
Akhirnya mereka sampe di rumah sakit setelah kurang lebih dua puluh menit diperjalanan.
"Assalamu'alaikum "ucap Ibra dan pak Kasto berbarengan
"wa'alaikumussalam "jawab bu Ratna, Rey.
"gimana keadaan Zizah bu" tanya pak Kasto pada bu Ratna
"Zizah belum sadar pak, kata dokter, biar Azizah istirahat, memar ditubuhnya cukup parah"jawab bu Zizah,sambil menunduk sedih.
"sabar bu, semoga dengan begitu dia cepat pulih.
oh iya,nak ibra sekarang sudah jadi menantu kita."cerita pak Kasto ke istrinya.
"maksud bapak gimana? "tanya bu Ratna
sementara Rey,menantap sahabatnya dengan tatapan yang penuh tanya.
"nak Ibra memutuskan menikahi Zizah, karena dia yang akan membawa Azizah ke kota J, agar tidak ada fitnah dan dosa di dalamnya"jelas pak Kasto
sementara melihat tatapan sahabatnya,Ibra seperti paham arti tatapan itu.
"nanti saya ceritain"kata ibra pelan, agar tidak kedengaran ama mertuanya.
"nak Ibra, sebaiknya nak Ibra dan nak Rey pulang aja ke rumah Zizah, biar bapak sama ibu yang jaga disini,disini mana bisa istirahat, sedangkan besok kalian masih ada urusan"kata pak Kasto mencoba menawarkan pilihan
__ADS_1
kepada Ibra dan rey.
"Ga pa pa pak,disini aja bareng-bareng".jawab ibra,rey diam aja, dia masih bertanya-tanya maksud dan tujuan Ibra sahabatnya.
"tapi nak disini gak ada tempat tidur, ditambah disini juga gak ada penginapan seperti dikota"kata pak Kasto kembali menjelaskan,dia kasian kalo orang yang sudah baik harus tidur di kursi panjang rumah sakit.
"baiklah pak,besok mungkin kami gak mampir kerumah sakit, langsung ketemu pemda,pulangnya baru kami kerumah sakit"kata ibra yamg akhirnya mengalah, karena bingung mau nyari alasan lagi.
"ini kuncinya"kata pak Kasto sembari menyerahkan kunci rumah Azizah.
"iya pak, terima kasih,tapi boleh saya menemui Azizah dan A2 sebentar pak? "tanya Ibra
"oh tentu nak,silahkan ke dalam "kata pak Kasto.
Ibra pun melangkahkan kakinya ke ruang perawatan Azizah, sampe didalam iya melihat A2 udah tidur di ujung kaki Azizah, dia gak tega melihatnya, tapi juga gak tega ngebangunin. Ibra melihat wajah Azizah yang tidak sepucat siang tadi,dia senang.
Ibra memegang kepala Zizah, seraya membaca doa,lalu ia mencium kening istrinya agak lama, kemudian ia melepas ciumannya, lalu keluar meninggalkan Azizah dan A2 yang masih terbaring di tempat pembaringan rumah sakit.
"pak, bu, kami pamit,kalo ada apa-apa tolong hubungi ibra ya pak !"kata Ibra setelah berada didepan ruangan Azizah.
"oh iya nak, hati-hati ya"jawab pak Kasto.
"iya pak insya Allah"jawab Ibra dan Rey,hampir bersamaan.
merekapun akhirnya meninggalkan rumah sakit untuk istirahat dirumah Azizah, dan Rey lah yang nyetir, karena Ibra punya alasan kalo dia udah nyetir tadi.
__ADS_1
sampai dirumah Azizah,Ibrapun langsung menuju kamar Azizah, sedangkan Rey,dia bingung harus tidur dimana.
"Ib, saya tidur dimana? "tanya Rey.
"dimana aja,kan ada dua kamar lagi tu"jawab ibra
"gak bareng aja ib?"tanya Rey lagi
"gak ah, tempat tidurnya sempit soalnya"jawab ibra.
"udah ah, saya ke kamar dulu ya"kata Ibra
Ibrapun melenggang masuk kekamar Azizah meninggalkan rey yang masih bengong.
"dasar teman yang gak punya hati"gerutu Rey dalam hati.
Reypun akhirnya masuk kekamar A2,dia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.
dikamar Azizah,Ibra gak langsung tidur, ia melihat di tembok,dan bertanya-tanya,kenapa bukti perceraian sampai dibingkai seperti itu, bukankah hal itu hal yang menyakitkan,dan melihat tanggal perceraian juga belum setahun.
"biasanya orang akan menyimpan atau membuang kenangan yang menyakitkan, ini malah dipajang di dinding,apa sebenarnya penyebab mereka bercerai?" batin ibra
"ah sudahlah, kenapa juga saya mikirin hal itu,mending saya segera tidur"ucapnya.
Ibrapun membaringkan tubuhnya ke tempat tidur Azizah yang tidak sebesar dan semewah tempat tidurnya,seraya membaca doa sebelum tidur. tidak lama ia pun masuk ke alam mimpinya. begitu juga dengan Reyhan.
__ADS_1
bersambung....