
Kokok ayam sudah bersahutan,memberi tanda bagi yang masih terlelap, untuk beranjak dari pembaringan,menunaikan kewajiban sebagai hamba, sebagaimana tujuan diciptakan adalah untuk menyembah Allah S.W.T.
Ibra sudah membuka matanya, matanya sudah seperti di setting untuk bangun di jam tiga pagi.Berbeda dengan Ibra, Azizah, walaupun dia terbiasa bangun jam tiga pagi juga, tapi dia belum bangun, mungkin pengaruh obat yang ia minum.
"Alhamdulillahilladzi ahyana ba'dama 'amatana wa ilaihinnusyuur" ucap Ibra.
lalu dia melihat kesamping, ternyata istrinya masih pules.
di pandangnya wajah zizah yang polos tanpa make up,ia mengagumi kecantikan alami Zizah.
"cantik "ujar ibra
"saya bersyukur bisa menikah sama kamu zah,semoga kita bisa saling menerima nanti.aamiin..."gumam Ibra.
namun kemudian ia tersadar,kalo ia harus cepat bangun karena habis subuh harus berangkat ke bandara.
"Zaaah, bangun zah,udah jam tiga ni!"ucap Ibra sambil menyentuh pipi azizah pelan.
sampai tiga kali mengulang,baru Azizah terbangun.
"hmm"zizah menggerakkan badannya yang tersasa pegal, karena miring kekanan terus,tapi dengan mata yang masih terpejam,dan itu tidak luput dari pandangan Ibra.
ibrapun tersenyum,ia masih mengagumi kecantikan istri yang dinikahinya mendadak itu.
"Zaaah,ayo bangun kita mandi !"ucap Ibra lagi
Zizahpun membuka matanya,dan saat membuka mata Wajah suaminyalah yang langsung terlihat.
"tuaan"ucap zizah pelan.
"iya"jawab ibra sambil tersenyum.
"ayo, abi bantu mandi ya !"ujarnya.
zizah hanya menganggukkan kepala.lalu Ibra membantunya bangun.melihat perhatian ibra zizah merasa tersentuh.
"semoga engkau memang jodoh yang dikirim Allah untuk saya tuan.aamiin" batin zizah.
merekapun mandi bersama lagi untuk yang kedua kalinya.Meski masih ada rasa malu,tapi mereka sudah belajar menerima semuanya, dan berusaha melakukan dengan niat lillahita'ala.
sementara itu Reyhan dan A2 ternyata juga sudah bangun.Reyhanlah yang sebenarnya bangun duluan,kemudian ia membangunkan A2, mereka udah dekat,walaupun baru saling kenal.Reyhan yang jarang banget bisa beradaptasi dengan anak kecil, bisa dengan mudah beradaptasi dengan A2.Mungkin karena A2 anaknya asik tapi tetap sopan.mereka udah duduk menunggu bunda dan abinya bangun.
"om, kalo kakak ketok pintu kamar bunda gapapa? "tanya Aska pada Rey.
"gak usah boy, abi mu itu biasa bangun jam tiga kok, om yakin abi mu itu insya Allah sudah bangun". jawab reyhan
"gimana kalo kita tahajjud bertiga aja? "tanya reyhan lagi.
"mungkin abi ama bunda udah tahajjud duluan boy's. "tambah Reyhan lagi.
"tapi om,adek sama kakak itu biasa tahajjud sama ibu"ujar Afsa
"boy, sekarang bunda kan masih sakit, dan lagi sudah ada abi yang ngimamin bunda,jadi gak usah kuatir. gimana? "ujar rey, mencoba memberi pengertian pada A2.
"baiklah"ucap A2 yang terdengar tak bersemangat.
Reyhan hanya tersenyum melihatnya.dan akhirnya merekapun menunaikan sholat sunnah itu.
__ADS_1
sementara Zizah dan Ibra,setelah selesai membersihkan diri, merekapun menunaikan sholat juga, Azizah keluar kamar untuk mengajak anaknya,namun A2 udah sholat duluan, jadi Azizahpun sholat dengan Ibra berdua aja, karena kalo mau ikut berjamaah sama Reyhan dikamar anaknya, gak muat tempat.
