Takdir Tak Pernah Salah

Takdir Tak Pernah Salah
Talak terpaksa,tapi diucapkan penuh kesadaran


__ADS_3

pukul 03.30,mereka bangun dan langsung mandi,takut waktu sholat malamnya gak keburu.Pukul 03.45, mereka tahajjud,karena di desa T sholat subuh masuk pada pukul 04.30.selesai tahajjud dan witir,mereka langsung ke masjid karena Adzan subuh sudah berkumandang.


di rumah sakit,pak Kasto dan bu Ratna juga A2 melakukan hal yang sama, hanya saja bu Ratna subuhnya tetap diruang perawatan Azizah.


Selesai semua aktivitas wajib mereka,Ibra dan Reyhan langsung menyiapkan keperluan untuk pertemuannya dengan pemda di ibukota kabupaten BT.


"kamu laper gak Rey ?"tanya Ibra


"laper banget si nggak,cuma kita harus sarapan kan? "jawab Reyhan, sekaligus nanya.


"iya sih, nanti kita cari di luar aja gimana? " kata Ibra lagi.


"sejujurnya saya kurang cocok makanan daerah sini Ib,habisnya santen mulu."jelas Ibra


"kalo gitu kita liat bahan masakan di dapur kalo ada kita masak aja"kata ibra


"oke"kata reyhan


Merekapun ke dapur dan mulai mencari bahan-bahan yang bisa dimasak.Ibra membuka kulkas,dan bener saja,ia berhasil menemukan bahan makanan, seperti cumi, ikan laut juga ada ayam yang udah diungkeb,tinggal goreng. dan ada juga beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, dan sawi.


Ibra langsung ngambil ayam yang udah diungkeb, dan sayur kangkung,lalu ia dengan cekatan memotong sayur kangkung, sedang rey, dia langsung menggoreng ayamnya.begitulah mereka bekerja sama, hinggga selesai memasak dan siap dimeja makan.


selesai sarapan,merekapun membereskan piring dan gelas kotor mereka.


"Ib, janjian jam berapa ama pegawai pemda? "tanya reyhan


"pagi sih, jam delapanan" jawab ibra


"kalo gitu,ayo kita berangkat! "kata Reyhan lagi


"iya ayo!"jawab Ibra


"kamu yang nyetir ya! "kata Ibra


"bukankah biasanya emang saya yang nyetir? "tanya reyhan


"hehehe,iya sih. "jawab Ibra sambil cengengesan.


Reypun udah manasin mobilnya, sementara ibra menyiapkan semua keperluan mereka.


"ayo ah!"kata Ibra tiba-tiba udah masuk kemobil.

__ADS_1


"ayo"jawab Rey


"Bismillahi tawakaltu 'alallahi, la haula wala quwata illa billah"


"Bismillahi majereha wa mursaha".ucap mereka berbarengan, tapi dengan doa yang berbeda.


"hahaha,berbeda tapi ga pa pa,dua-duanya benar insya Allah"kata Ibra


merekapun memulai perjalanan kerja mereka yang sudah tertunda satu hari.


********


sementara dirumah sakit, A2 sedang sarapan bersama nenek dan kakeknya.


"nenek,kapan ibu akan sadar ?"tanya Afsa


"nenek juga gak tau sayang,kita doain ibu selalu ya !"jawab bu Ratna.


"iya nek, kami akan selalu mendoakan ibu,kami juga akan menjaga ibu insya Allah, kami gak mau ibu menangis lagi."jawab A2 berbarengan, dengan wajah yang kelihatan sekali kesedihannya.


umur mereka memang udah 8 & 9 tahun,namun belum seharusnya mereka berpikir dewasa, umur segitu seharusnya lagi aktif-aktifnya bermain permainan anak bersama teman-temannya.


tapi keadaanlah yang membuat mereka dewasa sebelum waktunya.


padahal seharusnya tidak perlu lagi menafkahi Zizah,karena sudah bukan istrinya.namun Yazid tetap melakukan itu, iya sangatlah menyayangi anak dan mantan istrinya itu, tapi takdir yang membuat mereka harus seperti itu keadaannya.


Baik Zizah maupun Yazid,sama-sama belum ada yang menikah lagi sejak perceraian itu,mereka bertahan pada kesendirian,entahlah kenapa demikian.Tidak ada gairah lagi untuk memulai kehidupan baru bersama orang lain,namun sekarang Azizah udah menikah lagi meskipun dalam keadaan yang tidak sadar.


Dalam Islam,pernikahan yang seperti Azizah itu sah, karena seorang bapak kandung berhak menikahkan anaknya dengan siapa yang dia mau, asalkan tidak menyakiti anaknya, dan dalam hal ini pak Kasto, tidak untuk mengikuti egonya, tapi terpaksa demi keselamatan dan kebaikan Azizah.jadi ada alasan yang benar dibalik terjadinya pernikahan.


Flashback On


Awal rumah tangga Azizah dan Yazid sangat bahagia,meskipun dengan kehidupan ekonomi yang sedikit morat-marit.sampai mereka dianugerahi anak-anak yang ganteng dan menggemaskan,lalu mereka dianugerahi ekonomi yang bagi mereka lebih dari cukup jika mereka bersyukur.tapi kemudian takdir pahitpun datang, mereka terpaksa bercerai.bahkan sebelum menjatuhkan talak yang tak pernah diinginkannya,Yazid memeluk erat istrinya,melakukan hubungan suami istri dengan penuh cinta dan kelembutan, hingga malam itu seperti malam pertama untuk mereka,malam yang penuh nikmat namun berurai air mata.padahal Zizah saat itu lagi hamil anak ketiga mereka.


