
Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan (4 jam dari rumah ke bandara, dan 1 jam di pesawat),akhirnya mereka sampai di kota J. Ibra langsung membawa keluarga kecilnya kerumah,begitupun Reyhan dia juga pulang kerumah Ibra,dia selama ini tinggal di rumah ibra, ia bukan gak punya tempat tinggal, tapi karena permintaan ibra,itu sebabnya ia tinggal disini juga.
"Assalamu'alaikum "ucap mereka bareng-bareng setelah nyampe depan pintu rumah Ibra.
"masya Allah, ini rumah apa istana om? "tanya Aska pada Reyhan.
"boy, sekarang ini jadi istana kalian juga"jawab Reyhan sambil tersenyum.
"dulu rumah ayah dikota b juga besar, tapi tidak sebesar ini"batin Afsa.
sedangkan Zizah, dia kagum melihat keindahan rumah yang notabene bak istana ini.
"masya Allah, saya benar-benar merasa tidak pantas menjadi istri tuan Ibra ini, tapi Allah maha baik telah menakdirkan saya menjadi Istrinya." batinnya.
"Wa'alaikummus salam" jawab Bi Nur, pembantu di rumah megahnya ibra.
"bi,kenalin ini istri saya Azizah,dan ini anak sambung saya Aska dan Afsa."kata Ibra mengenalkan anak dan istrinya pada pembantunya itu,agar bibi menghargai istri dan anaknya sama seperti menghargai dirinya.
"salam kenal nak," jawab bi nur sambil mengulurkan tangan mau nyalamin Zizah dan dengan senyum yang begitu tulus.
"salam kenal bu"jawab Zizah
"eh jangan bu nak, tapi bibi"jawab bi nur.
"gapapa bi, biar senyamannya Zizah aja"malah ibra yang menjawab,sedangkan Zizah hanya tersenyum, karena merasa ibra cukup mewakili isi hatinya.
"baiklah kalo begitu"jawab bi Nur dengan senyum yang begitu tulus.
"eh ayo masuk masuk, bibi jadi lupa kan,hehe.ucap bibi lagi sambil tepuk jidat, karena lupa mempersilahkan tuan rumahnya masuk.
"iya bu, terimakasih." jawab zizah.sedangkan yang lainnya tidak menjawab tapi langsung masuk.
"bi, tolong anter A2 ke kamarnya dilantai dua ya! "pinta Ibra pada bibi
"jagoan abi, ikut bibi ya, lalu istirahatlah nak ya, kalian pasti lelah kan? pinta Ibra juga pada A2
"baik abi, terimakasih "jawab A2 pada abinya.lalu merekapun mengikuti bibi kelantai 2
"Ayo kita kekamar"ajak Ibra kepada Zizah.dan dijawab anggukan oleh Zizah. sedangkan Rey sudah dari tadi langsung ke kamarnya.
sesampai dikamar Ibra yang luas itu, Zizah melihat kamar Ibra yang begitu luas dan identik dengan warna abu dan putih,sebenarnya Zizah tidak suka warna putih, bukan tidak suka sih, tapi lebih kepada tidak bisa merawat warna putih, jadinya dia kurang suka.
__ADS_1
"hei, kenapa bengong,suka kamarnya nggak? "tanya Ibra pada Zizah.
"su...suka,suka "jawab Zizah terbata karena kaget.
"ya udah abi bantu mandi ya, biar enak istirahat"ujar Ibra, sebenarnya Ibra agak berat bantu Zizah mandi,soalnya dia gak kuat akan keinginannya memakan zizah, tapi mau gimana lagi, gak mungkin dia minta tolong bibi kan, walaupun mereka sama-sama wanita, tetap saja dia gak mau tubuh istrinya dipandang orang lain.
"anggap aja lagi tes kekuatan imin,kalo iman mungkin sudah lolos ujian,mungkin itu juga, tapi imin sepertinya benar-benar belum lolos ni" batin ibra sambil senyum-senyum.
"baik tuan"jawab zizah yang sebenarnya memang udah merasa lengket atas keringat ditubuhnya, ditambah kota J yang memang daerah panas,beda sekali dengan desanya yang sejuk.
"Zah, berusahalah untuk mengubah panggilanmu itu jadi abi, jangan tuan lagi, oke!"pinta ibra
Zizah menatap Ibra,terlihat sekali keraguan dalam raut wajahnya, sebenarnya dia tidak percaya diri menjadi istri orang yang sukses seperti Ibra,Ia takut akan menjatuhkan harga diri Ibra kedepannya, ia takut tidak bisa menyesuaikan diri.ada banyak sekali keraguan dalam hatinya,rasa rendah diri itu seperti mulai merasuki hatinya.bila sebelumnya walau agak ragu, dia masih meyakinkan hatinya,bahwa pantas dan tidaknya seseorang itu,itu urusan Allah,Allah yang menentukan.tapi entah sekarang rasa percaya diri itu seperti menguap, bukan dia tidak percaya pada takdir Allah, tapi lebih kepada kurang percaya diri aja.
"Zah"tegur Ibra,yang tidak mendapat jawaban dari Zizah.
"i.. iya tuan"jawab zizah kaget dan gugup.
