Takdirku Menjadi Orang Ketiga

Takdirku Menjadi Orang Ketiga
Bekerja sambilan.


__ADS_3

Aku sadar... sekarang aku benar-benar hidup sendiri tanpa bergantung pada siapapun, aku butuh penghasilan untuk melanjutkan hidup, memang ada tabungan yang di tinggalkan orang tuaku untukku, tapi itu untuk biaya kuliahku dan tabungan itu semakin hari semakin menipis saja. aku harus bangkit dan bisa berdiri dengan kaki sendiri untuk melanjutkan hidup, aku harus membuktikan pada bibiku bahwa aku juga bisa sukses dan aku bukan pembawa sial seperti yang dia katakan.


"Iya aku harus cari lowongan di internet"


Akupun mencari lowongan pekerjaan yang ada di internet, dengan mencari di situs dan akhirnya setelah berjam-jam lamanya, aku menemukan ada sebuah cafe shop yang juga tidak jauh dari universitas yang sedang membutuhkan karyawan.


"Besok aku harus langsung wawancara dulu sebelum berangkat kuliah, kebetulan besokkan aku masuk siang juga"


untuk menyambut hari yang baru aku harus menyiapkan diri dan harus siap dengan semuanya.


"Semangat Citra" aku menyemangati diri sendiri.


Hari ini aku akan melamar pekerjaan dan aku harus menyiapkan diri, sebelum berangkat aku menyetrika kemeja sambil sarapan dulu, agar energi terpenuhi biar aku lebih semangat juga.


"Aku naik angkot aja kali ya! biar lebih hemat"


Menunggu angkot membuatku menjadi cemas karena tidak muncul-muncul angkotnya, setelah lima belas menit kemudian.


"Tet-tet....."suara klakson motor


"Hei cantik kamu mau ke kampus ya, yuk bareng kak Jorgi yang ganteng ini"


"Eh kakak, ngak usah kak aku tunggu angkot aja bentar lagi juga lewat kok lagian aku mau ke cafe shop deket sini ngak langsung ke kampus"


"Iya ngak papa biar kakak anterin, yuk naik"


Aduh jadi ngak enak nolaknya lagian ni angkot kok ngak muncul-muncul dari tadi apa aku bareng kak Jorgi aja.


"Ya udah kak, aku ngak ngerepotin nih?"


"Engak dong cantik, malah kakak seneng bisa bantu kamu"


Akupun di antar oleh kak Jorgi walaupun agak tidak nyaman tapi dia baik juga ingin mengantarku.


"Cafe shop yang ini bukan?"


"Iya kak yang ini, aku mau interview kerja di sini"


"Oh ya, aku yakin kamu pasti keterima semangat ya cantik"


Kak Jorgi mengelus kepala ku.


"Kakak ngak bisa nunggu kamu cantik maaf ya soalnya kakak ada kelas pagi"


"Iya kak ngak papa kok, makasih banyak ya kak"


"Iya adek cantik"sambil mengedipkan mata.


Walaupun tidak nyaman dengan tingkah genitnya kak Jorgi, tapi dia cukup baik kepadaku.


Akupun masuk ke dalam cafe shop dan melihat sekeliling, cafenya sangat indah dan klasik ada panggung juga di outdoor sana, apa benar aku bisa bekerja di cafe seindah ini.


"Halo kak mau pesan apa?"


"Eh maaf kak, tapi aku di sini mau interview kerja"


"Oh ya, sini biar aku anter ketemu bos"


Ramah juga ni orang


"Tok-tok..."


"Permisi Madam, ini ada yang mau interview"


"Iya ajak Masuk aja Bob"


"Ya udah saya permisi dulu madam"


"Makasih ya kak udah di anterin"


"Iya santay aja, semangat ya interviewnya"sambil tersenyum manis.


"Iya kak siap"


"Silahkan duduk, silahkan perkenalkan nama kamu dan alasan kamu ingin bekerja di sini?"


Aku cukup gugup tapi aku harus santay dan jelas dalam menjawab pertanyaan calon Bosku ini.


"Perkenalkan madam, nama saya Citra scholastika, sebenarnya saya bekerja sambilan di sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena saya tinggal sendiri dan harus mandiri madam, saya juga kuliah di universitas Gunadarma dekat sini"


Akupun menjawab semua pertanyaan calon Bosku dengan lugas, aku tidak menyangka aku bisa percaya diri dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan padaku.


" sepertinya anak ini bicara jujur,dan aku suka dengan kemandiriannya".gumam madam.

__ADS_1


Setelah tiga puluh menit berlalu.


"Citra, mulai sore nanti kamu bisa langsung kerja ya tapi kita pulangnya jam sepuluh malam, emang kamu ngak papa?"


"Ngak papa madam lagian di sekitar sini masih aman kok"


"Ya udah kalo engak biar bobi yang anter kamu pulang ya biar saya juga ngerasa tenang kalo kamu pulang malam"


"Iya madam, sebelumnya makasih banyak udah mau menerima aku sebagai karyawan madam"


"Iya sayang, santay aja ya sama madam Okta ini asalkan kamu rajin dan ngak berulah kerja sama madam ya"


"Hehe...iya makasih madam Okta cantik"


Akhirnya aku di terima bekerja di cafe shop madam Okta yang indah ini, terimakasih tuhan.


Aku sebaiknya kenalan dulu sama kakak yang nganter aku ke madam tadi.


"Halo kak kenalin namaku Citra scholastika pangil aja Citra, aku udah di terima kerja di sini mohon bantuannya ya kak"


"iya syukurlah kalo kamu udah di terima di sini, kenalin nama gua bobi panggil aja Abang"sambil tersenyum kepadaku.


