
Hari ini kebetulan hari pertamaku mendaftar di universitas Gunadarma, aku datang langsung karena sambil melihat-lihat universitas yang akan ku masuki ini, karena teman-temanku banyak yang mendaftar fia online jadi aku ngak ada yang menemani karena aku ingin mendaftar secara langsung tapi tak apa aku juga lebih suka sendiri seperti ini.
Ketika sedang mencari ruang pendaftaran aku melihat ada mahasiswa yang sedang bermesraan di aula rapat mahasiswa, tapi anehnya si pria terlihat cuek terhadap pasangannya. seperti acuh tak acuh dan seakan tidak peduli apa yang wanitanya katakan.
"Hah.....dunia memang tidak baik-baik saja, sepertinya"
Pria itupun tiba-tiba menoleh ke arahku dengan tatapan yang cukup tajam.
Aku lansung mengalihkan pandangan dari arah mereka dan bergegas pergi mencari ruang pendaftaran.
"Haduh apa suaraku tadi terdengar oleh pria itu ya, masa pendengarannya setajam itu ngak mungkin ah"
Akupun melanjutkan mencari di mana ruang pendaftaran.
"Permisi kak ruang pendaftaran Mahasiswa baru dimana ya?"
"Oh iya dari sini kamu lurus aja nanti belok kanan atas, itu ruangannya"
"di situ...Makasih ya kak "
"iya sama-sama"
Akupun melanjutkan mendaftar dan mengurus persyaratan, ketika sibuk bolak-balik fotocopy aku tidak sengaja menabrak seseorang.
"Aduh... yah berantakan jadinya, kalo jalan pake mata dong udah tau aku lagi ribet gini"
aku asal ceplos aja ngomong gitu, tanpa melihat wajahnya.
" harusnya kamu yang lebih fokus kalo jalan jangan sempoyongan kayak gitu"
Akupun melihat dengan siapa aku bicara.
"Eh maaf kak aku ngak sengaja"
Ternyata dia adalah Pria yang aku lihat di aula tadi, aduh malu banget.
"Iya lain kali hati-hati ya, jangan sampe masuk comberan nanti"
"Hehe...iya kak aku permisi dulu mau lanjut ngurus ini, Sekali lagi maaf ya kak"
"Ya udah sana"
Kenapa coba harus nabrak pasangan orang, coba aja nabrak yang sama-sama jomlo kek biar agak drama Korea gitu, ah tapi kok dia manis juga ya aduh.
Setelah selesai mengurus pendaftaran aku langsung mencari kantin, karena tadi pagi ngak sempat sarapan juga jadi laper banget.
"Bu aku mau pesen nasi goreng spesial satu sama jus jeruk lemon satu ya"
__ADS_1
"Iya neng, eh tapi kok saya baru lihat cewek secantik eneng di sini, siswi baru ya?"
"Oh iya kenalin ibu, nama aku Citra scholastika panggil aja citra ya bu, aku baru daftar bu doain di terima ya biar bisa pesen makanan ibu tiap hari "
"Amin neng Citra, ibu yakin Eneng pasti keterima"
"Hehe.. makasih bu doanya"
Setelah sedikit berbincang dengan ibu kantin aku duduk dan memperhatikan sekitar ternyata emang lagi sepi hanya ada sekelompok siswi yang sedang berbincang, aku ingat aku membawa novel jadi sambil menunggu aku membaca dulu setelah selesai makan aku tidak lantas pergi dari kantin, karena novel yang aku baca cukup seru tanpa ku sadari sudah setengah jam berlalu aku melihat ke sekitar dan entah mengapa aku merasa ada yang memperhatikan dari kejauhan.
"Mungkin prasaan ku saja"
"Hai kamu siswi baru ya kenalin, aku Jorgino pangil aja kak Jorgii "
Entah dari mana pria ini muncul, membuat aku merasa tidak nyaman saja.
"Oh iya kak aku baru aja daftar kuliah di sini, namaku Citra scholastika"
"Nama kamu cantik kayak orangnya"
Seketika aku pun ingin muntah mendengar rayuannya tapi aku berusaha menutupinya.
