Takdirku Menjadi Orang Ketiga

Takdirku Menjadi Orang Ketiga
Melukis di Taman bersamamu.


__ADS_3

Setelah kejadian itu kak Adam selalu merawatku, dia sangat memperhatikan aku, sepulang kuliah dia langsung menjengukku, selalu menghiburku aku rasa beberapa hari lagi aku sudah bisa tidak memakai kursi roda lagi tapi aku juga senang bercampur sedih kalo kaki ku sembuh kembali, senangnya aku bisa beraktivitas dengan normal kembali tapi sedihnya kak Adam pasti berhenti merawatku untuk apa juga dia merawatku kalo aku udah sehat tapi aku sangat berterimakasih padanya karena dia begitu baik kepadaku.


"Hari ini sudah jam tiga sore tapi dia belum datang menjenguk ku, apa dia sibuk ya hari ini?"


Aku menunggu sambil membaca novel di teras.


Tiba-tiba ada yang menutupi mataku.


"Siapa ini, penculik ya lepasin ngak"


"Iya memang penculik yang suka sama kamu"


"Kak Adam apaansih nakutin aja tau"


"Iya-iya maafin ya Citra imut" sambil mencubit pipiku.


"Tadi aku ada rapat organisasi jadi telat ke sini"


"Iya kak ngak papa kok, tapi kak Adam mau nganter aku ke taman ngak aku kangen banget ngelukis sambil ngeliat pemandangan taman"


"Boleh, tapi ada syaratnya!"


"Apaan kak syaratnya?" aku penasaran.


"Kiss dulu dong"sambil tersenyum nakal kepadaku.


Kok kak Adam tambah genit ya sama aku tapi jujur aku tidak bisa menolak permintaannya.


"Tapi tutup mata ya kak"


"Beneran nih, yaudah aku tutup mata ya"


Setelah kak Adam menutup mata aku langsung mencium bibirnya, sungguh membuat jantungku berdegup kencang.


"Kok diem kak, kan udah" aku menyembunyikan rasa baperku.


"Ya udah ayok ke taman"


Entah ini perasaanku saja apa memang kak Adam lagi salah tingkah setelah aku mencium bibirnya.


Beberapa menit kemudian kami sampai di taman kompleks.


"Kamu tunggu di sini dulu ya, aku mau ngambil perlengkapan lukis kamu dulu di bagasi mobil"


Kak Adam lansung pergi untuk mengambil perlengkapan lukisku yang ada di mobilnya sambil menunggu aku melihat anak-anak kompleks yang sedang riang bermain perosotan.


"Kakak cantik" anak-anak memanggil ku.


"Apa sayang, sini main sama kak Citra"


"Iya kak kita mau main kejar-kejaran, kak Citra mau main sama kita?"


"mau banget tapi kakak ngak bisa sayang, liat kak citra pake kursi roda jadi ngak bisa"


"Iya ya kak ngak papa kak, kak citra liatin kita aja dari sini ya"sambil tersenyum kepadaku.


"Mereka bilang apa sama kamu?"


"Mereka ngajak main kak hehe"


"Kamu mainnya sama aku aja ya"


"Nih perlengkapan lukisnya aku temenin kamu aja ya soalnya aku ngak bisa ngelukis"


"Masasih kak kalo gitu sini aku ajarin ngelukis"


Akupun mengajari kak Adam melukis.


"Gini kak nanti kakak lukis yang bagian ini ya"


"Oh yang bagian ini" sambil mengoleskan cat ke pipiku.


"ih kak Adam, awas ya"


Aku membalas mengoles cat ke mukanya.

__ADS_1


Kamipun bermain coret-coretan muka.


"Cie... Yang lagi pacaran" ucap anak-anak.


"Kalian mau juga di coret"


Kak Adam mengejar anak-anak sambil mengoleskan sedikit cat kemuka mereka, kamipun bermain bersama dengan tawa lepas.


"udah-udah lihat tuh muka kalian pada cemong-cemong semua"


"iya udah ah capek"


"cepet banget kak capeknya kayak orang tua aja hehehe"


"bilang apa barusan" sambil mencubit pipiku.


"eh maaf-maaf deh yang masih muda"


"emang masih muda masih belum punya anak kok"


kak Adam keringetan banget aku bantu lap aja.