"A2 dan Rey udah bangun Zah? "tanya Ibra
"Iya tuan,mereka udah shalat duluan."jawab zizah
"ya udah kalo gitu, ayo kita berjamaah ama mereka aja"ajak Ibra
"maaf tuan, tapi kamarnya gak muat kalo buat berjamaah berlima"ujr Zizah
"oh gitu? ya udah kalo gitu ayo kita segera sholat disini, keburu subuh."jawab Ibra lagi
"iya tuan"jawab zizah
merekapun menunaikan sholat sunnah itu.
tidak lama setelah sholat tahajjud,azdan pun berkumandang, yang laki-laki pun kemasjid sedang Zizah dirumah aja.
"Jika selesai sholat nanti segera bersiap ya Zah! "pinta ibra kepada Zizah.
"hmm, i... iya tuan"Zizah ragu menjawab, masalahnya bagaimana dia akan bersiap, membuka mukena aja dia sulit sekali.Dan Ibra lupa akan hal itu.
"ya udah abi dan anak-anak kemasjid dulu ya"pamit ibra sambil mencium kening Zizah.
"Assalamu'alaikum "ucap Ibra
"Wa'alaikumus salam"jawab zizah.
sepeninggal kaum laki-laki kemasjid Zizahpun menunaikan kewajibannya dirumah.
selesai sholat zizah mencoba membuka mukena, tapi tidak bisa mengangkat,karena dari kemarin Zizah memakai mukena terusan yang seperti baju itu.jadi itu sulit sekali baginya, hanya mau pake mukena biasa, Zizah gak punya, karena dia lebih suka membeli mukena terusan,ini juga yang Zizah sesali saat seperti ini.
Diapun mulai memoles wajahnya didepan cermin,hanya polesan tipis, dan sangat alami,menambah kecantikan Ibu dua anak itu.
"Assalamu'alaikum "ucap kaum laki-laki yang baru pulang dari masjid
"wa'alaikumus salam"jawab Zizah
mereka masuk dan Rey langsung ngajak anak-anak bersiap untuk segera berangkat.
"Assalamu'alaikum "tiba-tiba terdengar suara bu Ratna dan Pak Kasto dari depan
"wa'alaikumus salam"jaeab mereka kompak
"bapak, ibu"sapa zizah
"iya nak, kok belum siap-siap? "tanya bu Ratna yang sudah masuk,dan melihat Zizah masih pake mukena.
"iya bu, zizah...zizah...euh zizah akan segera siap-siap ini" jawab Zizah gugup
"ya udah teruskan"jawab bu Ratna"iya berat sebenarnya melepas anak dan kedua cucunya itu, tapi mau gimana lagi.
"nenek, kakek"ucap A2 berbarengan
"aaah cucu nenek, sini sayang"jawab bu Ratna sambil ngajak cucunya duduk dekat dia dan suami.
"nenek bawa apa itu? "tanya Afsa
__ADS_1
"ini buat sarapan kalian sayang, nenek tau bunda kalian pasti lengannya masih sakit, jadi nenek bawain sarapan agar gak kelaparan diperjalanan nanti".jelas bu Ratna pada kedua cucunya
"wah,makasih ya nek"jawab a2 kompak
"iya sama-sama sayang"jawab bu Ratna lagi.
pak Kasto diam aja di samping mendengarkan perbincangan istri dan cucunya itu,ia berat sekali untuk berbicara, ada begitu besar rasa cemas didalam dadanya.berat sekali dia melepas anak cucunya itu, tapi terpaksa mereka lakukan. mereka hanya pasrah saja pada takdir yang sudah Allah tentukan.
sementara dalam kamar Zizah,ia bingung mau ngomong apa sama Ibra yang sekarang lagi siap-siap.
