Takdir Tak Pernah Salah

Takdir Tak Pernah Salah
hanya semalam di tempat kelahiran


__ADS_3

Bu Ratna dan pak Kasto serta A2 yang habis nyari angin dilingkungan rumah sakit akhirnya kembali keruangan tempat Azizah dirawat.


"Assalamu'alaikum "ucap keempatnya


"Wa'alaikummus salam "jawab Ibra dan Zizah bersamaan.


"Zizah...bunda..."ucap bu Ratna dan A2 berbarengan.Zizah tersenyum kearah mereka.


"maaf bu,Ibra lupa mengabari ibu dan bapak juga A2"mohon ibra


"gapapa nak...udah panggil dokter belum? tanya bu ratna


"udah bu, tadi dokter udah meriksa zizah,dan katanya kalo emang Zizah udah harus pulang,gapapa juga,tinggal sedikit memar yang dipunggung yang masih sakit ya kan Zah? tanya ibra pada zizah, ia menjelaskan ke bu ratna tapi juga minta persetujuan ama zizah.


"iya bu"kata zizah menanggapi,untuk meyakinkan ibunya.


sementara A2 sudah nempel didekat ibunya,ada kesedihan di mata mereka melihat penderitaan ibunya, tapi juga ada bahagia melihat ibunya yang sudah sadar.


"kalo gitu,biar ibu ngepack barang dulu"kata bu Ratna sambil menuju lemari kecil dekat tempat tidur rumah sakit itu.


*******


sore itu mereka langsung pulang menuju kerumah Azizah.karena,besok pagi-pagi mereka sudah harus berangkat ke kota J.mereka tidak mau jadi amukan warga lagi.


"Alhamdulillah,akhirnya bisa pulang kerumah"gumam azizah


namun masih kedengaran sama Ibra dan reyhan juga A2, karena posisi tidak ada yang berjauhan.


setelah membuka pintu, zizah langsung mengingatkan A2 untuk segera mandi.


"kakak, adek,langsung mandi nak ya"pinta Zizah pada A2


"iya bu"jawab A2 bersamaan.


Zizah sendiri langsung mau menuju ke kamarnya, dia lupa kalo dia udah punya suami lagi.


"hmm"dehem Ibra, ia bingung harus apa,melihat Azizah nyelonong aja tanpa menghiraukan Ibra dan Reyhan.sedangkan bu Ratna dan pak Kasto langsung kerumah mereka.


"Eh, maaf tuan-tuan, saya lupa "ucap zizah saat denger deheman Ibra tadi.


"Ya Allah,saya harus apa ini, kenapa jadi bingung dan canggung begini".batin Zizah.


"euh, apa tuan mau mandi duluan? "tanya Zizah yang dia sendiri tidak tau mau nanya pada Ibra atau Reyhan ,jadilah gaje(gak jelas)begitu.


"duluan aja Zah, nanti biar Rey dan saya belakangan,kami ingin mengistirahatkan badan dulu di sofa kamu ini"jawab ibra


"baiklah kalo gitu,euh...apa tuan-tuan mau kopi?tanya zizah


"gak usah Zah air putih aja"jawab Ibra dan Reyhan bersamaan.


"baiklah kalo begitu tunggu sebentar ya"jawab zizah canggung.


Zizahpun kedapur mengambilkan air putih,lebih tepatnya aqua gelas,buat tuan-tuan yang ganteng itu,sebab kalo bawa teko tangan kirinya belum kuat untuk digerakkan.


"ini tuan-tuan air putihnya,silahkan diminum! "ucap zizah.


"saya tinggal dulu ya"ucap Zizah lagi.


Zizah pun kekamarnya dan langsung kekamar mandi,namun saat mau membuka bajunya lagi-lagi zizah kesusahan seperti saat dirumah sakit,kalo dirumah sakit dia dibantu ama bu Ratna memakaikan bajunya.sekarang dia bingung mau minta tolong siapa.Zizah berusaha sebisanya, namun apa daya lengan kirinya benar-benar belum bisa diajak kerja sama.Sampai lama di kamar mandi, tapi zizah belum juga berhasil membuka bajunya,hingga dia berusaha memaksakan mengangkat bajunya dengan menahan sakit. tapi kemudian...


