TEMANI AKU BERMAIN

TEMANI AKU BERMAIN
9


__ADS_3

" Hah apa kamu bilang? "


" Eh bu,,,bukan apa-apa kok ma "


Bagas yang takut membuat mamanya marah, ia pun segera berlari dengan cepat menuju meja makan di bawah dengan tujuan agar terhindar dari marah mamanya.


Memang sih Bu Laura ini memiliki kepribadian yang sangat kalem, sabar dan susah marah akan tetapi sekali saja ia marah wow ia akan terlihat sangat menyerahkan bahkan lebih menyeramkan dari singa yang sedang kelaparan.


Bu Ani melihat Bagas yang terengah-engah seperti di kerja hantu dari arah dapur, lalu Bu Ani segera menghampiri Bagas untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


" Mas Bagas kenapa kok terengah-engah seperti habis di kejar oleh hantu saja? "


Bu Ani juga membawa minuman dari dapur untuk Bagas.


" Ini bahkan lebih menyeramkan dari hantu "


Bagas segera mengambil minuman yang di bawak Bu Ani dari dapur untuknya dan setelah itu Bagas segera duduk di meja makan.


" Memang apa yang lebih menyeramkan daripada hantu? "


Tanya Bu Ani kepada Bagas karena ia penasaran apa yang lebih menyeramkan daripada hantu.


" Marahnya mama "


Jawab Bagas kepada Bu Ani dengan wajah serius dan mata melotot. Bukanya terlihat mengerikan tapi terlihat sangat mengemaskan menurut Bu Ani. Sontak Bu Ani hanya tertawa melihat kelakuan konyol anak majikannya ini.

__ADS_1


" Memang apa yang lucu sampai membuat Bu Ani tertawa? "


Kata Bagas kepada Bu Ani yang sedari tadi tertawa sambil melihat kearah Bagas.


" Ada apa ini kelihatannya asik sekalih? "


~ Sahut Pak Alfin karena melihat mereka berdua sedang asik berbincang.


" Ih papa ganggu orang aja "


~ Gerutu Bagas.


" Memang papa ngapain? "


~ Tanya Pak Alfin, sambil mengacak-acak rambut putra kesayangannya itu.


Bu Ani segera meninggalkan ayah dan anak itu karena ia tidak ingin menjadi pengganggu di antara mereka. Dan pembicara antara anak dan ayah itu masih terus berlanjut.


" Tuh kan gara-gara papa, Bu Ani jadi pergi "


~ Kata Bagas sambil merapikan rambutnya yang di acak-acak papanya.


" Lho emang papa ngapain cobak? "


~ Pak Alfin, lalu duduk di sebelah Bagas.

__ADS_1


" Gak tau ah males "


~ Bagas, lalu menghabiskan minuman yang di berikan Bu Ani tadi.


" Dasar bocah! "


~ Goda Pak Alfin kepada putranya.


" Siapa yang bocah? "


~ Tanya Bagas dengan nada sedikit kesal.


Bu Laura hanya tersenyum saja melihat tingkah suami dan putranya itu di meja makan dari tangga saat hendak turun. Dan Bu Laura melihat sesuatu.


Ia melihat seorang anak kecil berbaju putih dan berambut panjang sedang duduk tepat di bangku sebelah putranya dan anak kecil itu hanya menuduk terdiam dan tidak terlihat wajahnya.


" Mungkin itu anak tetangga depan rumah , karena kemarin malam saat di balkon aku melihat anak kecil seusia itu di rumah depan "


Bu Laura berfikir mungkin itu anak tetangga depan rumah. Lalu ia berjalan dengan santainya ke arah meja makan untuk menghampiri suami dan putranya.


Dan saat sudah dekat dengan meja makan dan tinggal beberapa langkah lagi Bu Laura sudah berhenti dan mematung karena anak kecil yang duduk di sebelah putranya sudah tidak ada. Tempat duduk di sebelah putranya itu sudah kosong sekarang.


" Apa aku salah lihat? "


Bu Laura sangat bingung dan berfikir ia hanya salah liat sambil terus mengusap-usap kedua matanya.

__ADS_1


" Mama kenapa dian saja di situ, sini duduk dan sarapan bersama! "


Bagas heran dengan mamanya yang tiba-tiba mematung dan terlihat seperti orang yang sedang kebingungan.


__ADS_2