
Kini Ibra dan Zizah serta A2 sudah dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya Ibra.tidak begitu jauh dari kediaman mereka,tapi karena macet membuat perjalanan mereka menjadi lebih lama.
Ibra melihat ke Zizah, yang sejak berangkat diam saja.
"Zah, kenapa diem banget sayang,pundak kiri kamu masih sakit banget ya? "tanya Ibra
"eh, eng..enggak bi"jawab zizah gugup
"nanti pulang dari rumah ummi, kita mampir ke apotek ya,buat beli obat kamu!"ucap Ibra.
tapi Zizah masih diam aja,ibra merasa ada yang ditakutkan istrinya.
"jangan takut,orang tua abi insya Allah baik kok"ujar Ibra sambil tersenyum dan menggenggam tangan Zizah yang dingin,ia berusaha membuat Zizah tenang,dan hanya dibalas anggukan sama Zizah.
macetpun berlalu, akhirnya mereka bisa melanjutkan perjalananan, dan sampailah pada tujuan.
"ayo turun sayang, ini rumah orang tua abi"ujar ibra
dan dijawab anggukan oleh Zizah.
__ADS_1
"kk adek, ayo bangun nak,ini udah nyampe"zizah membangunkan A2 yang ketiduran dalam perjalanan tadi.
"hmm...udah nyampe bun?"tanya Aska dengan wajah bangun tidurnya.
"iya nak, bangunin adek nak! "jawab Zizah
"adek, bangun dek, udah nyampe"Aska berusaha membangunkan Afsa, dengan memukul pelan paha adiknya.
"hmm"jawab Afsa dengan wajah bangun tidurnya
"ayo sayang,jagoan ayo keluar!"kata Ibra mengajak Zizah dan anak-anak
saat berada depan pintu dan mau mengucap salam,ternyata orang tuanya lagi ada tamu, dan lagi membicarakan pembicaraan serius,Ibra dan Zizah yang tadinya mau mengucap salam jadi mematung dipintu.
"Apa kekurangan anak saya hingga kalian tidak mau menerima perjodohan ini ?"tanya bu Nurmala dengan suara yang agak meninggi
"maafkan kami bu Nur, kami bukan tidak menerima, tapi tidak bisa memutuskan,karena harus menunggu jawaban Ibra sendiri, kami tidak mau memaksakan Ibra, biarlah dia yang memutuskan"jawab abinya Ibra.
"bukankah Ibra anak yang patuh pada orang tua, saya yakin dia pasti nurut pada Abinya"jawab bu Nurmala lagi.
__ADS_1
"Alhamdulillah sejauh ini Ibra memang anak yang patuh, tapi saya tidak ingin memaksakan kalo soal pernikahannya, dan kemarin Ibra ngasih kabar kalo dia akan menikah di desa T, itu artinya ada kemungkinan dia sekarang sudah beristri lagi bu Nur."jelas abinya Ibra.
"kok gitu, kan dari dulu kami udah ngomong pada kalian,kalo kami ingin menjodohkan anak-anak kita, dan waktu itu kalian bilang insya Allah, bukankah insya Allah artinya kalian harus mengikhtiarkan,bukan malah mendiamkan saja Ibra memilih pasangan sendiri ".
mendengar perdebatan itu,Zizah tertunduk dengan air mata yang sudah hampir mengalir,dia merasa bersalah telah menjadi orang yang telah merusak hubungan kekeluargaan ini.
"sayang,kamu tenang Yah, abi yakin ini pasti ada jalan keluarnya"ucap Ibra sambil menggenggam tangan Zizah yang gemetar karena merasa bersalah dan takut.
"maaf bi, maaf karena demi menolong Zizah,abi harus mengorbankan perjodohan ini"ucap zizah dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
melihat air mata Zizah, Ibra merasa bersalah.
"sayang... "Ibra mengusap air mata Zizah.
"ini bukan salah Zizah,jodoh itu ditangannya Allah,abi sendiri juga gak ngerti, kenapa melihatmu ditiang gantungan waktu itu, membuat abi ingin menjadikan kamu istri,ingin menolong kamu, mungkin ini memang rencana Allah mempertemukan kita.jadi jangan pernah menyalahkan diri sendiri ya! "ujar ibra panjang lebar.
zizah tidak menjawab, dia hanya menunduk dan menghapus air matanya, namun rasa bersalah tetap saja menghantuinya.
bersambung.....
__ADS_1