"aaghh, ya Allah sakit banget"zizah meringis dan menangis.


"insya Allah bisa zah"ucapnya menyemangati dirinya meski


sambil menahan sakit dan menangis.mungkin ini cengeng,tapi dia benar-benar merasakan nyeri luar biasa.


tapi semakin dia berusaha semakin lengannya sakit,hingga ia menjerit, karena bajunya mengenai bagian yang bengkak di punggung sebelah kirinya.


"Aaghh ya Allah,hiks hiks"zizah terduduk di lantai kamar mandi saat merasakan sakit yang luar biasa itu.


mendengar jeritan dari kamar Azizah,ibra dan Reyhan saling pandang.mereka bisa mendengar jeritan Azizah karena memang rumah Zizah itu tidak besar dan juga tidak kedap suara.


"kenapa itu Zizah Ib? "tanya reyhan yang sebenarnya gak membutuhkan jawaban dari Ibra, karena mereka sama-sama gak tau.


"entahlah coba saya lihat"jawab Ibra,ia agak kuatir.


"Zaaah"panggil ibra sambil ngetok pintu kamar, tapi tak ada sautan dari dalam.Ibra memberanikan diri membuka pintu kamar dan ternyata gak dikunci.


"zaaah"panggil Ibra lagi setelah masuk ke kamar, ia tidak menemukan zizah dikamar itu,ia mendekat kekamar mandi,ia menempelkan telinganya kekamar mandi sambil ngetok kamar mandi itu.


"Zaaah, kamu gapapa Zah? "tanya ibra.


tapi ia malah mendengar suara segukan tangis.tanpa pikir panjang ibra langsung membuka pintunya,ia sangat kuatir.


"Zaaaah,kamu kenapa? "tanya ibra saat melihat Zizah sudah duduk membungkuk menahan sakit pada punggungnya,sementara bajunya Zizah sudah keangkat setengah badan.


"hei"ucap Ibra sambil mencoba menegakkan kepala serta punggung zizah yang sedang membungkuk.


"aaghh, sakiiiit hiks hiks"ucap zizah sambil meringis dan terisak. Wajahnya pucat menahan sakit dan pipinya sudah basah dengan air mata.

__ADS_1


"Ya Allah zah"batin Ibra.Ia gak bisa melafadzkannya karena didalam kamar mandi.


"apa sangat sakit? "Tanya Ibra. "biar abi bantu ya? tanya ibra lagi, tapi lebih kepada meminta.


mereka saling tatap, ibra pertama kali melihat zizah tanpa kerudung.tapi dirumah sakit dia sudah melihat punggung dan betis yang putih mulus.


"Ya Allah, betapa indah dipandang karuniamu ini ya Allah, ternyata dibalik baju longgar dan tutup kepala ini tersimpan mutiara indah didalamnya". batin Ibra.


tapi akhirnya ia tersadar mendengar segukan zizah lagi.


"abi bantu mandi ya, gimana? "tanya ibra,ia iba melihat muka zizah udah pucat menahan sakit.


Zizah bingung harus jawab apa, ia malu, sangat malu kalo harus polos tanpa busana didepan Ibra,meski suami sendiri tetap saja mereka baru kenal.


melihat zizah diam, Ibra mencoba meyakinkan bahwa dia benar-benar ingin membantu.


"Zah, abi tau ini sulit bagi kamu, tapi percayalah abi gak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan"ucap ibra sambil menangkup kedua pipi zizah dan memandang lekat kedua mata zizah yang masih menggenang untuk meyakinkan.


