Takdirku Menjadi Orang Ketiga

Takdirku Menjadi Orang Ketiga
Alkohol Merubah Segalanya.


__ADS_3

Hari ini adalah awal yang baru aku tidak mau lagi peduli dengan omongan orang lain yang tidak benar tentang diriku aku ingin menikmati hidup ku tanpa perlu takut pada siapapun lagi.


"Semangat Citra" menyemangati diriku sendiri.


Beberapa Hari ini aku tidak melihat kak Adam, apa dia sakit aku jadi kawatir tapi juga malu ingin menghubunginya karena masih salah tingkah ketika mengingat dia mencium pipiku waktu itu, aduh jadi gimana ya apa aku tanya temennya kak Adam aja.


Akupun bertanya pada teman sekelas kak Adam, mereka bilang kalo kak Adam memang tidak masuk dua hari ini dan mereka juga tidak di beri tau kenapa kak Adam tidak masuk kuliah,


Perasaanku jadi semakin tidak enak.


"Apa aku ke rumah kak Adam aja ya aku takut kalo dia sakit, tapi hari ini aku kerja jadi ngak bisa tapi perasaan aku ngak enak banget"


Setelah selesai bekerja di cafe shop aku pulang ke kosan dan memberanikan diri untuk menghubungi kak Adam.


Aku menghubungi kak adam berkali-kali tapi masih belum ada jawaban.


"Apa dia lagi sama sarah ya?, Ya udahlah besok aja aku coba telfon lagi"


Akupun mencoba memejamkan mata walaupun tidak terlalu mengantuk tapi akhirnya aku tertidur juga.


Jam satu malam tiba-tiba handphone ku berdering beberapa kali awalnya aku tidak menghiraukannya tapi sepertinya penting jadi aku mencoba mengangkatnya.


"Siapasih malem-malem nelfon, kalo ngak penting awas aja"


Loh inikan kak Adam.


"Halo kak"


"Halo kamu temennya yang punya Handphone ini ya?"


"Iya aku temennya, ini siapa ya?"


"ini saya pegawai bar, teman kamu mabuk berat dan ngak ada yang nganter pulang"


"Oh iya bang saya ke sana sekarang tolong share lokasi ya bang"


Apa benar yang di bilang orang yang menghubungi aku, kak Adam mabuk ini tidak seperti kak Adam yang aku kenal, akupun memesan taksi online karena jalanan sudah sepi di jam satu malam.


Beberapa menit kemudian taksi online sudah sampai di depan kosanku.


"Kita kemana mbak?"


"Kita kesini pak"


Akupun memberikan share lokasi pada supir taksi online.

__ADS_1


"Loh inikan bar yang mahal itu neng, eneng mau dugem ya"sambil tertawa melihatku.


"Ngak pak, aku mau jemput temenku, soalnya dia mabuk "


"Oalah iya-iya neng"


Dua puluh menit kemudian kamipun sampai di bar.


"Bapak tunggu di sini sebentar ya pak"


"Iya neng siap"


Aku langsung masuk sambil celingak-celinguk mencari kak Adam, aku melihat ada yang melambaikan tangan dari bar dan langsung menuju ke sana.


"Kamu temennya yang mabuk ini ya?"


"Iya bang, makasih banyak udah ngasih tau aku kalo dia mabuk"


"Iya sama-sama lain kali kalo temen kamu ini frustasi kamu temenin ya biar aman"sambil berkedip kepada ku.


"Iya bang"


Akupun mencoba merangkul bahu kak Adam dan mencoba mengajaknya menuju taksi.


"Pelan-pelan kak"


Percuma rasanya berbicara dengan orang yang sedang mabuk, walaupun biasanya apa yang keluar dari mulutnya adalah kejujuran.


Aku bingung mau mengantar kak Adam kemana, kalo aku anter dia pulang percuma juga ngak ada orang di rumahnya, nanti kalo dia ngelakuin hal-hal yang bahaya gimana,akupun mengajak kak Adam ke kosan ku saja untuk istirahat malam ini.


