
" Yang saya maksud di sini bukan angin tapi hantu "
Bu Ani mengatakan ini dengan sabar lalu memegang pundak Bagas.
" Hantu? " ~Bagas
" Iya hantu " ~Bu Ani
" Jangan becanda mana mungkin ada hal seperti itu di dunia ini! " ~Bagas
Bagas mengatakan hal itu dengan nada sedikit tinggi karena ia sama sekali tidak percaya dengan yang namanya hantu.
" Tapi yang saya katakan ini benar dan mereka memang nyata "
Hanya itu yang dapat Bu Ani katakan kepada Bagas saat ini karena Bu Ani tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
Ia tidak bermaksud menakuti Bagas ia hanya ingin menolong Bagas.
Bagas tidak mempedukikan perkataan Bu Ani dan Bagas langsung pergi meninggalkan Bu Ani sendirian.
Bagas berjalan menuju ke kamarnya sambil memegang kepalanya menggunakan kedua tangannya.
Hanya kata '' Hantu '' yang berputar di kepalanya saat ini, ia tidak percaya dengan perkataan Bu Ani dan hanya menganggapnya sebagai omong kosong saja.
Lalu setibanya di kamar Bagas langsung membaringkan badannya di atas kasur.
Ia masih memikirkan perkataan Bu Ani bahwa ia di ganggu sesuatu yang tak kasat mata tapi bukan angin melainkan hantu.
__ADS_1
Karena hal itu masih berputar di kepalanya jadi ia memutuskan untuk bermain games di ponsel kesayangan nya.
" Main games aja lah "
Jam terus berputar dan tidak terasa hari sudah semakin malam saja.
Bagas masih terus bermain sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa hari sudah semakin malam.
Bukan hanya hari sudah semakin malam saja yang tidak ia sadari tapi ia juga tidak menyadari bahwa di samping nya tiba-tiba ada boneka beruang yang tadi pagi ia lempar.
" Sayang sudah waktunya makan malam ayok turun makan bersama "
Bagas masih asik bermain games bahkan ia tidak mendengar suara Bu Laura yang mengajaknya untuk makan malam dari.
" Ayo tembak ayo tembak! "
Ketika masih asik bermain games tiba-tiba ada sosok perempuan berdiri di sebelah tempat tidur Bagas dan sosok perempuan itu mengusap usap kepala Bagas.
Bagas mengira sosol yang berdiri di sebelah tempat tidur nya itu adalah Bu Ani yang akan memberi tahu bahwa makan siang sudah siap.
Dan tiba-tiba kaki Bagas seperti sedang di tarik oleh sesuatu dan ia langsung berhenti bermain games untuk melihat ke arah kakinya yang di tarik .
Saat Bagas melihat kearah kaki yang di tarik Bagas melihat tangan mama nya yang cantik.
Bu Laura menarik kaki putranya karena sedari tadi putranya tidak mempedulikannya dan malah asik main games.
" Ah mama ngapain sih tarik kaki Bagas "
__ADS_1
Kata Bagas dengan wajah heran sambil menatap wajah mamanya.
" Ini sudah waktunya makan malam ayok cepat turun "
Lalu Bu Laura menarik kaki putranya agar putranya segera turun dari tempat tidur dan makan malam di bawah.
" Hah makan malam? "
Bagas masih belum menyadari bahwa hari sudah malam karena terlalu asik bermain games sehingga membuatnya lupa waktu.
" Iya ini sudah malam makanya ayok cepat turun dan makan malam! "
Bu Laura akhirnya melepaskan kaki putranya itu lalu mengambil ponsel di tangan putranya itu dengan tujuan agar tidak asik dengan ponsel nya saja.
" Oh iya sayang tadi siapa perempuan yang berdiri di sebelah sini tadi? "
Bu Laura bertanya seperti itu kepada putranya karena saat lewat depan pintu kamar putranya dan memberi tahu untuk turun dan makan malam bersama ia melihat perempuan berdiri di sebelah tempat tidur Bagas.
" Hah perempuan? "
Bagas terkejut dengan pertanyaan mamanya itu, sebenarnya siapa yang di maksud itu.
Bagas mulai teringat kalau saat main games ia merasa seperti ada perempuan berdiri di sebelah tempat tidur nya itu.
" Oh Bu Ani? "
Bagas masih mengira perempuan yang berdiri di samping tempat tidur dan mengusap kepalanya tadi adalah Bu Ani.
__ADS_1
" Bu Ani dari mana sih kan Bu Ani dari tadi di bawah lho "
Bu Laura membantah Bagas karena yang ia lihat bukan Bu Ani tapi seorang perempuan memakai baju putih dan berambut panjang terlebih lagi Bu Ani tidak naik keatas dari tadi karena sibuk menyiapkan makan malam.