
Sesudah kejadian aku berciuman dengan kak Adam tanpa di sengaja aku jadi selalu menghindar darinya, aku tak mau semakin mencintainya sedangkan dia sudah punya sarah sebagai pasangan, setiap kali dia melirik ke arahku aku berusaha seperti tidak melihatnya, bukan karena sombong tapi aku tidak mau menjadi duri dalam hubungan kak Adam dan sarah, tetapi sialnya perasaan ini selalu tertuju pada kak Adam.
"Citra scholastika"ada yang memanggil namaku.
Akupun berbalik.
"Ini buku kamu jatuh, dari tadi aku teriak kamu ngak denger malah bengong"
"Hehe... maaf ya aku lagi ngak fokus soalnya"
"Iya lain kali hati-hati ya"
Aku kira siapa, ternyata teman sekelasku Beni, dia baik juga ingin mengantarkan buku novelku yang terjatuh.
Lebih baik aku membaca novel saja karena kelas juga masih lama di mulai, akupun duduk di bawah pohon rindang dan membuka buku novel sembari menikmati apa yang aku baca.
Beberapa saat kemudian.
"Hai"sambil tersenyum manis
"Aku boleh duduk di sini?"
"Em.. duduk aja"
Kenapa kak Adam lagi.
"Kamu lagi baca apa?"
"Novel yang waktu itu "jawabku datar.
"Aku mau nanya sama kamu, aku ngerasa sikap kamu berubah setelah kejadian di perpus, aku minta maaf ya kalo itu buat kita jadi canggung"
Kenapa kak Adam jadi minta maaf, seolah ciuman itu di rencanakan padahal itukan ketidak sengajaan.
"Kakak ngapain minta maaf,kan ngak salah itu juga ngak di sengaja jadi santay aja"
"Ciee santay aja"sambil mengelus kepalaku.
"Apaan sih kak"
"Emang kamu ngak ngerasain apa-apa saat kejadian itu?"
Kenapa kak Adam nanya gitu, apa dia merasa jantungnya berdegup kencang juga ketika itu terjadi.
"Ngak kok biasa aja, lagian itukan ngak di sengaja"elak ku.
"Hem, yaudah kalo biasa aja jangan menghindar ya dari kakak"
Ternyata kak Adam menyadari kalo aku menghindarinya beberapa hari ini padahal aku kira dia tidak sadar.
"Iya kak, tapi jangan ngebahas itu lagi kak" tegas ku
"Iya, aku juga ngebahas ini karna takut kita saling canggung kalo ketemu"
Seolah dia tidak ingin berjarak denganku.
"Iya kak, lagian aku juga ngak nyaman menghindar terus"sambil tersenyum malu.
"Haha..."kak Adam tertawa.
"kamu lucuu banget"
"Apaansih kak"
"Ya udah aku duluan ya ada kelas soalnya"
"Iya kak pergi aja sana"
"Malah di usir, ya udah aku pergi nih"sambil tersenyum.
Setelah kak Adam masuk kelas aku juga pergi dari taman dan menuju kelasku.
"Hei"sapa nisa
"Hei nis,kamu udah ngerjain tugas makalah?"
__ADS_1
"Udah dong,nisa gituloh"sambil tertawa.
"Hehe, iya-iya yang rajin"
"Eh kok perut aku sakit ya ?"
"Kamu sakit "
"Ngak tau nih, aku ke kamar mandi dulu ya nis "
"Iya, tapi jangan lama-lama cit bentar lagi dosen kita masuk"
"Iya Nis"
Aduh kenapa pakai sakit perut segala sih tapi aku harus buru-buru biar cepet masuk kelas lagi.
Tapi di saat menuju kamar mandi kenapa perasaan aku nggak enak ya?.
"Eh Sarah tuh ada si Citra kita kerjain aja yuk, dia kan sering bikin kamu kesel" ucap teman Sarah.
"Iya juga ya Ya udah yuk kita kerjain aja, kamu punya ide nggak?"
"Jangan panggil aku Nadia kalau nggak punya ide Sar, sini aku bisikin"
Setelah beberapa saat berada di kamar mandi.
"Eh kok pintunya nggak bisa kebuka sih, padahal tadi gampang aja dibuka"
Aku pun berusaha membuka pintu kunci kamar mandi yang sepertinya dikunci dari luar.
"Hai Citra makanya jangan main-main sama aku ini belum seberapa ya"
Aku pun mendengar suara yang tidak asing apakah itu suara Sarah?.
"Kamu siapa Jangan main-main kayak gini, tolong buka pintunya"
"Mimpi kamu ya rasain tuh nikmati kesendirianmu di dalam WC "sambil tertawa.
"Tolong tolong aku nggak bisa di tempat sempit kayak gini tolong aku bisa sesak nafas"
Mungkin mereka merasa kurang mengerjaiku setelah mengunciku mereka malah menyiramku dengan air dari atas ventilasi.
