Tanah

Tanah
Cinta Pertama Pangeran


__ADS_3

Buliran embun pagi hari ini sungguh memprihatinkan. Suhu udara pun turun drastis hingga mencapai minus Dua Puluh derajat Celcius. Tak terasa, Pangeran Anggara dengan pelayannya sampai di kerajaan. Disambut oleh Raja dan Ratu dengan pelukan. Membuat suasana dingin menjadi hangat. Butiran air mata juga bercucuran dengan derasnya.


Pagi itu, raja mengumpulkan semua rakyat untuk menyambut kedatangan pangeran Anggara sekaligus misi yang ia emban telah diselesaikan.


"Saudara - saudara sekalian! Rakyatku yang ku cintai. Tak terasa, sudah dua bulan ini, Pangeran Anggara beserta salah seorang prajurit dari istana kerajaan, telah menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka berdua. Dan senjata negara kita, sudah berada di depan mata. Maka dari itu, sebagai raja, saya memberikan hadiah kepada prajurit ini dengan tiga peti emas, tiga peti kain untuk keluarganya." Sorak - sorai rakyat menggebu - gebu, memberi semangat kepada prajurit itu dengan teriakan. "Hidup Raja! Hidup Pangeran Anggara! Hidup Maruli! Hidup Negara Tanah!"


Setelah raja memberikan hadiah, ia juga mengumumkan pesta besar, karena hasil yang didapat dari keberkahan tuhan. Raja melakukan ritual kepada Tuhan mereka, dan mengundang semua rakyat untuk merayakan pesta besar ini di istana kerajaan.


Di sisi lain, Raja memanggil semua menterinya, untuk menentukan tantangan apa yang akan diberikan kepada Pangeran Anggara. "Seperti yang sudah diketahui, pangeran berhasil mendapatkan senjata itu. Sekarang, tantangan apa yang pantas diberikan kepadanya?" Tanya raja.

__ADS_1


"Sebaiknya kita memberikan tantangan yang lebih besar agar pangeran menjadi kuat. Yaitu Busur Elang dari klan kupu-kupu." Kata menteri pertahanan.


"Ide yang bagus. Tapi, pangeran belum belajar mengenai fire magic dan freeze magic. Hal ini akan membuat pangeran tewas, jika ia diminta menuju klan kupu-kupu. Meskipun pangeran diberikan senjata kerajaan, ia juga belum mampu menguasainya karena ilmunya yang masih sedikit." kata Sekretaris jenderal yang menyanggah pendapat dari menteri pertahanan.


"Baiklah, saya sebagai raja akan memutuskan kemana pangeran di tempatkan. Pangeran harus menuju ke klan kura - kura dan belajar disana teknik petapa. Ia juga harus bertahan di dalam api selama dua sampai tiga hari. Ia juga harus bertahan di bukit salju selama satu Minggu tanpa air tanpa makanan, dan tanpa pakaian agar pangeran bisa mengemban magic dengan sempurna dan dalam waktu yang singkat."


"Baik, Paduka raja!" Serempak semua menteri menjawab. Setelah itu mereka membubarkan diri dan menuju ke tempat pesta.


Sesampainya ia di tempat raja, raja memintanya untuk belajar ilmu di klan kura-kura. Pangeran pun menuruti perintah raja. Akan tetapi, sebelum ia bersiap - siap, ia menceritakan tentang ia menyukai seseorang gadis yang kira-kira seusia dengannya.

__ADS_1


"Wahai ayahku, disaat aku menuju ke tempatmu, aku bertemu bidadari yang begitu cantik, membuat hatiku berdebar kencang di saat melihat wajah yang ayunya itu. Bagaimana menurutmu?"


"Jika engkau menyukainya, beritahukan aku siapa gadis itu."


"Ia berasal dari klan kupu-kupu, ia sedang belajar memanah dan gerakan indahnya membuatku terpana. Ia juga cerdik dan cerdas. Sehingga dengan kemampuan dan keterampilannya, semua target kena oleh anak panahnya."


"Hmm.... Aku akan menjodohkanmu dengannya, jika engkau berhasil membujuknya ke istana. Akan tetapi, engkau harus menyelesaikan misi yang kuberikan kepadamu. Tanpa siapapun, engkau harus dapat bertahan."


"Baik ayahku. Aku akan menyelesaikan misi ini secepatnya tanpa bantuan dari siapapun. Aku bisa melakukannya sendiri."

__ADS_1


Malam itu, pangeran menyiapkan diri untuk menuju ke klan kura - kura. Keesokan harinya, ia berpamitan, dan pergi menuju ke klan kura - kura.


__ADS_2