Zizah tidak menjawab namun dia akhirnya mengangguk setelah berusaha meyakinkan hatinya berulang kali,meski perasaan malu tetap saja susah hilangnya.


akhirnya Ibra membantu Zizah mandi, dan Diapun ikut mandi.muka zizah memerah menahan malu, muka Ibra memerah menahan hasrat.bagaimanapun dia lelaki normal.Melihat kemolekan tubuh didepan mata,siapa yang gak kepincut.namun Ibra berusaha mengendalikan hawa nafsunya dengan beristighfar dalam hati. ya meskipun Zizah istri sahnya. tapi tetap saja gak mungkin kalo dia langsung nyosor.


sementara diruang tamu,A2 udah selesai mandi dan udah memakai pakaian sholat untuk berangkat kemasjid.


"Om Rey,kalo mau mandi dikamar adek aja"kata Afsa


"Oh oke,thank's boy"ucap Rey yang kaget karena dia sempat tertidur barusan.dan dia pun langsung beranjak untuk mandi.


gak lama Rey udah selesai mandi, dia langsung menemui dua jagoan diruang tamu.


"ayo boys, kita langsung ke masjid aja"ajak rey.


"tunggu abi om, abi belum keluar"ucap Aska


"gak usah boy, sepertinya abi masih bantu ngurus bunda"jawab Rey lagi,ia tau persis tadi saat Ibra masuk karena mendengar Zizah yang ngejerit.


"tapi nanti kalo kita duluan,abi gak tau masjidnya dimana om."timpal Afsa


"tenang boy, om dan abi udah pernah shalat dimasjid waktu kemarin pulang."jawab Rey


"oh baiklah kalo begitu"jawab A2 bersamaan.


"Ib,kami kemasjid duluan ya".teriak Rey.tapi gak ada sautan dari kamar.


"ayo boy, kita berangkat aja,nanti juga abi pasti udah ngerti"jelas Rey meyakinkan A2.


merekapun berangkat.


*****


sementara Ibra dan Zizah udah selesai mandi,Ibra memakaikan baju pada Zizah, mereka sudah tidak begitu canggung,keduanya berusaha membuka hati menerima kenyataan kalo mereka memanglah suami istri, dan harus belajar beradaptasi satu sama lain.


"kamu sholat sambil duduk aja ya"kata Ibra sambil menarik kursi dari dekat meja rias Zizah


"tuan gak kemasjid? "tanya Zizah


"nggak,kecuali kalo tangan kamu sudah bisa digerakkan"jawab Ibra.


"saya gapapa tuan, saya akan sholat sambil duduk supaya tidak harus menekan tangan kiri saat ruku' dan sujud".jelas zizah


"kamu yakin? "tanya ibra, ia berat meninggalkan Zizah, tapi ia juga tau persis hukum wajibnya laki-laki sholat ke masjid.


azizah hanya mengangguk.


"baiklah kalo begitu, abi kemasjid ya "pamit ibra sambil memandang Zizah yang udah ia pakaikan mukena.


"nanti buka mukenanya,tunggu abi aja ya "pinta ibra, ia tidak ingin zizah kesakitan lagi.dan itupun dianggukin oleh Azizah.


"Assalamu'alaikum "pamitnya setelah mencium kening Zizah.


"Wa'alaikummus salam "jawab zizah


merekapun bersimpuh dihadapkan Allah.


selesai sholat Ibra,reyhan dan a2,meneruskan tadarus qur'an,sambil menunggu waktu isya. begitupun zizah dia Ngaji sendiri sambil menunggu isya.


selesai isya yang di masjid pada pulang,tak terkecuali mereka berempat.


"Assalamu'alaikum "ucap mereka berempat kompak.


"Wa'alaikumus salam"jawab Zizah


"Zah, kamu lagi ngapain? "tanya ibra, melihat zizah yang udah di dapur,tapi masih memakai mukena.


"nyiapin buat makan malam tuan, tapi maaf belum selesai"jawab zizah merasa gak enak.


Ibrapun nyamperin zizah.


"duduk aja,biar abi yang masak ya... "ujar ibra

__ADS_1


"tapi tuan...."Zizah masih merasa gak enak.tapi belum selesai dia ngomong Ibra udah motong.


