Takdir Cinta Pilihan Allah

Takdir Cinta Pilihan Allah
bab 3. mencoba menjelaskan


__ADS_3

Hari ini pesantren di hebohkan dengan kejadian tak terduga,karena kesalah pahaman warga,,berujung membawa dua orang pemuda ke dalam jerat fitnah


"ada apa ini nak..apa yang sudah kamu perbuat!?"tanya kyai Abdillah pada Haidar


"tunggu dulu Abi...gadis ini pingsan, sepertinya dia tidak makan semalaman"ujar Haidar sambil meletakkan reiyana ke sofa rumah itu..ia menyuruh adiknya yang kebetulan duduk disana yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya.


Gus Haidar memiliki dua saudara perempuan,anak sulung yaitu Ning Aira kakanya Haidar dan Gus Haidar sendiri anak kedua dan bungsu yaitu nafisha yang masih kelas 2 madrasah Aliyah


semalam nafisha ketiduran habis pulang dari menyetor hafalannya...karna lelah diapun tertidur sebelum mengerjakan tugas sekolahnya


"mas Haidar...wanita itu siapa!?"


"nanti mas jelasin..sekarang kamu ambil minyak kayu putih dan kasih dulu ke mbak itu"


"kamu harus menjelaskan semuanya nak..warga di luar sepertinya datang dengan wajah emosi dan mengatakan yang tidak bisa Abi pahami...Abi tidak mau terjadi kesalahpahaman"jelas sang Abi


Akhirnya Haidar pun menceritakan kejadian sebenarnya pada sang Abi tanpa harus ada yang di tutupinya karena memang tak ada yang harus di tutupi..Haidar hanya berniat menolong seseorang yang sedang butuh bantuan tanpa berniat lain...dan nafisha pun hanya menyimak pembicaraan kakak dan Abinya itu tanpa berkomentar apapapun.


"Abi percaya padamu Haidar tapi sekarang bagaimana?,,,warga sudah terlanjur salah paham dan tidak mungkin rasanya para warga akan memahami kejadiannya dalam situasi seperti ini"tanya kyai Abdillah...


Beliau mungkin percaya pada anaknya namun tidak untuk para warga yang sudah terlanjur larut dalam fitnah itu terutama warga yang melihat kejadiannya langsung


"Haidar tidak tau Abi,,,Haidar sudah menjelaskan kepada warga tapi tidak ada yang percaya bahkan sampai gadis itu pingsan wargapun tak mempercayainya Abi"ujar Haidar dengan wajah frustasi karna jujur dia pun bingung dengan situasi seperti ini


"baiklah sekarang kita kedepan dulu temui para warga...nanti Abi minta pengertian lagi pada mereka semoga saja mereka percaya sama Abi"ucap kyai Abdillah mencoba mencari solusi

__ADS_1


kyai Abdillah akhirnya memutuskan untuk menemui para warga di luar yang sedang menunggu,,bahkan setengah dari warga meninggalkan pekerjaannya.


...


'dimana ini?..aduh kepala gw sakitt'keluh reiyana dalam hati sambil memegang kepalanya dan mencoba mengingat kembali kejadian terakhir sebelum dirinya pingsan dan berakhir disini..


"mbak.. Alhamdulillah ya Allah...mbak sudah siuman...makan dulu mbak sepertinya mbak belum makan kata mas Haidar"ucap seorang gadis yang duduk tak jauh dari tempat reiyana di baringkan siapa lagi kalau bukan nafisha


reiyana yang mencoba mengingat kejadian sebelum dirinya pingsan sampai tak menyadari kehadiran seseorang di sisinya


"kamu siapa!?dan...ini dimana"tanya reiyana bingung sambil melihat sekeliling yang terasa asing baginya


"saya nafisa mbak,,adiknya mas yang nolongin mbak tadi...ini di ndalem pesantren mbak, tadi mbak pingsan dan di bawa oleh mas Haidar kesini"ujar gadis itu menjelaskan yang di balas anggukan oleh reiyana


"sekarang sebaiknya mbak makan dulu ya..nafisha udah nyiapin makanan untuk mbak"ujar gadis lemah lembut itu mengambil makanan di meja di depan sofa tempat reiyana di baringkan itu..dengan didikannya di pesantren membuat nafisha menjadi gadis baik dan ramah pada orang yang rasanya butuh pertolongan dan jujur gadis itu kasihan melihat reiyana yang terbaring lemah itu


"eh..gini mbak,,aduh gimana ya jelasinnya"bingung nafisha..dia tak tau harus mulai dari mana


"aku tau...pasti mas mu di fitnahkan"ujar reiyana seperti sudah mengetahui situasi yang terjadi karna sebelum pingsan dia sempat mendengarkan percakapan antara pemuda itu dengan warga.


"iya mbak...tapi mbak tenang aja pasti Abi bisa menyelesaikan masalahnya dan...eh mbak mau kemana!?"


"kedepan nolongin mas mu menjelaskan ke warga"


"ta..tapi mbaak.."belum sempat nafisha menyelesaikan ucapanya reiyana sudah bejalan meninggalkan nafisha sendirian

__ADS_1


...


Sementara itu kyai Abdillah menemui para warga yang menunggu di luar


"nah...ini dia pembuat mesum di kampung kita...padahal dia anaknya kyai..ga malu apa"ujar salah satu warga ketika melihat Haidar dan kyai Abdillah muncul dari balik pintu


"maaf sebelumnya bapak-bapak dan ibu-ibu..mari kita bicarakan masalah ini dengan kepala dingin"ucap kyai Abdillah memenangi warga yang sepertinya tak sabaran dengan kejadian ini


"maaf kyai..tapi kita harus membersihkan kampung kita agar tak sering terjadi hal-hal seperti ini...kami mintak agar Gus Haidar mempertanggung jawabkan perbuatannya"


" tapi bapak-bapak...saya tak melakukan perbuatan seperti bapak dan ibu tuduhkan..saya cuma mau nolongin gadis itu yang sepertinya mau pingsan tapi..."


"alaahh....mana ada maling yang mau ngaku"ujar salah satu warga memotong penjelasan dari haidar


"bener...saya melihat sendiri kejadiannya ngapain mereka berpelukan di tempat sepi seperti itu kalau ga ada apa-apa"ujar bapak yang melihat kejadian tersebut


"udaah...nikahkan saja Gus Haidar dengan gadis aneh itu,,demi menjaga nama baik kampung kita"ucap seorang warga yang dari tadi mencoba memperkeruh suasana


dia adalah firman,,,yang sepertinya memang tak suka dengan kyai Abdillah karna dulu..dia pernah menyukai kakanya Haidar yaitu Ning Aira dan ingin melamarnya..namun belum sempat firman mengutarakan niatnya ternyata ning aira sudah di jodohkan dengan anak pemilik pesantren an-nur..salahh satu pesantren di kota besar yang ada di pulau jawa.Aira lebih memilih menuruti Abinya yang akan menjodohkannya dan karna Aira memang tak cinta pada firman.


"dia memang tak salah!!"


...


bersambung....

__ADS_1


Assalamualaikum wr.wb🙏🏻..mohon dukungan buat karya pertamaku dan jangan lupa tinggalkan jejak dan sarannya di kolom komentar terima kasiih💕


__ADS_2