"tuan, saya... saya.. "ucap Zizah gugup
"iya Zaaah,kenapa hmm?"tanya Ibra sambil ngancing baju koko tuniknya.iapun memandang kearah Zizah setelah selesai dengan kancing bajunya
"Ya Allah, Astaghfirullah,maaf Zah, abi lupa"ujar ibra saat melihat Zizah masih pake mukena,dan iya tau persis didalam mukena itu masih pake piama.
"saya yang minta maaf tuan, udah ngerepotin tuan! "mohon zizah merasa bersalah.
"gaklah,kamu gak ngerepotin kok, itu sudah kewajiban saya sebagai suami"jelas ibra, sambil berjalan kearah zizah dan membantunya membuka mukena, serta membantunya juga membuka baju.
"kamu duduk aja disini"pinta ibra sambil mendudukkan tubuh Zizah di tempat tidur,mati-matian ibra menekan hawa panas ditubuhnya itu,bagaimanapun dia lelaki normal, dan sudah lama tidak melakukannya, sekarang ada santapan bagus didepan mata.
"bukankah ini udah yang ketiga kalinya kamu liat kemolekan tubuh istri dadakanmu ini ib,kamu pasti bisa mengendalikan diri"batin ibra
Ia buru-buru mengambil baju Zizah dilemari, untuk mematahkan pandangannya pada tubuh Zizah.Agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membuat Zizah menilainya jadi jelek.
"sini abi bantu pakekan "kata Ibra kemudian setelah berada depan Zizah lagi. Zizah hanya menganggukkan kepala tanpa menatap ke Ibra. dia masih malu, tapi mau gimana lagi.
"Akhirnya selesai"ujar ibra setelah selesai memakaikan baju Zizah,ada rasa lega karena sekarang didepan matanya sudah tidak ada pemandangan yang menggoda imannya itu.namun Ia tetap terpesona pada kecantikan dan keanggunan istrinya ini, meski hanya dibalut pakaian sederhana.
"uuuuh...sebenarnya insya Allah iman saya ini kuat, tapi iminnya ini yang tidak kuat"batin Ibra sambil senyum-senyum. Untungnya Zizah tidak memperhatikan Ibra yang senyum-senyum sendiri, zizah lagi memasukan alat kecantikannya ke handbagnya, untuk dibawa ke kota J.sedangkan baju, sesuai dengan permintaan Ibra, dia hanya membawa baju yang iya pake aja, dan satu baju lagi di hand bagnya,yang diam-diam ia selipkan.
setelah semua beres, merekapun berkumpul diruang tamu.
"ayo sarapan dulu"kata bu Ratna yang baru muncul dari dapur
"iya bu" "iya nek"jawab mereka kompak
merekapun menikmati hidangan yang udah disiapkan bu Ratna dengan tenang dan sedikit obrolan.
setelah selesai sarapan pagi, mereka duduk sebentar lalu bergegas menuju kendaraan yang akan mengantar mereka ke bandara.
"bapak ama ibu ikut ke bandara ya !"pinta Ibra
"bapak aja nak, ibu di rumah aja,maafkan ibu, tapi kalo perjalanan jauh,ibu takut gak kuat,karena ibu mabok mobil"jawab bu Ratna
"ya udah bu, doain kami ya...! "pinta azizah
"selalu nak insya Allah"jawab bu ratna
"ya udah kami pamit bu"ucap ibra sambil mengulurkan tangan untuk menyalami bu Ratna, dan di ikuti sama yang lain.
setelah itu, mereka segera masuk ke mobil dan membaca doa bepergian.
lalu "Assalamu'alaikum bu "ucap semua
merekapun berangkat dengan di iringi doa dan air mata dari bu Ratna,zizahpun berusaha menahan tangis,ia merenungi perjalanan hidupnya hingga harus pergi dari tanah kelahirannya sendiri.
__ADS_1
"hamba percaya, takdir-Mu tak pernah salah ya Allah, hamba mohon,jadikanlah hati ini hati yang selalu ridho dan sabar...aamiin"batinnya,dan tak terasa air mata itu mengalir juga di pipinya.
bersambung....