"Zaaah,udahlah biar abi aja, kamu duduk sini aja ! "ibra menuntun zizah, duduk dikursi meja makan.


"kalo kamu udah pulih, abi gak keberatan kamu masak zah"ujar Ibra lagi.


Zizahpun manut,dia duduk memperhatikan Ibra masak.


tidak lama reyhan dan A2 nyusul ke dapur.


"saya bantu ya ib"pinta rey.


"oke"jawab Ibra sambil mengangkat jempol.


merekapun akhirnya berkutat dengan kompor dan wajan.


setelah itu, makan malampun berlangsung,tanpa banyak obrolan.selesai makan mereka duduk diruang tamu.


"Rey, kamu udah pesan tiket buat besok ?"tanya ibra


"udah,berangkat jam 8"jawab rey


"kalo gitu,dari sini habis subuh dong?"tanya ibra, tapi lebih ke pernyataan.


"iya,saya takut warga ngamuk lagi kalo besok kita masih di sini Ib"jelas rey


"okelah,gak masalah,nanti biar saya wa bapak,minta anter ke bandara,mobil biar kasih ke bapak aja buat di sini.


"boy's, tidurlah jagoan!"perintah ibra


"tapi kami belum packing abi"jawab A2


"gak usah bawa baju boy's,di sana udah disiapin.kamu juga Zah, gak usah bawa baju ya, kecuali yang di pake ya!"pinta ibra panjang lebar


"tapi tuan..... "zizah merasa gak enak


"Zaaah, percaya sama abi,okay!"


"baiklah tuan"jawab zizah sambil menunduk.


"Om Rey tidur di kamar adek aja ya"kata Afsa.


"nanti adek tidur sama kakak, ya Kak, boleh ya? tambahnya kepada Aska.


"hmm"jawab aska


"waaah makasih boy, om kira tadi om bakal tidur di sofa"ucap reyhan sambil senyum.


"kami gak setega itu om hehe"jawab aska


"baiklah,ayo kita tidur, biar gak kesiangan besok"ajak ibra


"baiklaaah"jawab A2 kompak.sedangkan zizah langsung beranjak dari tempat duduknya, diikuti oleh Ibra dan juga Reyhan yang langsung ke kamar afsa.


sampai di kamar,zizah bingung, dia mau minta tolong bukain mukena, tapi gak berani ngomong.


tapi Ibra langsung peka.


"sini abi bantu buka mukenanya"ucap Ibra sambil membuka mukena zizah.


"makasih tuan"ucap zizah


setelah itu zizah langsung menuju tempat tidur,dan mau berbaring, tapi dicegah ibra.


"Zaaah, jangan tidur dulu, minum obat dulu ya! "pinta ibra, ditangannya udah siap obat yang buat di minum juga salep obat memarnya.


"Ya Allah,maaf tuan saya lupa, terimakasih udah diingetin."


ujar zizah


"iya gapapa, lagian udah tugas abi untuk ngingetin kamu.Ni minum dulu!"perintah ibra sambil ngasih obatnya ke zizah.


"ngadep kesana, biar abi balur punggungnya ya..."pinta ibra


tanpa menjawab zizahpun membelakangi Ibra, dan Ibrapun membalur punggung zizah dengan pelan.


"selesai"ucap Ibra. "berbaringlah".tambahnya.


zizah hanya mengangguk, kemudian berbaring miring ke kanan. dan tanpa ia sadari posisinya justru menghadap ke bagian ranjang yang kosong.


Ibrapun menyusul zizah ke ranjang setelah menaro obat zizah. tidak lupa sebelumnya mereka memanjatkan doa tidur. zizah merasa canggung, tapi ibra bisa membuat suasana jadi biasa.


"tidurlah"kata Ibra pelan,mengusap kepala Zizah sambil tersenyum.


Zizahpun menatap ibra sebentar, lalu memejamkan matanya. tidak lama ia pun terlelap, mungkin pengaruh obat yang ia minum.


melihat zizah yang sudah pules,ibrapun ikut memejamkan matanya.merekapun masuk ke alam mimpi.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2