"Iya bang, tapi aku mau lanjut ke kampus dulu ada kuliah"


"iya hati-hati ya cit"


"Iya bang"


Akupun pergi meninggalkan cafe shop dan mencari angkot, kebetulan banyak angkot yang lewat depan cafe jadi aku bisa langsung pergi ke kampus tanpa menunggu.


Sesampainya di kampus aku lansung menuju ke kelas tapi di perjalanan aku melihat kak Adam dan sarah sedang mengobrol berduaan di bawah pohon rindang, akupun menghela nafas dan melanjutkan ke kelas.


Setelah kelas selesai aku langsung ingin pulang dan siap-siap untuk hari pertama kerja.


"Citra"teriak Anisa


"Cit kok kamu langsung pulangsih kita ke kantin dulu yuk laper nih"


"Aduh maaf banget ya , ini hari pertama aku kerja sambilan di cafe shop deket sini jadi aku harus siap-siap"


"Oh ya, bagus dong cit aku kapan-kapan ke sana ya"


"Iya boleh banget nisa, yaudah aku duluan ya"


Salut banget sama citra walaupun dia sebatang kara tapi dia ngak nyerah sama hidupnya.


"Hai bang Bobi, aku udah siap tempur nih hehe"


"Cie yang hari pertama kerja girang banget kayaknya"


"Iya dong bang harus "


"Yaudah sekarang kamu pake seragam dulu trus bantu Abang nyiapin meja di outdoor ya, soalnya tiap malam Minggu panggung kita aktif nerima tamu yang mau nyumbang lagu"


"Wah seru banget bang, aku boleh nyumbang lagu juga ngak bang?"


"Lah bisa nyanyi to kamu dek, bolehlah malah lebih bagus apalagi kalo pelanggan kita terhibur"


Aku begitu gembira rasanya bisa bekerja di cafe shop ini, aku juga bisa menuangkan hobi menyanyiku di sini.


Kamipun sibuk melayani pelanggan, hingga jam menunjukkan pukul sembilan malam tapi cafe semakin ramai.


"Citra"ada suara memanggil


Akupun melihat sekeliling.


"Eh kak Adam, kakak sendiri aja kak biasanya sama kak Sarah"


"Iya, aku lagi pengen tenang aja makannya sendiri"


"Oh gitu, mau pesen apa kak?"


"Aku mau kopi paling pahit hari ini"


Tak ku sangka kak Adam memesan kopi paling pahit entah apa masalah yang ia hadapi sampai terlihat frustasi seperti itu.


"Iya kak, ditunggu ya kak"


"Iya"jawabnya lesu.


Akupun mengantarkan pesanan kak Adam.


"Ini Kak kopinya, aku permisi dulu kak"

__ADS_1


"Iya makasih ya"


Akupun tersenyum dan pergi meninggalkan kak Adam.


"Bang Bobi aku nyumbang lagu ya toh ngak ada yang mau nyanyi juga nih"


"Ya udah sana, yang merdu ya"


"Siap bang"


Akupun naik ke atas panggung dan bernyanyi, ku lihat sekeliling orang-orang bertepuk tangan dan bersorak riang aku ingin melihat apa kak Adam melihat ke arahku, ya ampun kok dia merhatiin aku banget tapi aku harus tetep rileks agar suaraku tetap merdu.


"Bagus' banget suaranya"kata penonton.


Setelah bernyanyi aku langsung turun dengan tergesa-gesa karena cukup malu setelah bernyanyi.


"Kok artis nyasar ke cafe ya"ucap bang Bobi.


"Ya elah bang bisa dong"kamipun tertawa.


"Eh udah sepi bentar lagi kita beres-beres tutup dek"


"Iya bang ngak kerasa ya bang"


"Haha.... Itu karena kamu masih baru kalo udah lama dih terasa lama karena badan udah capek semua"


"Iya juga ya bang"


Kamipun beres-beres dan segera bersiap pulang.


"Kamu bareng abang aja dek"


"Iya bang, tapi ngak ngerepotin nih bang?"


"Ngaklah santay aja kalo sama abang yang penting kamu aman"


Aku melihat ada yang masih berdiri di depan cafe, sepertinya aku kenal.


"Kak Adam kok belum pulang kak?"


"Em aku nunggu kamu takutnya kamu pulang sendiri tadi"


Ya Tuhan siapa sangka kak Adam yang tampan dan manis ini begitu baik kepadaku.


"Em bentar ya kak aku bilang sama temen kerjaku dulu, tadi aku mau di anter sama dia soalnya"


Mana mungkin aku menolak kak Adam yang udah nunggu dari tadi.


"Bang Bobi aku ngak jadi bareng Abang soalnya temenku nungguin aku ternyata di depan"


"Oh ya udah ngak papa, tapi hati-hati langsung pulang istirahat"


"Hehe....siap komandan"


"Yuk kak aku udah bilang sama temen ku"


"Nih pake helm dulu"


Akupun mengenakan helm yang di beri kak Adam


"Hem, sini aku kunci pengaitnya"


Sambil menatapku, rasanya jantungku mau copot ketika kami saling bertatapan.


"Udah"


"Iya kak makasih"


Di perjalanan dia bilang kalo suaraku indah ketika bernyanyi itu membuat jantungku semakin berdegup kencang.


"Makasih banyak ya kak udah di anterin"


Tiba-tiba aku tersandung batu dan memeluk kak Adam.


"Eh maaf kak ngak liat soalnya hehe"


"Hem, hati-hati makannya"sambil tersipu


"Ya udah aku pulang ya"


"Iya kak hati-hati ya"


Diapun mengangguk sambil tersenyum manis kepadaku, itu membuat jantungku semakin tak menentu.

__ADS_1


Aku tahu dia sudah memiliki pasangan tapi apakah salah jika aku menyanyanginya?.


Bersambung....


__ADS_2