"Udah beres Yuk kita pergi"
"Tolong tolong jangan pergi tolong buka ini aku nggak bisa di tempat sempit kayak gini tolong"
Mereka pun sepertinya sudah pergi meninggalkan aku sendiri di dalam kamar mandi.
Aku pun terus berteriak sambil minta tolong.
"Kok Citra belum masuk kelas juga ya padahal dosen udah mau selesai ngajar, perasaan aku jadi nggak enak, nanti aku susulin aja deh dia ke kamar mandi"
Aku pun mulai kehabisan suara karena terus berteriak di kamar mandi dan nafasku semakin sesak.
"Siapapun bantu aku"dengan suara pelan.
Beberapa saat kemudian setelah aku berkali-kali berteriak hingga suaraku serak.
"Citra"teriak Anisa.
"Kamu masih di dalem cit ?"
"Iya tolong aku Nisa, aku di kunciin di sini, aku sesak banget di sini"
"Iya-iya kamu tunggu bentar ya aku nyari bantuan dulu"dengan panik.
"Eh ada kak Adam di aula, aku minta tolong dia aja deh "
"Kak Adam, tolongin citra kak"
"Ha citra kenapa?"
"Dia di kunciin di kamar mandi kak dia punya gangguan pernafasan,aku takut dia kenapa-napa kak"
"Iya ayuk kita ke sana " langsung berlari Dengan kepanikan.
__ADS_1
"Citra"teriak kak Adam.
Aku tak bisa lagi menjawab panggilannya karena rasanya aku benar-benar merasa sesak.
Kak Adam langsung mendobrak pintu kamar mandi.
"Citra bangun"
"Gimana ni kak?"
"Aku bawa citra ke rumah, kamu di kampus aja nanti aku kabarin kalo ada apa-apa"
"Iya kak hati-hati ya kak bawa Citra"
"Iya''
Kak Adam menggendongku di pelukannya.
Dua jam kemudian, aku membuka mataku perlahan, aku melihat kak Adam di sampingku duduk sambil tertidur, ya ampun dia manis banget apalagi kalo tidur gini.
"Aku bangunin ngak ya?"
Diapun terbangun.
"Kamu udah sadar ternyata"
"Eh iya kak, maaf jadi kebangun gara-gara aku"
"Ngak papa kok, kamu udah agak enakan"
" iya kak udah enakan makasih banyak ya kak udah nolongin aku"
" iya nggak papa kamu harus jujur sama aku siapa yang ngelakuin ini sama kamu"
Aduh gimana nih kalau aku jujur kak sarah yang ngelakuin semua ini aku takut hubungan mereka hancur gara-gara aku.
"Em.... aku juga nggak tahu kak aku nggak kenal sama suaranya"
" kamu beneran gak kenal sama suaranya, kamu gak usah takut jujur aja sama aku"
Sambil menatap mataku.
Aku tidak mungkin jujur pada kak Adam kalau sarah yang mengunci aku di kamar mandi dan bersekongkol-kol dengan temannya dengan temannya, aku berusaha mengelak dan bilang tidak mengenali suara itu mungkin ini lebih baik.
"Ya udah kalau kamu benar-benar enggak mengenali suaranya, kamu harus makan dulu biar ada tenaga, sini aku bantuin duduk"
Dia pun membantuku duduk dan menyuapiku bubur, rasanya aku semakin ingin memiliki kak Adam walaupun aku tahu ini tidak mungkin.
"Eh kok baju aku beda ya?"
"Jangan-jangan kak Adam"aku langsung melotot pada kak Adam.
"Hahaha...."dia tertawa.
"Fikiran kamu jangan kemana-mana Citra, bibi yang gantiin baju kamu pake baju aku,soalnya dirumah ini ngak ada cewek selain bibi, itu juga bibi ngak nginap"
"Gitu ya kak syukurlah"
"Kamu berharap aku yang gantiin baju kamu"sambil tersenyum.
"Apaansih kak, ngaklah"
"Haha iya-iya, kamu istirahat aja dulu di sini nanti aku anter pulang"
"Aku mau langsung pulang aja kak, aku pulang sendiri aja kak nggak papa kok, aku juga harus masuk kerja hari ini jadi harus siap-siap dulu"
"Ya udah aku anterin ya"
"Nggak papa kak aku nggak mau kakak repot"
"Nggak repot kok santai aja, kamu turun aja dulu aku mau ngambil jaket dulu ya"
"Iya kak"
Aku pun sampai di ruang tamu dan melihat-lihat rumah kak Adam, ternyata dia orang kaya, rumah sebesar ini tapi cuman kak Adam yang tinggal jadi pas aku lihat dia di cafe malam itu ternyata dia lagi kesepian mungkin karena dia sendirian
__ADS_1
kasihan dia.
Bersambung....