Takdir Tak Pernah Salah

Takdir Tak Pernah Salah
pertemuan dengan mertua


__ADS_3

Perdebatan masih terus berlanjut,walaupun sebenarnya yang keras disini hanyalah bu Nurmala.


Ibra tidak bisa diam lagi, ia langsung mengucap salam.


"Assalamu'alaikum..."


"wa'alaikumus salam"jawab semua orang di dalam rumah.


"Ibra"ucap umi dan abinya ibra


semua menatap kearah ibra beserta istri dan anak-anaknya.


dan tatapan bu nurmala paling mengintimidasi.


zizah tertunduk penuh rasa bersalah,dan A2 juga diam aja.


"umi abi,kenalin ini istri ibra dan ini anak sambung ibra"ibra berusaha bicara untuk mengurangi ketegangan itu.


"ib,jadi kamu memutuskan menikah nak?"tanya abinya


"iya bi,ini keputusan yang ibra ambil"kata ibra yakin


"iya,ya sudah nak,abi yakin itu udah kamu fikir mateng-mateng"ucap abi menerima keputusan dengan ikhlas tanpa ada raut keberatan sama sekali.


melihat itu bu nurmala makin emosi

__ADS_1


"Jadi kamu anggap apa anak tante ib,apa menurutmu anak tante tidak pantas untuk kamu ?"tanyanya dengan nada tinggi


"maaf tante,saya tidak berhak menilai baik dan buruk seseorang,begitu juga dengan aisyah,saya tidak pernah menilai buruk,aisyah sudah seperti adik saya,tante tau itu kan?tapi untuk menikahi aisyah,maaf saya tidak bisa tante,apalagi sekarang saya sudah menikah lagi.maafkan saya"ujar ibra berusaha menjelaskan.


"kalian benar-benar menghina kami,saya tidak akan lupa semua ini"kata bu nurmala sambil menahan amarahnya.


"ma..."aisyah berusaha menenangkan ibunya,terlihat air matanya yang sudah menggenang,berusaha ia tahan agar tidak tumpah.malu,sedih,tentu saja ia rasakan,tapi ia bisa apa.


"sudahlah mah,mungkin ini memang yang terbaik untuk kita semua"sahut papanya aisyah


"saya tidak akan melupakan sakit dan malu ini"tegas bu nurmala


"ayo kita pulang pah,aisyah"tambahnya sembari berdiri.


"maafkan kami mbak,tapi kami benar-benar tidak ingin semuanya jadi seperti ini"ucapa abi ibra.


zizah masih tertunduk,pipinya masih basah dengan air mata,matanya udah sembab,ia nangis tanpa suara.


"maafkan saya umi,abi "ucap zizah dia tidak mampu lagi menahan tangisnya.


"tidak nak,ini bukan salah kamu,sudahlah jangan menangis dan jangan pernah menyalahkan diri sendiri lagi ya."ucap uminya ibra,sambil memeluk menantu barunya.


"ib,bawa istri dan jagoanmu ke kamar kalian msing-masing!


setelah agak tenangan baru nanti kita ngobrol disini,kamu nginep kan ib?"cerocos umi panjang lebar

__ADS_1


"iya umi,insya Allah malam ini kami nginep "jawab ibra


sambil beranjak menggandeng azizah dan A2 kelantai dua rumahnya.


"kakak ama adek,di kamar ini nak ya,dan ini kamar abi sama bunda"jelas ibra


setelah A2 masuk kekamar,ibra membawa istrinya ke kamarnya ibra dulu,yang bahkan sangat rapi meski tak ditempati ibra lagi,hanya sesekaki jika iya menginap di sini aja.


zizah memutar pandangannya ke sekeliling kamar,kamar mewah dengan desain yang apik sungguh membuat nyaman orang yang ada didalamnya.


"beraihkan dirimu sayang,itu kamar mandinya".


"iya bi"sambil jalan langsung ke kamr mandi.


tapi zizah lupa lagi kalo ia gak bs buka bajunya.


"bi..."panggilnya pada ibra


"iya sayang,ada apa ?"ibra lupa juga kalo istrinya itu gak bisa buka bajunya sendiri,lantaran pundaknya yang masih belum pulih.begitu ia masuk kamar mandi ia lihat baju zizah udah terangkat,tp menggantung di kepala lantaran bajunya panjang,hingga menutup muka,zizah gak bisa ngangkatnya dan gak bisa balikin lagi,karena pundaknya yang sakit,dan ibra mendengar ringisan dari zizah.


"Astaghfirullah"batinnya,ia langsung membantu zizah.


"maaf sayang abi lupa"ibra akhirnya membantunya lagi dan ia kembali harus menahan hasratnya lagi.


"*sabar-sabaaaar,ya Allah ini menyiksaku"

__ADS_1


bersambung*....


__ADS_2