"Zah, kamu kenapa hm? "tanya Ibra
"gapapa tuan"jawab zizah
"i.. iya baik tuan, saya akan berusaha"jawab Zizah
"Zah, kamu masih panggil saya tuan itu barusan"ujar Ibra
"maaf"jawab Zizah menunduk.
"sudahlah ayo kita mandi !"ajak Ibra kemudian,dia sudah merasakan tidak betah dengan rasa lengket ditubuhnya.dan dianggukin ama Azizah.
merekapun melakukan ritual mandi bareng lagi,dengan zizah yang di bathtub dan Ibra di sampingaya sambil jongkok memandikan dan menggosok tubuh Zizah. Ibra melihat kemolekan tubuh istrinya lagi, sedangkan Zizah tidak berani menatap tubuh Ibra yang Atletis itu, dia hanya menunduk saat Ibra memandikan tubuhnya.dan Ibrapun tak meminta Zizah memperhatikan tubuhnya.saat menggosok tubuh Zizah,Ibra tidak sengaja memegang benda kembar keramat milik Zizah, Zizah tersentak, begitu juga dengan Ibra, sehingga pandangan mereka bertemu.
"maaf Zah,abi tidak sengaja, kata Ibra dengan raut rasa bersalah, sedangkan zizah, tidak menjawab, dia hanya merasa malu yang luar biasa,apalagi tidak sengaja melihat benda keramatnya Ibra barusan,makin terlihat sekali ekspresi malunya Zizah,dia mulai menundukkan pandangannya lagi, tapi Ibra menahan dagunya Zizah agar tidak menunduk, hingga pandangan mereka bertemu lagi.
"Zah,jika kita melakukannya itu tidak masalah kan? kamu tidak keberatan kan? "tanya Ibra kemudian.
"Zizah sangat gugup,dia tau itu memang kewajiban seorang istri, tapi ntah kenapa, dia seperti gadis perawan yang belum pernah melakukan,padahal dia udah punya buntut dua,bahkan hampir 3,jika saja dia tidak keguguran dulu.muka Zizah memang masih ditahan Ibra tapi tatapan matanya berusaha menunduk, agar tidak melihat wajah Ibra.
"Zah, saya tau ini baru banget, tapi bolehkah saya minta hak saya? "ucap Ibra kemudian.Zizah kembali menatap Ibra, ada banyak rasa dalam dadanya.tapi setelah bertemu pandang dengan tatapan teduh Ibra, Zizah mau menundukkan pandangannya kembali.hingga Ibra menahan muka zizah dengan kedua tangannya memegang dua sisi pipi zizah.
"boleh ya? rasanya sudah tidak kuat lagi Zah, Imin saya benar-benar sudah memberontak"ucap Ibra kemudian.
__ADS_1
Namun Zizah hanya diam saja, dia malu, malu dan sangat malu.Ibra menangkap kegugupan dan rasa malu Zizah diraut wajahnya.
hingga tanpa menunggu jawaban Zizah, Ibra mendekatkan wajahnya ke wajah Zizah yang masih ia pegang.
Ibra m*l***t bibir Zizah,dengan penuh kelembutan.
tidak ada balasan dari bibir ranum Zizah, dia hanya diam saja namun menikmati,dan memejamkan matanya.melihat itu, Ibra jadi berani memainkan tangannya ke bagian tubuh Zizah yang lain, tapi Ibra ingat kalo punggung Zizah masih sakit,ia berusaha tidak menyentuh lengan kiri dan punggung kiri Zizah,sentuhannya mengarah pada gunung kembarnya Zizah,membuat Zizah mendesah, bagaimanapun dia bukanlah gadis polos,dan dia sudah lama tidak merasakan ini, rasanya seperti melayang,hingga keluarlah desahan tertahannya itu.
"ahhhh tu...aaan"desah Zizah saat jemari Ibra bermain di area sensitifnya.
"aghhhh..... "desah Zizah disertai getaran tubuhnya.
Ibra sangat menikmati itu, dia bahkan lupa membaca doa sebelum melakukannya.
"ah Imin, kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri begini,astaghfirullah."batin Ibra
Ibra memegang kepala Zizah yang bersandar di dadanya.
Ibra melabuhkan ciuman kasih sayangnya di dahi Zizah.lalu dengan tiba-tiba menggendong Zizah seperti koala.
"aaah tuaan"ucap zizah kaget.
"kita lanjut di ranjang kita aja sayang"ujar Ibra, yang udah merubah panggilannya jadi sayang.
"ah Zizah malu tuan"ucap zizah,dengan di gendong ala koala,bagian sensitifnya nempel di kulit perut Ibra,tentu saja ia malu, tapi Ibra gak peduli,dia justru menikmati sensasinya.
"kenapa malu sayang, saya suami kamu, halal"ujar Ibra sambil senyum ke azizah.
hingga ia menidurkan zizah ke ranjang empuk mereka.
"aaagh"zizah meringis saat Ibra langsung menidurkannya telentang sedangkan pundak sebelah kirinya masih sakit.
"Astaghfirullah,maaf sayang abi lupa"ucap Ibra, ia langsung mengangkat tubuh Azizah kembali, dan mengelus punggung kiri zizah dengan penuh kelembutan.
"Sakit banget ya ?"tanya Ibra.
Zizah tidak menjawab, tapi dia hanya menganggukkan kepala masih dengan wajah meringis.
akhirnya niat mau ***-*** jadi berantakan...
bersambung......
__ADS_1