TEMANI AKU BERMAIN

TEMANI AKU BERMAIN
1


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Bagas dan keluarganya akan pindah ke rumah barunya di Desa.


Mereka pindah rumah karena pekerjaan Pak Alfin atau papa dari Bagas yang dipindah tempat kan di desa ini.


Jika dilihat rumah baru Bagas sangat mewah dan rumah itu adalah rumah yang paling besar di desa ini.


Bagaimana tidak rumah itu memiliki dua lantai dan kolam renang tepat ditengah rumah, siapapun yang melihat rumah itu pasti akan terkagum-kagum melihat nya.


Pak Alfin sengaja membeli rumah mewah ini untuk kedua orang yang sangat ia cintai i yaitu putra semata wayangnya dan sang permaisuri.


Pak Alfin ingin putra dan istrinya mendapat kan yang terbaik dan berharap dengan Pak Alfin membeli rumah ini putra dan istrinya akan mendapatkan kenyaman sehingga merasa senang tinggal di sini.


Saat pertama kali mereka datang ke rumah baru itu, mereka di sambut dengan dua orang yang berdiri di depan pintu , satu perempuan dan satu orang pria.


Mereka adalah pembantu dan tukang kebun yang akan bekerja untuk keluarga Bagas.


" Selamat malam Pak Alfin ''


" Selamat malam Bu Laura "


" Selamat malam Mas Bagas "


Ucap pria itu dengan sangat sopan dan senyum di wajah nya untuk menyambut kedatangan Bagas dan keluarganya.

__ADS_1


" Iya pas selamat malam juga dan terima kasih atas sambutan bapak dan ibu "


Balas Pak Alfin dengan lembut dan senyum di wajah nya.


" Oh iya pak sebelumnya perkenalkan nama saya Bambang dan ini istri saya Ani, kami yang akan bekerja di sini "


Kata pria itu sambil menunjuk istrinya yang berdiri di sebelah kanan nya.


" Pa kapan kita akan masuk ke rumah? "


Sahut Bagas kepada Papanya karena Bagas sangat lelah dan sudah tidak tahan lagi berdiri terlalu lama di depan pintu seperti ini.


" Oh iya mas silahkan masuk, kami sudah menyiapkan kamar untuk mas Bagas di lantai atas, mari saya antar ke kamar "


Kata Bu Ani kepada Bagas lalu mengantarnya ke kamar yang ada di lantai atas.


" TEMANI AKU BERMAIN,,, "


Tiba-tiba Bagas mendengar suara perempuan yang mengajak nya untuk bermain lalu dengan spontan Bagas langsung menoleh ke belakang tapi tidak ada siapapun, hanya ada Bagas dan Bu Ani di tangga.


Bagas sempat mengira itu adalah suara mamanya tapi suara mamanya tidak seperti itu, Bagas sangat mengenal betul suara mamanya terlebih lagi mamanya itu sedang ngobrol di lantai bawah dengan pak Bambang dan papanya.


Sebenarnya Bagas bingung suara siapa tadi akan tetapi dia berpikir dia hanya salah dengar karena hari ini dia sangat kelelahkan di karena kan dia dan keluarganya harus menempuh perjalanan yang jauh dari kota untuk menuju ke desa ini.

__ADS_1


" Mas Bagas kita sudah sampai ini kamar Mas Bagas dan di sebelah kanan sana itu adalah kamar papa dan mama Mas Bagas "


Kata bu Ani kepada Bagas sambil membuka kan pintu kamar.


Bagas hanya diam melihat kamar barunya sekarang karena terlihat bagus dan lebih besar dari pada kamar nya yang di kota.


" Bagaimana apa mas Bagas menyukai kamar baru nya? " tanya bu Ani kepada Bagas.


" Wah kamar nya bagus banget Bu Ani saya suka banget, ada kamar mandi sendiri, ada balkon, ada tv, sama Ac, saya suka banget "


Jawab Bagas dengan sangat gembira sambil jalan pelan masuk ke kamar baru nya itu.


" Saya senang mendengarnya, kalau begitu selamat beristirahat dan jika mas Bagas butuh apa-apa kamar saya ada di bawah " kata bu Ani sambil tersenyum lalu pergi.


" Baik, terimakasih Bu Ani selamat malam "


" Selamat Malam "


Setelah Bu Ani membalas perkataan Bagas lalu ia pun menutup pintu kamar lalu turun ke bawah.


Bagas sangat menyukai kamarnya lalu ia mengeluarkan ponsel kesayangan nya itu untuk bermain games dan tiba-tiba ada sesuatu yang aneh terjadi pada tubuh nya.


Bagas merasa sangat takut dan bingung harus melakukan apa dengan tubuhnya saat ini.

__ADS_1


" Apa yang terjadi dengan tubuh ku? "


Ia benar-benar tidak bisa mengendalikan tubuh nya saat ini.


__ADS_2