
Di sebuah desa yang luasnya tak terhingga ditemukan berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di sana. Setiap pagi, siulan burung berkicau dengan indah diikuti dengan indahnya sinar matahari pagi. Tak luput juga ayam yang berkokok untuk membangunkan rumput-rumput liar. Terlihat beberapa orang melakukan rutinitas sehari-hari di sana.
Hingga saat itu datang, saat negara api menyerang, membuat kerusakan di mana- mana. Anggara yang saat itu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, seketika panik dan bersembunyi di bawah tanah, tempat persembunyiannya.
Bantuan datang dari berbagai penjuru. Ahli magic membalas tiap-tiap serangan yang datang. Setiap serangan yang berhasil di hadang, membuat ia mengeluarkan guncangan yang dahsyat hingga mengibaskan angin yang kencang. Adapun serangan yang tidak bisa dielakkan, mengenai Ahli magic membuat mereka banyak yang mati. Beberapa diantaranya sakit dan ada yang lolos dari kejaran maut. Salah seorang diantara mereka, menuju istana raja, memberitahukan bahwa di desa terjadi kekacauan begitu besar. Raja langsung memberi aba - aba untuk mengirimkan pasukan sebanyak-banyaknya dan mengundang Master legendaris pengguna magic untuk menolongnya.
Di perjalanan menuju desa, terlihat sesosok anak berusia sepuluh tahun bersembunyi dan menangis sambil berkata "Ayah!, ibu!"
__ADS_1
Salah seorang prajurit mendekati anak itu dan berkata kepada dia "Apa yang sudah di perbuat ayah dan ibumu? mengapa engkau bersedih seperti ini?" anak itu menjawab
"Ayah dan ibuku menolong warga desa menghabisi negara api yang membakar persediaan bahan makanan kami. Tapi mereka terlalu kuat, membuat ayah dan ibuku meninggal. Aku yang saat itu sedang bermain, langsung melarikan diri kebawah tanah tempat persembunyianku. Setelah beberapa saat, negara api bajingan itu meninggalkan rumahku."
"Bolehkah aku tau siapa namamu?" kata prajurit yang lain mendekati temannya dari belakang.
"Namaku Anggara."
__ADS_1
Hanya anggukan yang diberikan oleh Anggara kepada prajurit itu, tandanya dia bersedia untuk dibawa ke istana raja.
Sesampainya pasukan kerajaan untuk membantu rakyat yang berjuang melawan negara api, dengan semangat dan gerakan yang indah, membuat negara api kalah telak, dengan jatuhnya salah seorang panglima besar pasukan itu. Barisan pertahanan dan keamanan negara api yang saat itu sedang tidak terkontrol, mengakibatkan terjadinya pembantaian massal hingga tak tersisa satupun dari mereka hidup.
Perperangan pun padam setelah menghabiskan seluruh pasukan negara api. Tapi apalah daya, Desa yang cantik, hanya meninggalkan debu, asap, kabut pasir yang berterbangan, dan sisa - sisa kebakaran yang terjadi di sana. Raja dan seluruh warga merasakan kesedihan yang mendalam. Tapi apa boleh buat, semuanya terjadi begitu cepat. Raja pun bersedia untuk membantu memperbaiki desa seperti sediakala.
Anak yang dipungut oleh salah seorang prajurit itu, langsung di suruh menghadap raja, untuk dijadikan sebagai anaknya. Upacara pengangkatannya pun berlangsung dengan baik. Sebagai gantinya, anak ini bersedia bekerja sepanjang hayatnya mengabdi kepada kerajaan, dan akan membalaskan dendam orang tuanya.
__ADS_1
"Saya berjanji akan membalaskan dendam orang tua saya sampai titik darah penghabisan dan akan menjadikan negara tanah inienjadi tanah yang suci kembali seperti sediakala, damai, aman dan tentram. Semoga, Ayah dan juga paman - paman sekalian dapat membimbing saya sampai menjadi panglima yang legendaris, dikenal, ditakuti negara lain, dan dihargai oleh warga negara tanah ini." Ucapan dari Anggara, membuat sontak warga setempat bersemangat dengan ucapan, "Hidup pangeran!, Hidup Anggara!"
Selanjutnya, raja pun memeluk anak angkatnya itu, dan membawanya ke istana raja untuk dibina dan dibesarkan di sana.