TEMANI AKU BERMAIN

TEMANI AKU BERMAIN
3


__ADS_3

Sesampainya di lantai bawah Bagas segera menghampiri papa dan mama nya yang sudah menunggu Bagas sedari tadi di meja makan untuk sarapan bersama.


Saat akan menghampiri kedua orang tua nya tiba-tiba Bagas mendengar suara.


" TEMANI AKU BERMAIN,,, "


Bagas benar-benar terkejut dan langsung menoleh ke arah belakang akan tetapi tidak ada siapa pun di sana.


Suara yang minta di temani bermain itu berbeda dengan semalam karena kali ini yang ia dengar adalah suara anak kecil sedangkan semalam adalah suara seorang perempuan.


Bagas segera ke meja makan dan menanyakan apakah kedua orang tua nya juga mendengar suara tadi.


" Mama sama papa dengar suara anak kecil gak tadi? "


Tanyak Bagas kepada kedua orang tuanya dengan wajah sangat serius.


" Kita gak denger suara apa pun, memang kenapa? " ~Bu Laura


" Ini masih pagi jagan ngomong yang aneh-aneh " ~jelas Pak Alfin pada putranya.


Bagas sangat penasaran kenapa kedua orang tuanya tidak mendengar suara tadi dan kenapa hanya Ia saja padahal suara itu tidak terlalu pelan.


Ia juga sempat berfikir ia hanya salah dengar saja tapi jika memang salah dengar mengapa suara tadi terdengar begitu jelas dan di tambah lagi ia juga tidak kecapean an karena baru bangun tidur.


Hal itu terus berputar di kepala Bagas sehingga Bagas menjadi bengong.

__ADS_1


Karena Pak Alfin mendapati putranya sedang bengong akhirnya Pak Alfin mencari topik pembicaraan agar putranya tidak bengong saja.


" Bagas jangan lupa besok kamu harus pergi sekolah dan papa harap kamu bisa membaur dengan anak yang lain " ~kata Pak Alfin kepada putranya sembari menyantap sarapan.


" Eh iya paa " ~jawab Bagas


Akhirnya Bagas segera menghabiskan sarapannya karena ia ingin berkeliling melihat rumah barunya itu.


" Bagas pelan-pelan makannya! "


Kata Bu Laura kepada putranya yang sedang makan dengan sangat cepat seperti orang kelaparan.


" Iya pelan-pelan makannya, kamu ini kayak belom makan 3 hari aja " ~goda Pak Alfin.


Akan tetapi Bagas tidak merespon kedua orang tuanya dan malah fokus dengan sarapan di depannya.


" TEMANI AKU BERMAIN,,, "


Bagas langsung tersedak setelah mendengar suara itu dan Bu Laura yang melihatnya langsung memberikan air minum untuk putranya itu.


UHUK,,,UHUK,,,


" Sudah mama bilang kan pelan-pelan makanannya " ~kata Bu Laura kepada Bagas sambil menepuk-nepuk punggung Bagas.


" Mama sama papa denger suara tadi? " ~tanyak Bagas

__ADS_1


" Suara apa sih yang Bagas maksud? " ~Pak Alfin


Bagas bingung kenapa kedua orang tuanya tidak mendengar suara tadi.


" Sebenarnya suara apa tadi? " ~ kata Bagas dengan sangat pelan


" Ha kamu mengatakan apa Bagas? " ~Bu Laura


" Eh itu maa anu ini apa,,,, masakan mama enak " ~Bagas


Kali ini suara yang ia dengar bukan suara anak kecil tapi suara perempuan.


Bagas masih ingat betul suara perempuan itu sangat mirip dengan suara yang ia dengar semalam.


" Ma Bagas udah selesai makanya, sekarang Bagas mau berkeliling melihat rumah baru ini dulu "


Setelah mengatakan hal itu lalu di balas dengan anggukan kepala oleh Bu Laura yang menandakan boleh akhirnya Bagas segera berdiri lalu meninggalkan meja makan.


Saat berjalan menuju ke kolam renang Bagas merasa seperti ada anak kecil yang berlarian di belakangnya.


Dengan sangat cepat Bagas langsung menoleh kebelakang tapi tidak ada siapapun di belakangnya.


Ia hanya melihat papa dan mama yang sedang asik menyantap sarapan berdua di meja makan.


" Sebenarnya aku ini kenapa sih? "

__ADS_1


Bagas merasa sangat aneh dengan dirinya sendiri ia tidak tau apa yang sedang ia alami ini mulai dari kamar yang tiba-tiba berantakan sampai suara yang mengajak nya bermain.


Bagas sangat ingin menceritakan hal ini kepada kedua orang tuanya akan tetapi Bagas takut jika mereka tidak percaya kepadanya.


__ADS_2