tempat akad akan yang akan di langsungkan..acaranya sangatlah sederhana,hanya beberapa warga saja yang di perbolehkan melihat dan akan menjadi saksi pernikahan dadakan itu.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Haidar afham Abdillah bin Abdillah dengan anak saya Reiyana Queeni Hendra binti Hendra Pratama dengan maskawin seperangkat alat sholat,sepasang cincin dan uang tunai sebesar 1 juta dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya reiyana Queeni Hendra binti Hendra Pratama dengan maskawin tersebut,tunai!"ucap gus haidar dalam satu tarikan nafas dengan penuh keyakinan
"Bagaimana para saksi!"
"SAH!!sah!!"
"Alhamdulillah!!"ucap gus haidar mengusap wajahnya biar bagaimanapun juga pernikahan ini suci dan sakral baginya.
Gus haidar pun bernafas lega...dengan di iringi doa yang di pimpin oleh penghulu disana
"Baiklah sekarang kita menunggu pengantin wanita datang"ujar kyai abdillah
Tak lama muncul seorang wanita dari arah pintu mesjid dengan di dampingi oleh ummi salma dan ning Aira
Kemana nafisha...??
Nafisha tidak hadir karna ada acara ceramah santri di aula yang mengharuskannya hadir disana karna bagaimanapun nafisha tetaplah seorang santri.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada wanita berkebaya putih longgar yang di apit oleh mertua dan kaka iparnya itu yang sekarang berbalut dengan hijab dengan riasan sederhana menambah kesan elegan di wajahnya itu.
Perfect!!
Orang-orang di dalam mesjid terpana dengan kecantikan reiyana tanpa terkecuali gus haidar yang berdiri mematung yang akan menyambut kedatangan reiyana
'apakah dia benar wanita yang pagi tadi ku tolong?kenapa beda sekali?'gus haidar berucap dalam hati menatap wanita yang sekarang sudah sah jadi istrinya itu.
Bagaimana tidak,, penampilan reiyana tadi pagi dengan sekarang sangat berbeda,
Reiyana yang pagi tadi berpakaian serba hitam dan gus haidar yang tidak memperhatikan wajah reiyana karna fokus menolong gadis tersebut.
Sekarang warga sadar wanita yang mereka sebut aneh tadi pagi ternyata sangatlah cantik
"Haidar sekarang pakaikan cincinnya ke tangan istrimu"ujar kyai Abdillah membuyarkan lamunan gus haidar dari keterpanaannya pada sang istri.Ia pun segera mengambil cincin yang paling kecil dengan desain permata di tengahnya di kotak merah itu dan memakaikannya kepada reiyana dan begitupun sebaliknya reiyana memakaikan cincin yang berukuran agak besar dengan desain polos ke jari manis Gus Haidar.
Reiyana mengulurkan tangannya yang di sambut oleh gus haidar dan akan mencium kening reiyana
'pliis jangan cium gue' namun apa daya kata itu hanya bisa di ucapkan reiyana dalam batinnya.
"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih.Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya.
Gus haidar mengecup kening reiyana dan mengucapkan doa lalu menghembuskan ke ubun-ubun wanita itu.
__ADS_1
...
Setelah acara pernikahan usai..warga pun sudahh bubar. Sekarang hanya tinggal Gus haidar dan kyai Abdillah yang sedang berbincang dan mengantarkan kepergian pak penghulu karna memang penghulu itu sahabat dari kyai Abdillah.
Sekarang di dalam mesjid hanya tinggal reiyana dan papanya
"Maafin rey pa"Reiyana memulai pembicaraan dengan meminta maaf dari papanya
"Dasar anak nakal!!..papa khawatir sama kamu sayang"ucap Hendra sambil memeluk anak semata wayangnya itu.
"Pa..mama mana kok gak ikut!?"pertanyaan sejak tadi tersimpan di benaknya saat melihat kedatangan papanya akhirnya terucapkan juga
"Mama kamu semalam tidur di lantai dan sekarang lagi demam di rawat sama bi yanti di rumah"ucap papa Hendra menjelaskan
Karna memang tadi pagi dia menemukan istrinya itu terkapar di lantai kamar di dekat pintu..dia tau kalau istrinya itu pingsan bukan ketiduran namun karna tak mau membuat reiyana khawatir dan salah paham padanya akhirnya dia pun menyembunyikan kebenaran tersebut.
"Aku kangen mama pa...sebelum rey ninggalin rumah,rey ga sempet liat mama"ujar reiyana dengan wajah sendu
Yaudah..nanti kapan-kapan papa bawa mamamu kesini ya..jangan sedih dong sayang"ucap papanya memenangkan reiyana.Dia tau anaknya ini keras di luar saja namun hatinya sangatlah rapuh.
Bersambung...
Assalamualaikum wr.wb
bantu like and vote untuk karya pertamaku dan jangan lupa tinggalkan jejak dan sarannya.
__ADS_1
terimakasiih..💕