"Makasih ya pak, ini ongkosnya" sambil merangkul bahu kak Adam.


"Iya neng sama-sama"


Aku langsung membawa kak Adam masuk dan membaringkannya di kasurku yang tidak terlalu besar, aku berusaha melepas sepatu dan jaketnya agar tidurnya terasa nyaman tapi malah.


"Hai cantik kok kamu ngelepas baju ku, kamu suka ya sama aku"


"maaf ya kak aku cuman mau kakak nyaman aja kok"


Dia langsung menarikku dan memelukku erat, akupun tidak bisa berkutik, dia melirik sambil mencium keningku lalu dia mulai menciumi bibirku, rasanya bibir kak Adam begitu lembut.


"Em....ah"suara ciuman yang penuh gairah.


Dia melahap lidahku dan terus menciumi ku, bagaimana ini, aku tidak bisa menolak karena dia sangat membuatku merasa terangsang.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba kenapa kak Adam berenti ya,aku lansung mencoba membuka mata dan melihat dia tertidur pulas.


"Ha dasar ngak bertanggung jawab, kalo nyium tuh nyampe selesai woi"


Aku lansung mencubit pipi kak Adam yang sudah tidur pulas sambil merasa sedikit kesal.


"ih dasar kak Adam nakal udah buat orang bergairah malah tidur"


akupun mencubit pipinya tanpa sadar cukup kencang.


"aduh kok aku di cubit cantiknya aku"


tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku.


"em...ah..ah" dia mencium leherku.


kami kembali berciuman penuh gairah kemudian tangan kak Adam mulai membuka kancing bajuku yang sudah setengah terbuka karenanya.


"ah...ah...ah..em..." tangannya mulai meraba-raba tubuhku yang sudah setengah terbuka.


membuatku semakin bernafsu dan melepas baju kak Adam yang juga setengah telanjang itu.


kami saling berciuman dan dia mulai menciumi buah dada ku yang sudah terlihat karena dia melepas kancing bajuku.


"ah...ah ...ah udah kak nanti kita melewati batas"


aku tahu dia tidak bisa mengerti ucapanku karena dia sedang mabuk sebaiknya aku menghentikan ini sebelum perbuatan kami semakin jauh.


aku mengelus-elus kepalanya agar tertidur.untung saja dia juga lansung tertidur. dia tertidur di dadaku dengan wajah lelah entah kenapa tapi aku merasa bahwa dia sedang mengalami masalah yang cukup berat tapi masalah apa ya?.


tiba-tiba handphone kak Adam berbunyi.


Ternyata papah kak Adam yang menelpon tapi aku tidak enak kalo mengangkatnya apalagi ini sudah larut malam. apa tanggapan papa kak Adam nanti kalo tahu dia sedang berada di kosan seorang wanita di malam hari, lebih baik aku hiraukan saja.


tiba-tiba pesan masuk, akupun mencoba melihat pesan dari papanya kak Adam.


"di mana kamu, pulang sekarang kita omongin lagi soal pertunangan kamu sama Sarah, inget ya fasilitas yang kita punya sekarang dari siapa, jangan ngebantah papah lagi"


aku begitu terkejut melihat pesan dari papanya kak Adam yang membicarakan soal pertunangan juga hutang budi itu.


"ternyata aku hanya akan menjadi duri di hubungan kalian kak" aku mengelus wajah kak Adam yang sudah tertidur.


"aku tahu aku memang ngak berhak menjalin hubungan sama kamu kak tapi aku juga udah terlanjur cinta sampai-sampai aku udah ngak peduli apapun yang terjadi asalkan itu aku hadapi sama kamu"


"muach..."aku mencium pipinya.

__ADS_1


sungguh ironis menjadi aku yang menjadi duri di hubungan kak Adam dan sarah tapi sulit untuk menjauh apalagi pergi dari hidupnya. apalagi tidak lama lagi mereka akan bertunangan.


Bersambung....


__ADS_2