
Sampainya seluruh masyarakat di desa, ternyata sudah di isi oleh berbagai jenis hewan liar, membuat pemandangan di desa seperti taman surga. Kicauan burung, Dan suara suara hewan lainnya saling bergema dimana mana. Desa yang mati itu, akhirnya hidup kembali. Setelah sekian lama, kehidupan di disa inipun berubah drastis. mungkin dikarenakan penduduknya dari berbagai ras, clan, dan individu yang berbeda, membuat suasana di desa bercampur dan menambah keunikan tersendiri. Pangeran Anggara sebagai ketua Klan di sana sekaligus sebagai kepala desa, banyak bersyukur atas apa yang terjadi hingga saat ini...
Bulan demi bulan, aktivitas di desa bigenvile terus berjalan. Kehidupan disanapun sangat damai dan tentram. Ditambah dengan kabar yang beredar kalau Tuan Putri Miya hamil. Hal ini membuat Pangeran Anggara semangkin senang. Akan tetapi, ia ingat dengan janjinya kepada ayahnya. Dia bergegas mengumumkan kepada penduduk desa, bahwa di desa kali ini akan ada pelatihan seni beladiri. Siapa saja boleh ikut, baik itu anak anak, ataupun orang tua. Lalu, yang menjadi pelatihnya ialah pangeran itu sendiri. Tujuannya adalah agar penduduk di desa dapat menahan segala ancaman dan bahaya dari dalam maupun dari luar sana. Ternyata, hampir semua penduduk menyetujui dan ingin mengikuti usulan dari pangeran. Mereka semua menantikan hal ini, bahwa pangeranlah yng akan mengajarinya beladiri. Yang tidak mengikutinya hanyalah orang tua yang umurnya sudah tidak layak lagi beraktivitas berat.
Hari ini, momen yang paling indah, disaat yang paling dinantikanpun akhirnya datang. Penduduk menyiapkan diri untuk berlatih beladiri. Setiap harinya di isi kegiatan. Bergantian tugas, dan menghidupi kebutuhan.
Setelah sekian lama, kurang lebih sembilan bulan, akhirnya Miyapun melahirkan. Mendengar istrinya akan melahirkan, pangeranpun menyusul istrinya itu dan menemaninya disaat saat kritis, supaya istrinya dapat bertahan dari rasa sakit melahirkan. Proses melahirkan berlangsung cukup lama. lebih kurang tiga jam, persalinanpun akhirny membuahkan hasil yang sangat baik, yaitu anak yang lahir, istripun selamat.
__ADS_1
"Selamat, tuan. Anakmu adalah laki laki." Kata bidannya.
"Terimakasih istriku, engkau sudah bersusah payah dalam hal ini. Sungguh tk thu lagi aku berucap apa. lantas nama apakah yang pantas kita berikan kepadanya?"
"Mas, dia anak kita, sudah sepantasnya aku memperjuangkannya. Dia juga buah hatiku. bagaimana mungkin aku menginginkan ucapan terima kasihmu. Aku juga bersyukur atas kelahiran anak pertama kita. Karena dia adalah laki laki dan juga mirip denganmu, bagaimana kalau kamu yang memberikan namanya." pinta Miya.
"Menurutku kurang cocok, mas." kata Miya.
__ADS_1
"..... Gimana kalau Aditya Gingga. Nama ini sangat cocok dengannya. Aku ingin dia yang akan menggantikan ku untuk memimpin umat."
"Nama yang bagus. Kita panggil dia dengan sebutan Gingga" Kata Miya.
Kabar Miya melahirkan akhirnya sampai di telinga sang raja. Raja dan ratu sangat bersyukur atas hal ini. Akhirnya mereka menjadi kakek dan nenek. Mereka berdua sangat bersyukur kalau bukan mereka yang mengambil Anggara sebagai anak angkat, mungkin mereka tidak akan pernah mendapatkan seorang cucu, Karena semua anak nya tewas dalam pertempuran dan raja dengan ratupun sudah tua, sehingga tak sanggup lagi memiliki anak. Akhirnya penerus kerajaan berada pada tangan yang benar, pikir raja.
"Aku harap, Anakku beserta cucuku dapat menjaga amanah yang kuberikan kepadanya."
__ADS_1