"sini bentar kak"


"kenapa kaki kamu sakit ya?"


akupun menyeka keringat kak Adam di mukanya kamipun saling bertatapan.


"cie yang lagi pacaran"


"ngak anak-anak jangan suka gitu ah"


aduh anak-anak di taman ini membuat aku malu saja.


anak-anak itupun menghampiri kami sambil memperhatikan lukisanku.


"bagus banget kak lukisannya kak citra boleh minta ajarin kita ngak kak?"


"iya kak ajarin kita dong" anak-anak kompak ingin di ajari.


"oke kak"


"kak Adam tolong bantu bagiin kertasnya ya ke anak-anak"


"siap Bu guru"


"ih apaansih kak" kami saling tersenyum.


"iya kamu udah cocok banget jadi guru"


"semoga aja ya kak walaupun gurunya masih kurang ilmu hehe"


akupun mengajarkan bagaimana cara mengambar dan mewarnai kepada anak-anak di taman dengan di temani kak Adam.


tiga puluh menit kemudian.


"nih kak hasil lukisan aku"


"wah... bagus banget ini kalo di tambah warna hijau pasti lebih hidup gambarnya"


"iya ya kak ya udah aku warnai warna hijau deh"


"kalo yang aku Gimana Bu guru?"


"apaan sih kak Adam sok imut deh"


"kok ibu guru judes banget sama anak kesayangannya ini"


"hahaha... iyadeh sini bu guru lihat dulu karya lukisan anak kesayangan ibu"


aku tidak tahan melihat tingkah gemas kak Adam.


"ini gambar animasi apa kak?"


"itu gambar kamu"

__ADS_1


aku terkejut sekaligus ingin tertawa melihat gambar kak Adam yang bentuknya juga tidak karuan.


"mana liat kak"


anak-anak melihat gambar kak Adam.


"hahaha ini mah gambarnya mirip Sinchan kak, ini ngak mirip kak citra sama sekali"


"iya yah hahaha" anak-anak itu menertawakan gambar yang di buat kak Adam.


"eh ngak boleh gitu, kita ngaj boleh menertawakan apalagi mengejek karya orang lain mau bagaimanapun ini karya kak Adam harus di hargai


sekarang kak Citra mau kalian minta maaf sama kak Adam"


"iya kak, kak Adam maafin kita ya udah ngejek karyanya kakak"


"iya lain kali jangan gitu ya"


"iya kak"


"tapi karya aku ini mahal tau, kalian aja yang ngak paham seni"


kamipun tertawa mendengar perkataan kak Adam.


"gimana kalo sekarang kak Adam beliin eskrim buat kita semua karena udah ngelukis"


"hore.... kita mau di beliin eskrim"


anak-anak begitu senang mendengar kak Adam ingin membelikan eskrim.


"mang eskrimnya ya untuk anak-anak"


"ngantri yang tertib ya anak-anak"


"siap kak"


"em enak yah eskrimnya"


"iya, tapi aku ngak kebagian rasa coklat tapi stroberi 🍓"


"nih eskrim coklat buat ibu guru yang baik hati"


"makasih pak guru"


"em enak banget kak Adam mau nyobain yang aku ngak"


"emang boleh nyobain yang kamu"dengan menatap nakal kepadaku.


"rasa eskrimnya ini kak, Jangan-jangan fikirannya kemana-mana ya"


"em..bisa jadi"


"anak-anak kak Adam sama kak Citra mau pamit pulang yah, kalian juga pulang yah kan udah sore banget nanti orang tua kalian nyariin lagi"


"iya kak kita juga mau pulang kok lain kali kita mau belajar ngelukis lagi ya kak sama kakak"


"iya sayang kapan-kapan kakak ke taman lagi yah"


kamipun berpisah dengan anak-anak di taman.


"makasih ya kak udah nemenin aku ngelukis hari ini"


"iya sama-sama aku juga seneng hari ini bisa belajar ngelukis sama kamu dan anak-anak


aku pulang ya, kamu hati-hati di kalo ada apa-apa kabarin aja"


"siap komandan hahaha"


"ya udah aku pulang ya"


"iya kak hati-hati yah"


diapun tersenyum manis.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2