
Setelah beberapa minggu menunggu, akhirnya pengumuman keluar yang menyatakan aku lulus dan bisa melanjutkan pendidikan di universitas Gunadarma, aku begitu gembira tapi juga cukup sedih karena tidak bisa melihat ekspresi orang tuaku dan memeluk mereka, tapi aku yakin mereka pasti juga ikut bahagia di alam sana, melihat aku di terima di universitas yang aku idam-idamkan, aku sebatang kara sekarang, ibu dan ayahku meninggal saat kecelakaan maut yang terjadi ketika melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, waktu itu aku masih SMP aku di jaga bibiku sampai kelas tiga SMA tapi sekarang bibi sudah lepas tangan kepada ku karena dia bilang aku hanya pembawa sial untuk keluarganya.
"Eh kok aku malah sedih sih, harusnya kan aku bahagia"
Besok adalah hari pertama ospek di kampus aku ngak boleh telat, jadi harus tidur lebih cepat akupun mencoba untuk tidur tapi sayangnya setelah hampir satu jam memejamkan mata aku tidak bisa tidur.
"Aduh gimana ya biar bisa tidur apa aku nonton drama aja di leptop, biasanya bisa langsung ngantuk"
Tanpa di sadari aku jadi terlanjur menonton dan baru tidur jam 4 pagi.
"Cring-cring-cring...."suara alarm.
"Aduh berisik bangetsih ini kan masih malem"
Aku membuka mata perlahan.
"Hah.... ya ampun kok udah jam tujuh, gara-gara drama sialan "
aku berteriak karena kesal juga panik.
"Aduh udah ngak sempet mandi lagi nih, aku lansung ganti baju aja"
Akupun pergi dengan terburu-buru tanpa mandi dahulu,aku yakin tidak ada yang tau walaupun penampilan ku kucel karena tidak sempat menyetrika pakaian, tapikan aku tetap cantik, aku lansung bersiap dan mencari ojek pangkalan untuk ke kampus.
"Bang tolong anterin saya ke kampus Gunadarma ya,cepetan bang"
"Eh iya neng naik-naik"
"Yah kelupaan lagi,abis deh aku nanti"
"Ngomong apa neng?"
"Hehe... Ngak bang cepetan bang"
"Iya-iya neng sabar ini juga abang sudah gas pol"
Setelah lima belas menit di perjalanan akhirnya sampai juga di kampus.
"Ini bang ongkosnya, makasih ya bang"
"Iya neng sama-sama lain kali pake jasa Abang lagi ya"
"Oke bang"
Setibanya di kampus aku lansung menuju lapangan ospek tapi sialnya ospek telah di mulai dan aku tidak membawa name tag dan mengikat dua rambutku, tapi aku tidak boleh takut sama senior aku citra scholastika akan menghadapi ospek ini apapun yang terjadi.
Aku berlari dan menghampiri senior-senior yang sedang Berdiskusi.
"Permisi kak maaf ya kak saya terlambat"
"Hah maaf, untuk apa polisi kalo kata maaf berguna" sambil berteriak padaku.
Benar Saja tebakanku, aku pasti akan di marahi habis-habisan oleh para senior.
"Sarah nih ada mangsa nih, terserah mau kamu apain kek"
Aku terkejut mendengar percakapan senior yang seolah menyerahkan aku kepada si senior bernama Sarah itu.
"Thanks Jon, biar aku aja yang nanganin cewek bandel kayak gini"
Betapa terkejutnya aku melihat bahwa si Sarah itu Ternyata adalah pasangan kakak senior yang aku tabrak kemarin yang aku lihat di aula waktu itu.
"Heh.... sekarang karena kamu terlambat jadi harus di hukum dulu, kamu harus muter lapangan bola ini 20 keliling sambil bilang, saya tidak akan terlambat lagi, paham ngak?"
"Hah lapangan seluas ini kak"
"Kamu berani protes sama saya?"
"Eh ngak kak "
Ya Tuhan mimpi apa aku harus di hukum kayak Romusa kayak gini, lapangan kampus ini udah hampir seluas lapangan GBK Senayan tau ngak, tapi mau gimana lagi aku cuman bisa nurut karena aku juga salah karena terlambat.
Akupun memutari lapangan selama satu jam lamanya.
__ADS_1
"Aduh... aku udah capek banget mana pusing lagi, tapi aku ngak boleh nyerah"
"Hei Sarah kasian tuh anak baru, kamu hukum berat kayak gitu, aku kan nyuruhnya hukum sekedarnya aja"
"Ngak papa Jon biar dia kapok "
"Tapi kalo ada apa-apa sama dia aku ngak ikutan ya, aku udah kasih tau kamu"
"Iya-iya... takut amat sih''
Sebenarnya aku benar-benar tidak sanggup lagi .
"Ada keributan apa ini?" ucap senior yang kemarin aku tabrak.
"Eh sayang.... nga ada apa-apa kok"
"Itu kenapa anak baru malah keliling lapangan sendiri?"
"Oh itu dia terlambat jadi aku hukum muter lapangan dua puluh kali"
"Kamu ngak mikir dulu, sebelum ngasih hukuman"ucapnya tegas.
"Ya maaf sayang, aku kan cuman pengen dia kapok"
Entah apa yang mereka bicarakan dari kejauhan, yang aku tahu adalah kepalaku semakin tak karuan dan badanku terasa lemas tak berdaya, aku sudah tak sanggup lagi.
"Tolong....ada yang pingsan"peserta Ospek yang lain berteriak.
