Takdirku Menjadi Orang Ketiga

Takdirku Menjadi Orang Ketiga
Mencoba Masuk gym.


__ADS_3

Kemarin-kemarin rasanya cukup menguras tenaga apalagi ketika kita menyimpan hati pada pria yang sudah memiliki pasangan, brarti kita juga harus siap menahan cemburu dan sakit hati, dan bodohnya aku tidak mudah menyerah pada perasaanku terhadap kak Adam.


Hari ini aku ingin sedikit menghibur diri tapi kemana ya enaknya.


"Aku telpon Anisa aja deh siapa tau dia tau tempat buat seru-seruan"


Aku lansung mengubungi Anisa.


"Halo Nisa, kamu sibuk ngak hari ini?"


"Em... Menurut kamu gimana imutku" menggodaku.


"Menurut aku kamu ngak sibuk dong pastinya"


"Yaps bener banget, jadi aku langsung gas jemput kamu ya imutku hehe"


"Iya di tunggu ya"


Aku langsung bersiap untuk jalan bersama Anisa.


Tiga puluh menit kemudian Anisa sampai di depan kosan.


"Loh kok sopan gini pakaian kamu"


"Emang kita mau kemana"


"Ya ampun ya udah sini aku bantu pilihin baju"


Anisa menarikku untuk kembali berganti pakaian.


"Ya ampun Nisa ini seksi banget tau, emang kita mau ke mana?" Tanyaku penasaran.


"Udah nurut aja pokoknya banyak cowok ganteng di sana"


Aku semakin penasaran, apa kita mau pergi ke diskotik sampai hanya memakai atasan dalaman dan celana pendek kayak gini.


Kamipun pergi menuju tempat yang Anisa bilang.


"Akhirnya sampai juga, welcome to gym sayangku hehe"


Jadi tempat yang Anisa bilang adalah tempat berolahraga, ya ampun mana banyak banget cowok lagi.


Ada pria menghampiri kami.


"Ada yang bisa di bantu cantik?"


Pria berotot dan lumayan ganteng ini menyapa kami.


"Tolong bantuin temen aku ya bang pake alat di sini soalnya dia baru pertama kali ke sini"


Anisa mengedipkan mata padaku.


"Ya udah sini Abang ajarin buat make alat-alat disini biar ngak cedera"


"Aku sendirian yang di ajarin abangnya kamu gimana Nisa?"


"Aku kan udah biasa tau ke sini jadi ngak perlu di ajarin hehe"


Anisa benar-benar nakal meninggalkan aku bersama Abang instruktur gym ini.


Akupun mulai belajar menggunakan alat gym yang di ajarkan.


Setelah satu setengah jam kemudian.


"Kamu kalo udah capek istirahat aja dulu"


"Bener boleh istirahat bang?"


"Iya, emangnya di sini tempat kerja paksa apa hahaha"


"Hehe... Ya udah bang aku istirahat yah"


"Iya cantik"


Aku lansung menghampiri Anisa yang masih olahraga.


"Nisa pulang yuk, males banget di liatin cowok-cowok kayak gini, mana aku seksi banget lagi"


"Ya ampun ini itu kesempatan kita buat cuci mata sayangku, liat tuh otot-otot mereka Hot banget tau"

__ADS_1


"Ya udah deh iya, aku istirahat dulu ya"


"Iya sana"


Akupun duduk di kursi untuk beristirahat ternyata capek juga ya nge-gym gini tapi emang bener sih kata Anisa di sini itu juga tempat buat cuci mata aku baru menyadarinya.


"Loh itu kok kayak kenal ya punggungnya"


Tiba-tiba dia menoleh ke arah ku.


Ya ampun ternyata itu kak Adam, mati deh aku mana pake atasan dalaman doang lagi aku. Pura-pura baca majalah aja kali ya, kebetulan di sampingku ada majalah aku lansung menutupi wajahku dengan majalah.


"Permisi"


"Iya kenapa ya?" Mencoba merubah suara.


"Udah ngak usah ngumpet aku tau kok kamu siapa"


ini orang bener-bener nyebelin dimana-mana ada aja.


"Hehe iya kak, kok ada di sini?" Aku salah tingkah.


"Hem emang ngak boleh aku di sini, ya udah aku pulang aja"


"Eh bukan gitu kak maksudnya"


Aku sambil menarik tangan kak Adam.


Kak Adam memperhatikan ku.