"Hehe... Makasih kak"
"Kalo butuh apa-apa atau ada yang mau di tanyain sama aku aja, aku siap membantu"
Aduh kenapa harus ketemu senior yang genit kayak gini,gimana ya mau kabur dari sini!
"Eh iya maaf ya kak aku harus buru-buru, ada yang mau di urus soalnya dah kak"
"Hah buru-buru amat sih cantik"
Akupun pergi dengan terburu-buru takutnya dia mengikuti aku.
"Akhirnya udah jauh dari si senior genit itu"
Aku melanjutkan langkah dengan waspada melihat ke arah belakang terus-menerus tapi aku malah terpeleset.
"Au.... tapi kok ngak sakit ya?"
Betapa terkejutnya aku berada di pelukan senior yang tadi aku tabrak, kami pun sedikit memandangi satu sama lain sambil berpelukan.
"Hei kamu mau kayak gini sampai kapan?"
"Hah... eh iya kak maaf ya aku ngak liat soalnya"
"Baru aja tadi aku bilang sama kamu kalo jalan itu yang fokus, masih untung aku yang kamu tabrak kalo tiang listrik bisa benjol kepala kamu"
__ADS_1
"Sekali lagi maaf ya kak udah nabrak kakak soalnya aku di Uber anjing kak iya"
..."Ha anjing mana ada anjing di universitas"...
"Ada kok, makannya aku buru-buru pergi"
"Kamu lucu ya, yaudah sana nanti anjingnya nguber kamu lagi"
Diapun tersenyum kepadaku,ya tuhan kenapa jantungku jadi berdebar tidak karuan seperti ini ya.
..."Iya kak Makasih ya sekali lagi udah di maafin"...
Akupun bergegas pergi meninggalkan kak senior yang aku juga belum tahu namanya siapa, setelah cukup jauh aku menoleh ke belakang betapa terkejutnya aku dia masih memandang ku dari kejauhan sambil tersenyum manis, ya tuhan apa dia jodohku?"
..."Aduh apaan sih udah jelas dia udah punya pasangan ngapain aku pake baper segala, sadar citra sadar"...
...akupun berjalan sambil bergumam....
Sepertinya universitas Gunadarma akan jadi universitas yang tepat untuk ku, aku harus lebih fokus dan jangan mudah baper jika ingin mendapatkan prestasi di sini.
ingin juga rasanya ada yang mendukung kita sepenuhnya seperti dukungan dari pasangan yang kita cintai, tapi mungkin aku juga tidak berhak untuk mendapatkan cinta dari siapapun, bahkan keluargaku tidak mau mengakui aku lagi.
"ah lagian ibu dan ayahku sudah tenang di alam sana, sebaiknya aku berkeliling lagi untuk lebih mengenal kampus yang ingin aku masuki ini"
aku melihat ke sekitar, melihat betapa menyenangkannya,jika sudah punya teman di sini bisa saling berdiskusi tentang masalah kuliah, ataupun hal-hal random yang kita jumpai.
semoga saja aku bisa bertemu teman-teman yang baik sekaligus sahabat baru di sini.
aku jadi semakin tidak sabar untuk berkuliah di sini.
"capek juga rasanya berkeliling sebaiknya aku istirahat dulu kebetulan kan aku bawa novel, aku baca novel saja di sini"
akupun beristirahat sejenak di bawah pohon rindang di lapangan kampus dengan membaca novel.
"dia menarik juga andai saja aku bisa mengenalnya lebih jauh suatu hari" Adam bergumam.
"sayang kamu lagi liatin apasih?"
"ngak ada kok, aku mau rapat dulu ya kamu di sini aja"
"Hem... iyadeh tapi nanti anterin aku belanja ya"
"iya nanti"
lagi-lagi menemani Sarah belanja, entah kenapa aku tidak pernah benar-benar nyaman berada di dekatnya apalagi dengan sikap posesif dan egoisnya itu tapi aku tidak bisa meninggalkannya karena suatu alasan.
bersambung...
__ADS_1