Yazid mengantar istri dan anaknya sampai ke kampung halaman istrinya,setelah sampai iya menceritakan kejadian yang menimpa mereka kepada mertuanya,hingga terpaksa bercerai,padahal dalam islam jika sedang hamil tidak boleh bercerai, namun apa daya,justru kehamilan itulah yang menjadi alasan terpaksanya mereka bercerai.


sekali lagi malam itu sebelum iya kembali ke kota B, Yazid memeluk istrinya, mengelus perut istrinya yang mulai kelihatan membuncit,sambil terus menangis.sungguh mereka tidak ingin seperti itu.malam itupun mereka melakukan lagi penyatuan mereka, rasanya tak ingin berpisah, tak ingin jauh dari si istri, begitu juga dengan Zizah iya memeluk dan menikmati permainan suaminya,rasanya iya ingin selalu seperti ini, tanpa kata pisah. sungguh ini menyakitkan,saling menyayangi, saling mencintai bahkan saling mempercayai, namun harus terpisah karena sudah tidak adanya ridho seorang ibu.


besoknya,Yazid pamit kepada mertuanya, juga anak dan istrinya,ia memeluk kedua anaknya sambil menangis, begitu juga dengan A2 mereka sampai sesegukan, namun mereka seperti memahami keterpaksaan kedua orang tuanya.A2 jadi begitu membenci nenek dari ayahnya.Yazid kembali mendekati Azizah yang juga terus menangis.Ia kembali memeluknya,menciumnya,dan menyatakan cintanya, begitupun dengan Azizah.


Lalu Yazid mensejajarkan wajahnya ke perut sang istri,ia mencium perut istrinya sangat lama.

__ADS_1


"ayah sangat menyayangimu nak, baik dan tumbuh sehatlah di perut bunda, jangan menyusahkan bunda ya,ayah yakin kau adalah darah daging ayah, karena ayah mengenal bundamu dengan baik insya Allah nak.jika nanti kamu lahir ayah akan datang mengazdankan mu insya Allah."


Zizah makin sesegukan mendengar pernyataan suaminya kepada anak mereka yang masih didalam perutnya.


Yazidpun kembali berdiri dan memeluk istrinya erat.


"jangan menangis lagi,sudah cukup air mata ini,hiduplah bahagia sayang, aku mencintaimu"ucap ibra sambil mengelus kepala istrinya.Ia meminta istrinya tidak menangis lagi, tapi ia sendiri terus menangis.


"setelah ayah naik ke mobil,baru ayah akan mengucapkannya sayang"kata Yazid dan di iyakan oleh Zizah dengan anggukan kepala.


Yazid melepas ciumannya,dan melangkah ke mobilnya,ia masuk ke mobil,lalu Zizah dan A2 mendekatinya,


"ayah berangkat nak ya,jadilah anak yang shalih nak, dan jagalah bunda ya,doa ayah akan selalu untuk kalian"kata Yazid


"bun, ayah tidak sanggup mengucapkannya hiks hiks"Yazid menangis lagi, begitu juga dengan Zizah dan A2, juga mertuanya.


"Yah, sejujurnya,bunda juga gak mau, tapi ini harus kita lakukan hiks"ucap azizah


Yazid memandang istrinya cukup lama."sini bun"pinta Yazid


Zizahpun mendekat,lalu Yazid kembali mencium wajah istrinya, dari mulai dahi, hidung,pipi,hingga bibirnya.


"ayah sangat mencintaimu bun,ayah percaya padamu.bagaimana ayah bisa melakukannya hiks,maafkan ayah bun hiks hiks."Yazid kembali menangis.ia benar-benar tidak sanggup mengucapkannya.


"Ayah harus bisa, bunda juga minta maaf, kalo bunda belum bisa menjadi istri dan menantu yang baik Yah! hiks hiks"ucap Azizah.


akhirnya Yazid melepaskan istrinya,


"bismillah, ayah...ayah... ayah talak bunda, talak tiga,hiks hiks. "Yazid terbata-bata sambil menangis mengucapkan talak, ia mengucapkannya sambil memandangi wajah istrinya dengan wajah yang penuh air mata, iya berat sekali mengucap talak itu, setelah mengucapkan talaknya,iya tertunduk menyandarkan jidatnya dipintu mobil,yang dibuka kacanya aja.ia nangis sesegukan.begitupan dengan Azizah, rasanya seluruh tubuhnya lemas, air mata terus membasahi pipinya. namun ia berusaha tetap kuat berdiri.


Setelah puas menangis,Yazid memandang mantan istrinya dan juga anaknya,juga mertuanya.


"Ayah berangkat ya...Assalamu'alaikum "pamit Yazid


"Iya Yah, Wa'alaikumus salam"jawab Zizah dan A2


"izinkan ayah tetap memanggilmu bunda ya bun, dan tolong tetap panggil ayah" pinta Yazid sebelum menjalankan mobilnya,dan Zizahpun mengiyakan dengan anggukan.


Akhirnya Yazid menjalankan mobilnya untuk kembali ke kota B.Ia berusaha sekuatnya untuk menata hati, pikiran dan juga badannya. dengan diiringi lambaian tangan dari anak dan mantan istrinya. hanya dalam hitungan detik, dari istri sekarang sudah jadi mantan, sungguh kita manusia tidak pernah tau apa yang akan terjadi sedetik kemudian didepan kita.


Flashback Off

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2