"Kak kok bengong?"


"kamu tunggu di sini dulu"


Kak Adam berlari pergi meninggalkan aku, entah kerasukan apa dia barusan.


"Citra kok seksi banget gitu nanti kalo cowok-cowok di gym godain dia gimana"


Tiba-tiba kak Adam menghampiri ku lagi dengan membawa jaket.


"Nih pake" dia memakaikan jaket padaku.


"Biarin kamu kepanasan, emang siapa yang nyuruh kamu pake pakaian terbuka kayak gini nanti kalo ada cowok yang niat jahat sama kamu gimana?"


Ada benarnya juga apa yang kak Adam bilang tapi apa haknya melarang aku, diakan bukan pacarku.


"Ya udah deh aku pake kak"


"Kamu mau pulang bareng aku ngak?"


"Ngak usah kak aku sama Anisa aja"


"Oh kamu sama anisa ke sini?"


"Iya kak kenapa emang"


Entah dari mana anak ini tiba-tiba muncul.


"Citra bareng kak Adam aja ngak papa kok, aku juga masih lama pulangnya"


"Iyakan?" Anisa mengedipkan matanya.


"Ya udah aku bareng kak Adam aja, ngak papa kak"


"Iya ngak papa, kan aku yang barusan nawarin kamu pulang bareng"


Akupun pulang diantar kak Adam mengunakan mobilnya.


Di dalam mobil kak Adam selalu mencuri pandang kepadaku, entah apa yang ada di fikirannya.


"Kak kenapa ada yang salah ya sama mukaku"


Dia tiba-tiba menghentikan mobil.


"Kok berhenti kak?"


Dia mendekat ke arahku lalu tangannya memegang leherku dan mencium bibirku.


"Em.. ah..." aku menyambut lidah kak Adam yang mulai memasuki bibirku, kami berciuman cukup lama di dalam mobil.

__ADS_1


"Em..."


Dia menyentuh pipiku.


"Maaf ya aku ngak bisa nahan nafsu ketika liat kamu apalagi kamu pake pakaian terbuka kayak gini"


Ternyata aku hanya sebagai pelampiasan nafsunya.


"Iya kak ngak papa" sambil memalingkan muka ku.


Setelah ciuman itu kami hanya terdiam di perjalanan.


"kita langsung pulang atau kamu mau pergi kemana?"


"Hem... akusih sebenernya tadi masih mau nge-gym kak tapi karena kakak ngajak pergi ya aku ikut"


"ya udah kita olahraga lagi gimana tapi bukan di gym ya"


"emang kemana kak?"


"ada aja rahasia"


apaansih kak Adam pake rahasia segala padahal nanti aku juga tau kan.


beberapa saat kemudian.


"nah kita udah sampe"


"ternyata ini kak tempatnya bagus banget"


ternyata tempat yang kak Adam bilang adalah stadion lomba lari yang sangat besar dan juga sepi.


"tempat sebagus ini kok sepi kak?"


"kenapa ngak ada cowok-cowok seksi ya di sini jadi kurang seru"


"apaan sih kak ngak lucu tau"


"cie nganbek" sambil mencubit pipiku.


"iya soalnya ngak sembarangan orang bisa masuk ke sini di hari biasa kayak gini kecuali kalo lagi ada event olahraga di sini"


"loh berarti kita termasuk orang yang beruntung ya kak bisa olahraga di sini"


"hahaha...iya soalnya pelatih di sini temennya papah jadi ya kita bisa bebas olahraga di sini"


"ya udah yuk kak kita lomba lari aja yang kalah gendong yang menang gimana?"


"ayok siapa takut"


"satu dua tiga"


kamipun berlomba siapa yang sampai garis finis duluan.akupun berlari sekencang-kencangnya sepertinya kak Adam memang sengaja mengalah untuk ku.


"yeyeyeee....aku menang"


"ya udah sini naik biar aku gendong"


"pasrah banget kayaknya"


akupun naik ke atas panggung kak Adam.


"inilah hadiah untuk pemenang"


kak Adam mengendongku sambil berputar.


"aduh stop kak pusing"


"hahaha apa ngak denger"


"ih berenti"


akupun turun dari punggung kak Adam dengan badan yang belum seimbang karena berputar.


"aduh..."kak Adam menangkapku dengan sigap.


"ya udah kita istirahat ya"


kamipun istirahat sebentar kemudian melanjutkan berlari di stadion.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2