Takdir Cinta Pilihan Allah

Takdir Cinta Pilihan Allah
bab 8. rencana perjodohan


__ADS_3

...Tidak ada wanita di belakang seorang pria hebat.wanita itu harus di sampingnya dan berjalan bersamanya bukan di **belakangnya**....


...****************...


Di pesantren Al-Huda, sesudah sholat Maghrib para santri dan santriwati melakukan kegiatan rutinitas nya yaitu mengaji bersama..kemudian di lanjutkan dengan ceramah yang di sampaikan oleh para santri yang telah di tunjuk sampai masuk waktu sholat isya


Setelah melaksanakan shalat isya berjamaah,para santri waktunya makan malam namun ada yang memilih menghafal Al-Qur'an dan menyetor hafalannya pada pembimbingnya masing-masing.


Gus haidar yang ada jadwal menyimak hafalan para santri harus menunda pulangnya,namun tidak berapa lama ia berpamitan pada pembimbing lain untuk menggantikannya.


Gus haidar yang sudah mengatakan pada wanita yang sekarang menghuni rumah dan berstatus sebagai istrinya itu memilih pulang lebih cepat dari biasanya.


Saat di perjalanan Gus Haidar tak sengaja berpapasan dengan papa reiyana yang sepertinya hendak pergi


"Assalamualaikum pak" sapa


gus haidar mengucap salam sambil sedikit membungkuk,meraih tangan hendra lalu menciumnya


"Wa.. waalaikumsalam"ucap hendra terkejut atas perlakuan gus haidar namun juga sedikit terharu,,,jarang sekali orang memperlakukan ia sesopan itu bahkan anaknya sendiri jarang mencium tangannya bisa di bilang hanya di waktu tertentu.


"Bapak mau kemana?..mari makan malam dulu pak"


"Terimakasih tawarannya saya sudah makan barusan dengan orang rumah,tapi saya harus pergi sekarang karna besok ada pertemuan mendesak di kantor,,,jangan panggil saya bapak...panggil saja saya papa seperti reiyana,karna sekarang kamu adalah suaminya...kamu bukan orang lain lagi bagi saya"


"Ba..baik pa"ujar gus haidar gugup..rasanya asing baginya memanggil orang yang baru di kenalnya dengan sebutan papa


"Saya titip rey sama kamu..saya mohon..jaga reiyana untuk saya..saya yakin kamu bisa membimbingnya,dia sebenarnya gadis yang penurut namun memang minim agama..karna kehidupan di kota dan juga karna saya yang membebaskan pergaulannya"ujar papa hendra menunduk merasa bersalah sekaligus malu karna ia sendiripun sama selerti anaknya,minim agama


"Insyaallah...Saya akan berusaha pak"


"Terimakasih nak...oh ya saya titip ini tolong kasih ke reiyana ya...dia sebelum kabur hanya membawa uang jajan bulanannya"ucap hendra sembari mengulurkan kartu atm kepada gus haidar


'black card?'gus haidar membatin,keningnya mengerut merasa heran dengan kartu yang di berikan mertuanya itu

__ADS_1


"Kalau begitu papa pamit dulu..sampaikan salam saya ke reiyana..kapan-kapan saya datang lagi kesini bersama mamanya"ujar hendra berpamitan sambil menepuk pundak menantunya itu.


"Biar saya antar pa"ucap gus haidar menawarkan diri


"Gapapa saya sudah di tunggu..saya pergi dulu, assalamualaikum"setelah mengucapkan salam hendra berlalu dan masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya di depan gerbang.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh"jawab haidar masih berdiri di sana melihat mobil yang di tumpangi mertunya itu sampai tak terlihat lagi barulah gus haidar beranjak dari sana dan berjalan kearah ndalem


...


