
Waktu terus bergulir, hingga tak terasa semburat senja sudah mulai terlihat,udara yang mulai sejuk menyeruak masuk ke dalam kamar yang bernuansa putih itu, membangunkan dua makhluk yang terlelap,dua makhluk yang bahkan lupa kewajibannya karena lelapnya dipembaringan.
"Astaghfirullah udah mau magrib,saya bahkan belum shalat ashar, tapi ini sudah waktu haramnya sholat.
"sayang,ayo bangun,udah mau magrib !"Ibra membangunkan Zizah,tapi zizah tak bergeming.
"Zaaah, bangun sayang, ayo kita mandi! "ucap Ibra lagi sambil memukul pelan pipi Azizah.
"hmm.... "hanya itu sautan dari Zizah,tapi masih memejamkan mata.
"sayaaang, hei, ayo bangun !"pinta ibra lagi.
akhirnya Zizah membuka mata juga, dan melihat ke ibra sambil mengumpulkan kesadarannya.
Ibra tersenyum ke Zizah,ia Tau, kesadaran istrinya belum terkumpul. Dan melihat Ibra senyum-senyum,Zizapun tersadar,kaget dan Langsung berusaha membangunkan tubuhnya.
"maaf tuan, saya ketiduran lama "ucap zizah,sambil menundukkan pandangannya.
__ADS_1
ibra memegang kedua sisi pipi zizah,membuat zizah jadi menatapnya, dan mereka jadi saling tatap.
"panggil saya abi zah, atau apa aja yang penting panggilan pantas seorang istri pada suaminya."pinta ibra
"iya abi, maaf" jawab Zizah,ia inget sudah berkali-kali suaminya meminta hal itu.
"nah gitu, kan enak dengernya"ujar Ibra sambil tersenyum lalu mencium sekilas bibir istrinya,yang membuat Zizah kaget dan gugup.
"ayo kita mandi lagi, tadi siang mandi kita belum benar. "ajak Ibra,sambil beranjak dari tempat tidur, di ikuti oleh Zizah.
merekapun mandi dengan benar tanpa ada ritual ***-***,ibra berusaha menahan iminnya, sampe istrinya sembuh.
setelah selesai ritual mandi sorenya,sambil menunggu sholat magrib, Ibra membuka laptopnya, ia nunggu Zizah selesai ganti baju, tapi yang di tunggu gak keluar -keluar dari walk in closet.
"Zah, kok lama banget sayang ?"Zizahpun kaget mendengar suara ibra yang sudah berada dibelakangnya.
"kamu belum pake baju,kenapa sayang, apa kamu gak suka bajunya hmm? "tanya ibra
__ADS_1
"saya gak tau bajunya dimana bi,habisnya wardrobenya banyak sekali"jawab zizah,baginya lemari empat pintu itu sudah sangat besar, jadi ia harus beradaptasi dengan hal-hal yang berbau mewah seperti ini.
Ibra tersenyum mendengarnya, ia mendorong Zizah pelan sambil menunjukan dimana tempat baju Zizah berada.
"nah, ini semua punya kamu sayang, tinggal pilih dan ambil yang kamu mau pake"jelas ibra
"masya Allah, semoga saya bisa beradaptasi dengan semua ini. saya merasa begitu rendah, saya takut akan membuat malu suami saya nantinya, saya takut tidak bisa beradaptasi dengan semua ini, ya Allah, bimbinglah saya,aamiin"batin Zizah.
"hei, malah bengong,cepetan sayang, nanti masuk angin"habis itu kita sholat magrib, setelah itu kita ketempat orang tua abi ya,abi mau kenalin istri abi ini ke umi dan abinya abi "jelas ibra
"eh iya bi"zizah kaget dan langsung ngambil gamis yang ada diwardrobe,berikut dengan kerudungnya. tapi ia gak bisa masangnya, dia bengong lagi, bagaimana cara meminta tolong ke ibra.
melihat itu, Ibra menyadari kekhilafannya.
"sini sayang abi pakein, ibrapun membantu Zizah berpakaian.
setelah selesai mereka menunaikan solat magrib,Ibra kemasjid dan Zizah dirumah aja, Zizah hanya tinggal memakai kaos kaki aja, jadi bisa sholat tanpa mukena, karena sudah menutup aurat.
__ADS_1
bersambung...