"Minggir semuanya" dia berteriak panik
Aku mendengar suaranya samar-samar.
Tanpaku sadari aku berada di ruang UKS universitas.
"Aduh... kepalaku sakit banget, kok aku bisa di sini ya?"
"Kamu udah sadar,jangan banyak gerak dulu"
Hah ternyata yang berada di sampingku adalah senior yang aku tabrak waktu itu lagi.
"Kamu pingsan tadi di lapangan makanya saya bawa kamu ke sini,kamu belum sarapan ya?"
"Iya kak soalnya aku kesiangan jadi ngak sempet"
"Ya udah sekarang kamu tunggu di sini ya saya mau keluar dulu"
"Eh iya kak"
"Permisi.... hai kamu udah baikan?"
Entah siapa wanita yang menyapaku di ruang UKS ini aku belum mengenalnya.
"Iya udah mendingan kok walaupun masih agak sakit, kamu siapa ya?"
"Hehe kita belum kenalan ya, Kenalin aku Anisa biasa dipanggil Nisa, kita satu jurusan dan satu kelas juga nantinya semoga kita bisa jadi teman baik ya"
"Oh iya, maaf ya pantesan aku familiar sama kamu, aku Citra scholastika pangil aja Citra ya"
"Iya aku tadi perhatiin kamu dari jauh pas di kerjain sama si senior yang namanya Sarah itu, dia kok kayak ada dendam gitu sama kamu,apa kalian saling kenal?"
"Eh ngak kok aku malah baru kenal dia
pas di universitas "
"Kirain kalian udah saling kenal, tadi aku liat kak Adam panik banget pas tau kamu pingsan, dia lansung gendong kamu ke sini,aduh sweet banget pokoknya"
Jadi namanya Adam jadi dia yang nolongin aku.
"Eh udah waktunya sesi ke tiga nih aku lanjut ospek lagi ya, kamu istirahat aja di sini kalo ada perlu apa-apa bilang aku aja ya cit"
"Eh iya makasih ya Nisa"
Aku merasa senang sudah punya teman di universitas yang peduli seperti Nisa, semoga saya kami bisa menjadi teman baik.
__ADS_1
"Nih aku udah beliin kamu bubur, kamu makan dulu ya biar ada tenaga"
"Eh iya kak, Makasih ya Kak sebelumnya udah mau nolongin aku"
"Iya sama-sama lagian kok kamu bodoh banget mau di hukum berat sama Sarah?"
Hah bodoh! aku di panggil bodoh sama kak Adam nyebelin banget sumpah.
"Hem... aku salah kak jadi aku nurut aja kalo di hukum gitu, kalo aku ngak salah aku juga akan protes kali kak"
"Ya udah sekarang kamu makan dulu ya"
"Iya nanti kak aku belum nafsu"
"Ya udah aku suapin aja biar kamu nafsu"
Aku sangat terkejut mendengar dia ingin menyuapiku, ya tuhan mimpi apa aku di suapin sama pria manis seperti Kak Adam.
"Em... Ngak usah kak"
"Ngak usah malu, apa mau main pesawat-pesawatan biar kamu buka mulut"
Akupun tertawa mendengar kak Adam bicara.
"Nah kalo ketawa brarti harus buka mulut"
Akupun menurut dengan di suapi oleh kak Adam, jujur saja hatiku berdebar saat dia menyuapiku sambil tersenyum manis,oh tuhan tiba-tiba terbersit di benakku ingin memilikinya walaupun sepertinya mustahil bagiku.
"Itu di bibir kamu ada seledri nempel"
"Hah mana kak? ngak ada kok"
"Sini biar aku bersihin"
Tak disangka dia menyentuh bibirku dan membersihkan seledri di bibirku, kamipun saling bertatapan cukup lama hal itu membuat hatiku semakin berdegup kencang.
"Kamu boleh pulang, ngak usah ikut ospek hari ini lagian kamukan lagi sakit"
"Beneran kak ngak papa?"
"Iya ngak papa, kamu pulang naik apa"
"Paling naik ojek atau angkot di depan"
"Ya udah hati-hati ya nanti kalo udah sampe rumah istirahat yang cukup, biar besok bisa fresh lagi"
"Iya kak siap, sekali lagi makasih ya kak udah di tolongin"
"Iya sana pulang"
Akupun pergi meninggalkan kak Adam yang masih mau mengurus siswa lain yang masih melaksanakan Ospek.
"Akhirnya bisa pulang juga setelah cukup drama hari ini"
"Heh kamu"teriakan si senior sarah
"Eh kak, ada apa ya kak?"
"Kamu jangan coba-coba ya deketin pacar saya, kamu tahu saya sama Adam udah pacaran selama delapan tahun, jadi kamu jangan coba-coba ngerusak hubungan orang dengan caper kayak gitu, paham kamu"
"Aku ngak ada niat kayak gitu kok, lagian kak Adam yang baik sama aku"
"Alah....dasar cewek gatel, kalo kamu berani main-main sama saya hidup kamu ngak akan tenang kuliah di sini"
"Kakak ngancem aku"
"Iya, kenapa emangnya"
"Aku juga ngak mau ngusik hubungan kalian jadi kakak tenang aja"
"Kamu jaga omongan kamu, kalo kamu deketin Adam lagi abis kamu sama saya" dengan suara tinggi.
Aku pun pulang dengan hati tidak karuan hari itu, kenapa aku harus mengagumi pria yang telah memiliki pasangan.
__ADS_1
Bersambung.....