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh"Ujar orang-orang ndalem pada ngumpul di ruang tamu


"Kami sudah makan tadi nak bersama papanya reiyana..sekarang kamu ajak saja istrimu makan"ummi salma menyampaikan lebih dulu sebelum Gus Haidar bertanya


"Baiklah..makanannya haidar bawa saja ke tempat haidar ya ummi"


"Ciee gus dingin panutan kaum hawa pesantren mau makan malam sama istrinyaa"canda ning aira


"Nafisha mana mbak?"tanya Gus Haidar mengedarkan pandangan mencari adik semata wayangnya


"Dia di kamar,habis makan langsung ngerjain tugas sekolah"ucap ning aira sambil melirik sekilas kearah kamar nafisha


"Haidar...abi mau bicara"ucap kyai Abdillah yang sedari tadi hanya diam,duduk di lantai beralasan karpet beludru.


Haidarpun mendekat ke tempat abinya,ia pun ikut duduk bersila


"Ada apa Abi!?..apa yang mau abi bicarakan?"tanya haidar lembut


"Maaf Abi membahas soal ini,,nak..kamu tau kan kita sudah menerima perjodohan kamu dengan cucunya pak kyai rahmat"


"Abi..sekarang haidar tidak bisa menerima perjodohan itu, situasinya sudah berbeda..haidar sudah punya istri dan..."ucap Gus Haidar namun di potong oleh Abinya

__ADS_1


"nak...di dalam agama kita di perbolehkan memiliki istri lebih dari satu"ujar kyai Abdillah memancing gus haidar


"Haidar tau Abi tapi,aku tidak berniat poligami...haidar hanya ingin menikah sekali seumur hidup..walaupun pernikahan haidar terjadi karna kesalah pahaman dan haidar baru mengenalnya, aku yakin ini bagian dari takdir Allah agar haidar bisa mengubah istri haidar menjadi lebih baik walaupun harus dari awal dan butuh usaha"ujar haidar panjang lebar dengan nada tegas,membuat semua yang ada di dalam sana tersentuh bahkan ning aira sampai menutup mulutnya karna terharu.


siapapun yang mendengar ucapan gus haidar pasti meleleh.


'abi sangat bangga padamu nak'batin kyai abdillah


Keluarga kyai Abdillah memang tidak ada yang menikah lebih dari sekali dan itu sudah seperti tabiat turun temurun.


"Baiklah nak..nanti Abi hubungi kyai Rahmat dan meminta maaf padanya..tapi sebaiknya kamu pikirkan lagi apa perkataan Abi"


"Baik Abi"


"Ini nak makanannya"ucap ummi dari arah dapur sambil menyerahkan Tupperware yang berisi makanan.


"Syukron ummi"balas Gus Haidar menerima pemberian umminya itu


"Affan sayang..yaudah sana pasti istri kamu udah nungguin"ucap ummi salma sambil mengusap punggung anaknya.


Setelah berpamitan dengan orang ndalem,gus haidar segera berjalan menuju tempat tinggalnya yang berada di belakang ndalem.


Sampai di rumah,haidar membuka kunci pintu lalu masuk,namun ia kejutkan oleh reiyana yang tidur meringkuk di sofa sambil memangku hp di perutnya.


'masyaallahh... lihatlah dia sekarang..maniss sekali!! Bahkan dia tidur seperti orang yang tak memiliki dosa'gumam haidar dalam hati


Melihat reiyana yang tertidur pulas di sana membuat haidar tak sampai hati membangunkan...namun sofa itu sangatlah tidak nyaman untuk tidur..setelah mengumpulkan keberanian,akhirnya haidar mengangkat reiyana dan menidurkan di ranjang yang ada di kamarnya.


Ini kedua kalinya haidar mengangkat tubuh reiyana


"Hufft..Astaghfirullah..maafkan hamba ya Allah..mengangkat reiyana tanpa seizinnya..hamba tak berniat lancang ya Allah"gumam haidar sambil mengadahkan tangannya dan melihat ke atas seolah-olah sedang melihat Rabbnya,bahkan ia sampai tak menyadari wanita yang di angkatnya tadi sekarang sudah halal untuk ia sentuh.


Karna cape Gus Haidar pun tertidur di samping reiyana dengan pembatas guling di tengah,bahkan ia melupakan makan malamnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2